Saham Eli Lilly (LLY) Naik 6,6% Usai Laporan Kuartal III (30 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Eli Lilly (LLY) Naik 6,6% Usai Laporan Kuartal III (30 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Eli Lilly (LLY) naik 6,63% ke $1.373,70 pada sesi 29 Oktober 2026, saat Nasdaq Composite turun 1,38%.
  • Kenaikan terjadi setelah laporan kuartal III 2026 menunjukkan pendapatan naik 39% menjadi $24,4 miliar, didorong Mounjaro dan Zepbound.
  • Lilly menaikkan proyeksi pendapatan 2026 menjadi $91 miliar hingga $92 miliar, sementara manajemen memperkirakan tekanan harga berlanjut pada 2027.

Gotrade News - Saham Eli Lilly naik 6,63% atau $85,40 ke $1.373,70 pada penutupan sesi Kamis, 29 Oktober 2026 waktu New York (Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Kenaikan saham LLY terjadi setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal III 2026 dan menaikkan proyeksi pendapatan setahun penuh.

Data Perdagangan Saham LLY

DataNilai
Harga penutupan$1.373,70
Perubahan+$85,40 (+6,63%)
Penutupan sebelumnya$1.288,30
Rentang harian$1.330,00 hingga $1.408,38
Volume4,4 juta saham
Rata-rata volume 30 hari2,3 juta saham
Kapitalisasi pasar$1,29 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 24.816.000 per saham (kurs Rp 18.065 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Kurs Rp 18.065 per dolar AS: Yahoo Finance, 29 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga LLY terkini di halaman harga saham Eli Lilly (LLY) hari ini.

Baca juga: Resmed Rilis Laba Kuartal I Fiskal 2027, Pendapatan $1,4 Miliar

Pergerakan Saham LLY Sepanjang Sesi

Sepanjang sesi, saham LLY bergerak di rentang $1.330,00 hingga $1.408,38 dan ditutup $43,70 di atas level terendah hariannya, meski masih di bawah puncak sesi. Volume perdagangan mencapai 4,4 juta saham, atau 86,76% di atas rata-rata 2,3 juta saham, menandakan aktivitas transaksi yang jauh lebih ramai dari biasanya.

Kenaikan ini berlawanan dengan arah pasar. Nasdaq Composite turun 1,38% ke 26.184,72, S&P 500 melemah 0,30% ke 7.720,39, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,25% ke 52.342,56. Artinya, LLY unggul 8,01 poin persentase atas Nasdaq. Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 5,6 basis poin ke 4,99%.

Di sektor kesehatan, saham Novo Nordisk (NVO), pesaing Lilly di pasar obat diabetes dan obesitas, naik 2,22%, sementara UnitedHealth (UNH) menguat 0,94%.

Baca juga: Illumina Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $1,13 Miliar

Kenapa Saham Eli Lilly Naik?

Pemicu utamanya adalah laporan kuartal III 2026 yang dirilis Kamis, 29 Oktober 2026. Menurut siaran pers resmi Eli Lilly and Company yang juga diserahkan ke SEC, pendapatan naik 39% menjadi $24,4 miliar, didorong terutama oleh Mounjaro dan Zepbound. Pendapatan Mounjaro tercatat $10,72 miliar atau naik 65%, sedangkan Zepbound mencapai $5,35 miliar atau naik 49%.

Laba per saham tercatat $7,22 atau naik 16%, sementara laba per saham non-GAAP mencapai $7,48 atau naik 7%. Kedua angka itu sudah menanggung beban akuisisi riset dan pengembangan (acquired IPR&D) sebesar $4,57 per saham, dibandingkan $0,71 pada kuartal III 2025.

Dalam rilis yang sama, Lilly menaikkan proyeksi pendapatan 2026 menjadi $91 miliar hingga $92 miliar, dari sebelumnya $85 miliar hingga $87 miliar. Menurut CEO David Ricks, kinerja kuartal ini melampaui ekspektasi perusahaan sebelumnya sehingga Lilly bisa menaikkan proyeksi setahun penuh.

Media keuangan mengaitkan kenaikan saham dengan laporan tersebut. Dilansir The Motley Fool, saham Lilly naik sekitar 6% pada siang hari di sesi reguler, setelah volume penjualan naik 53% dan menutup penurunan harga realisasi sebesar 15%. Melansir ringkasan panggilan laporan keuangan Moby, manajemen mengaitkan kenaikan proyeksi dengan penyerapan program Medicare bridge serta permintaan internasional untuk obat obesitas yang dibayar sendiri oleh pasien.

Analisis Saham LLY: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Volume penjualan naik 53%, dan menurut The Motley Fool margin kotor tetap naik 1,0 poin persentase menjadi 83,9% dari pendapatan meski harga realisasi turun.
  • Menurut rilis Lilly, pendapatan produk utama di bidang imunologi, onkologi, dan neurosains tumbuh 100% dibanding kuartal III 2025, termasuk obat kanker Jaypirca yang naik 59% menjadi $228 juta.
  • Ringkasan Moby mencatat Mounjaro menjadi obat pertama yang melampaui pendapatan $1 miliar pada tahun penuh pertamanya di China.

Risiko

  • Menurut ringkasan Moby, harga bersih di AS turun sekitar 10% pada kuartal ini di luar penyesuaian, dan manajemen memperkirakan tekanan harga berlanjut pada 2027.
  • Menurut ringkasan Moby, sekitar $900 juta pendapatan kuartal ini berasal dari pos yang tidak berulang, termasuk pembayaran milestone dan penyesuaian estimasi rabat. Manajemen juga menyebut pendapatan 2026 terbantu sekitar $2 miliar pos non-berulang yang tidak diperkirakan terulang pada 2027.
  • Proyeksi laba per saham non-GAAP 2026 turun menjadi $35,00 hingga $36,00 dari $35,50 hingga $36,50 karena beban IPR&D. The Motley Fool juga mencatat kemungkinan beban serupa dari akuisisi Merida yang belum masuk proyeksi.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku