Saham Broadcom Anjlok Usai Panduan Chip AI Mengecewakan
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Gotrade News - Broadcom melaporkan panduan chip AI kuartal ketiga di bawah ekspektasi, memicu kejatuhan saham. Saham Broadcom anjlok lebih dari 13% pada perdagangan after-hours setelah laporan tersebut dirilis.
Kekecewaan muncul karena pasar menuntut kesempurnaan di tengah reli saham chip yang sudah panjang. Sentimen negatif ini langsung menyebar ke seluruh sektor semikonduktor global dalam semalam.
Key Takeaways
Panduan chip AI Q3 Broadcom 16 miliar dolar AS, di bawah estimasi analis 16,36 miliar dolar.
Pendapatan semikonduktor AI Q2 melonjak 143% secara tahunan menjadi 10,8 miliar dolar AS.
Saham Broadcom jatuh lebih dari 13% pada perdagangan after-hours usai laporan.
Panduan Yang Mengecewakan Pasar
Dilansir Investing.com, Broadcom memproyeksikan pendapatan chip AI Q3 sebesar 16 miliar dolar AS. Angka itu meleset tipis dari estimasi para analis sebesar 16,36 miliar dolar AS.
Pendapatan total Q2 tercatat 22,19 miliar dolar AS, sedikit di bawah estimasi 22,27 miliar dolar. Namun panduan pendapatan total Q3 sekitar 29,4 miliar dolar justru melampaui perkiraan analis 28,54 miliar.
CEO Broadcom Hock Tan menyoroti kekuatan bisnis kecerdasan buatan perusahaan dalam laporan kuartalan tersebut. Menurut Hock Tan, pendapatan semikonduktor dari AI tumbuh 143% secara tahunan menjadi 10,8 miliar dolar.
Pertumbuhan itu didorong permintaan akselerator AI kustom dan perangkat jaringan AI yang terus meningkat. Pelanggan utama seperti Meta dan Alphabet menjadi penggerak utama permintaan chip Broadcom (AVGO).
Broadcom juga menargetkan pengiriman chip AI lebih dari 10 gigawatt pada tahun 2027 mendatang. Target penjualan jangka panjang 100 miliar dolar AS tetap dipertahankan dengan margin kotor 68%.
Meski panduan AI mengecewakan, fundamental jangka panjang Broadcom dinilai masih solid oleh pihak manajemen. Margin yang tinggi dan basis pelanggan raksasa teknologi menjadi penopang utama prospek perusahaan.
Saham Nvidia relatif datar pada after-hours setelah turun 3,6% di sesi reguler sebelumnya. Pelemahan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap valuasi tinggi di seluruh sektor chip AI.
Futures S&P 500 turun 0,5% sementara futures Nasdaq 100 melemah 0,7% pada pagi harinya. Sesi perdagangan sebelumnya juga merah dengan S&P 500 anjlok 0,7% dan Nasdaq 0,9%.
Indeks Dow Jones bahkan turun 1,2% pada sesi sebelumnya akibat tekanan jual yang meluas. Volatilitas ini diperparah kekhawatiran geopolitik terkait meningkatnya ketegangan di kawasan Iran.
Analis Ryan Lee dari Direxion menilai pasar kini menuntut kesempurnaan agar reli chip terus berlanjut. Belanja infrastruktur AI Big Tech diproyeksikan melampaui 700 miliar dolar AS pada tahun 2026.
Angka itu naik tajam dari sekitar 400 miliar dolar AS yang tercatat pada tahun 2025. Lonjakan belanja ini menegaskan bahwa permintaan struktural untuk chip AI tetap sangat kuat.
Tidak semua emiten chip terpukul oleh sentimen negatif dari laporan Broadcom kali ini. Pesaing Marvell justru menguat 3,73% karena investor mencari alternatif eksposur chip AI.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.