Saham Google (GOOGL) Turun 12,6% Usai Laporan Kuartal III (30 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Google (GOOGL) Turun 12,6% Usai Laporan Kuartal III (30 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Alphabet (GOOGL) turun 12,64% ke $283,82 pada sesi Kamis, 29 Oktober 2026 waktu New York.
  • Media keuangan mengaitkan penurunan dengan pendapatan unit bisnis inti yang mencakup iklan pencarian yang meleset dari perkiraan analis, meski pendapatan konsolidasi kuartal III naik 25%.
  • Arus kas bebas kuartal III negatif $9,07 miliar seiring pembelian properti dan peralatan $51,36 miliar, menurut rilis Alphabet.

Gotrade News - Saham Google turun 12,64% ke $283,82 pada penutupan Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Saham Alphabet (GOOGL), induk usaha Google, melemah sehari setelah perusahaan merilis laporan kuartal III 2026, dan media keuangan mengaitkan penurunan ini dengan pendapatan unit bisnis inti yang mencakup iklan pencarian yang meleset dari perkiraan analis.

Data Perdagangan Saham GOOGL

DataNilai
Harga penutupan$283,82
Perubahan-$41,07 (-12,64%)
Penutupan sebelumnya$324,89
Rentang harian$280,36 hingga $288,33
Volume139,7 juta saham
Rata-rata volume 30 hari26,6 juta saham
Setara dalam rupiahsekitar Rp 5.127.000 per saham (kurs Rp 18.065 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Kurs Rp 18.065 per dolar AS: Yahoo Finance, 29 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga GOOGL terkini di halaman harga saham Google (GOOGL) hari ini.

Baca juga: Resmed Rilis Laba Kuartal I Fiskal 2027, Pendapatan $1,4 Miliar

Pergerakan Saham GOOGL Sepanjang Sesi

Sepanjang sesi, saham GOOGL bergerak di rentang $280,36 hingga $288,33 dan ditutup $3,46 di atas level terendah hariannya, sehingga harga berakhir dekat batas bawah rentang tersebut. Volume perdagangan mencapai 139,7 juta saham, 425,45% di atas rata-rata 26,6 juta saham.

Penurunan GOOGL jauh lebih dalam dibanding pasar. Pada sesi yang sama, Nasdaq Composite turun 1,38% ke 26.184,72, S&P 500 turun 0,30% ke 7.720,39, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,25% ke 52.342,56. Selisih pergerakan GOOGL terhadap Nasdaq mencapai -11,26 poin persentase. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ditutup di 4,99%, turun 5,6 basis poin.

Saham teknologi besar lain bergerak beragam. Meta Platforms (META) naik 1,96%, Microsoft (MSFT) turun 0,16%, dan Amazon (AMZN) turun 4,25%.

Baca juga: Illumina Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $1,13 Miliar

Kenapa Saham Google Turun?

Menurut rilis resmi Alphabet yang dilampirkan pada Form 8-K tertanggal 28 Oktober 2026, pendapatan konsolidasi kuartal III 2026 naik 25% menjadi $127,6 miliar. Pendapatan Google Services tumbuh 11% menjadi $96,3 miliar, dengan Google Search & other tumbuh 12%, sementara pendapatan Google Cloud naik 103% menjadi $30,7 miliar. Laba per saham tercatat $2,12.

Dilansir The Wall Street Journal, saham induk Google itu turun setelah pendapatan dari unit bisnis intinya, yang mencakup iklan pencarian, meleset dari perkiraan analis. WSJ juga mencatat penurunan ini melampaui rekor penurunan harian terbesar Alphabet sebelumnya yang terjadi pada 2020.

Melansir CNN Business, penurunan pada Kamis menjadi hari terburuk saham Alphabet sepanjang catatan dan menghapus sekitar setengah triliun dolar AS nilai pasar. CNN menulis investor khawatir pertumbuhan iklan pencarian Google melambat di saat belanja untuk kecerdasan buatan (AI) terus naik, sehingga kekhawatiran bahwa chatbot AI dapat menggeser mesin pencari kembali muncul.

CNN juga menyoroti belanja modal (capex) Alphabet. Rilis perusahaan mencatat pembelian properti dan peralatan sebesar $51,36 miliar pada kuartal III, dan arus kas bebas kuartal itu negatif $9,07 miliar. Menurut CNN, ini kuartal kedua berturut-turut Google membukukan arus kas bebas negatif. "Kita sekarang bisa melihat siapa yang membelanjakan dana untuk AI secara rasional dan siapa yang tidak," kata Richard Reyle, chief investment officer Questar Capital Partners, kepada CNN.

Analisis Saham GOOGL: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Pendapatan Google Cloud naik 103% menjadi $30,7 miliar pada kuartal III 2026. Menurut Alphabet, pertumbuhan ini didorong permintaan besar atas infrastruktur dan solusi AI perusahaan.
  • Rilis Alphabet mencatat pendapatan konsolidasi naik 25%, kuartal ke-13 berturut-turut dengan pertumbuhan dua digit, sementara laba operasional naik 30% dengan margin operasional 31,8%.
  • CEO Sundar Pichai menyebut Alphabet kini berada pada laju pendapatan tahunan setengah triliun dolar AS, menurut rilis perusahaan.

Risiko

  • Arus kas bebas kuartal III negatif $9,07 miliar seiring pembelian properti dan peralatan yang mencapai $51,36 miliar, menurut rilis Alphabet.
  • Pendapatan unit inti yang mencakup iklan pencarian meleset dari perkiraan analis, dilansir The Wall Street Journal.
  • Jed Ellerbroek, manajer portofolio Argent Capital Management, mengatakan kepada CNN bahwa pergeseran ke chatbot AI bisa terjadi "lebih cepat daripada kemampuan Google untuk bereaksi dan mengubah arah bisnisnya."

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku