Saham Grab Turun 5,4%, Ini Sentimennya (14 Oktober 2026)

Ringkasan
- Saham Grab Holdings (GRAB) turun 5,40% ke $2,98 pada sesi 13 Oktober 2026, saat Nasdaq hanya melemah 0,15%.
- Media keuangan yang meliput sesi ini tidak menyebut pemicu khusus dari perusahaan.
- GRAB ditutup di level terendah harian dan berada 52,24% di bawah level tertinggi 52 minggu.
Gotrade News - Grab Holdings (GRAB) ditutup di $2,98 pada sesi Selasa, 13 Oktober 2026 waktu New York, melemah $0,17 atau 5,40%. Saham Grab turun jauh lebih dalam dibanding indeks utama Wall Street, sementara media keuangan yang meliput sesi ini tidak menyebut pemicu khusus dari perusahaan.
Data Perdagangan Saham GRAB
| Data | Nilai |
|---|---|
| Harga penutupan | $2,98 |
| Perubahan | -$0,17 (-5,40%) |
| Penutupan sebelumnya | $3,15 |
| Harga pembukaan | $3,15 |
| Rentang harian | $2,98 hingga $3,15 |
| Volume | 48,5 juta saham |
| Rata-rata volume 30 hari | 73,6 juta saham |
| Rentang 52 minggu | $2,74 hingga $6,24 |
| Kapitalisasi pasar | $12,9 miliar |
| Setara dalam rupiah | sekitar Rp 53.000 per saham (kurs Rp 17.913 per dolar AS) |
Data penutupan sesi reguler Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Kurs Rp 17.913 per dolar AS: Yahoo Finance, 13 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.
Pantau pergerakan harga GRAB terkini di halaman harga saham Grab (GRAB) hari ini.
Pergerakan Saham GRAB Sepanjang Sesi
GRAB dibuka di $3,15, sama dengan harga penutupan sebelumnya, dan level itu menjadi titik tertinggi harian. Harga lalu bergerak turun sepanjang sesi dan ditutup tepat di level terendah harian $2,98, sehingga rentang hari itu berada di $2,98 hingga $3,15. Dalam rupiah, satu lembar saham setara sekitar Rp 53.000 dengan kurs Rp 17.913 per dolar AS.
Volume perdagangan tercatat 48,5 juta saham, 34,00% di bawah rata-rata 73,6 juta saham. Artinya, penurunan ini terjadi dengan volume perdagangan yang lebih sepi dari biasanya.
Pasar secara umum relatif datar. Nasdaq Composite turun 0,15% ke 27.204,38, S&P 500 melemah 0,02% ke 7.805,45, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,35% ke 51.670,10. GRAB tertinggal 5,25 poin persentase dari Nasdaq. Saham lain bergerak bervariasi: Tesla (TSLA) turun 0,74%, sedangkan Meta Platforms (META) naik 2,63%.
Dari sisi jangka panjang, harga penutupan GRAB berada 52,24% di bawah level tertinggi 52 minggu di $6,24 dan 8,76% di atas level terendah 52 minggu di $2,74.
Kenapa Saham Grab Turun?
Tidak ada sumber yang kami baca yang menyebut penyebab spesifik dari perusahaan untuk penurunan ini. Melansir Zacks via Yahoo Finance pada 13 Oktober 2026, GRAB turun lebih dalam dari pasar yang secara umum datar, tanpa disertai pengumuman baru dari Grab. Zacks juga mencatat saham ini masih naik 4,3% dalam sebulan terakhir, sehingga pelemahan sesi ini terjadi setelah kenaikan tersebut.
Pengumuman resmi terakhir yang relevan adalah laporan kuartal kedua 2026 pada 4 Agustus 2026. Menurut rilis resmi Grab, pendapatan naik 22% secara tahunan ke $997 juta dan Adjusted EBITDA naik 54% ke $168 juta. Laba periode itu sebesar $235 juta, sebagian besar ditopang keuntungan satu kali $307 juta dari pengukuran ulang Superbank.
Di sisi makro, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 2,3 basis poin ke 5,22%, sementara minyak Brent kontrak berjangka terdekat ditutup di $106,34 per barel pada sesi yang sama.
Analisis Saham GRAB: Faktor Pendukung dan Risiko
Faktor Pendukung
- Menurut rilis resmi Grab, perusahaan menaikkan panduan pendapatan 2026 menjadi $4,10 miliar hingga $4,15 miliar dan Adjusted EBITDA $720 juta hingga $740 juta.
- Dewan direksi menyetujui tambahan program pembelian kembali saham senilai $750 juta, sehingga total otorisasi sejak 2024 mencapai $1,75 miliar, menurut rilis yang sama.
- Dilansir Zacks, estimasi konsensus laba per saham Grab naik 9,62% dalam sebulan terakhir.
Risiko
- Rilis Grab menyebut insentif On-Demand naik ke 10,9% dari GMV On-Demand, sebagian karena dukungan bagi mitra pengemudi di tengah biaya bahan bakar yang lebih tinggi.
- Grab sendiri mencantumkan persaingan yang sangat ketat serta lingkungan hukum dan regulasi yang kompleks sebagai risiko bisnis.
- Laba kuartal kedua banyak ditopang pos satu kali, dan Grab menyebut laba semester kedua dapat bervariasi karena perubahan nilai investasi dan pos non-operasional lainnya.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.












