Saham Amazon (AMZN) Turun 0,4%, Ini Sentimennya (14 Oktober 2026)

Ringkasan
- Saham Amazon (AMZN) turun 0,37% ke $258,58 pada sesi 13 Oktober 2026.
- Sumber yang kami baca tidak menyebut pemicu khusus, dan penurunan ini sejalan dengan Nasdaq Composite yang turun 0,15%.
- Volume 25,2 juta saham, 27,40% di bawah rata-rata, dengan harga ditutup dekat level terendah harian.
Gotrade News - Saham amazon turun 0,37% ke $258,58 pada penutupan sesi Selasa, 13 Oktober 2026 waktu New York (Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Saham amazon turun bersama Nasdaq Composite yang melemah 0,15%, sementara tidak ada sumber yang kami baca menyebut pemicu khusus dari Amazon (AMZN) pada sesi itu.
Data Perdagangan Saham AMZN
| Data | Nilai |
|---|---|
| Harga penutupan | $258,58 |
| Perubahan | -$0,95 (-0,37%) |
| Penutupan sebelumnya | $259,53 |
| Harga pembukaan | $259,44 |
| Rentang harian | $258,42 hingga $262,84 |
| Volume | 25,2 juta saham |
| Rata-rata volume 30 hari | 34,7 juta saham |
| Rentang 52 minggu | $196,00 hingga $287,20 |
| Kapitalisasi pasar | $2,80 triliun |
| Setara dalam rupiah | sekitar Rp 4.632.000 per saham (kurs Rp 17.913 per dolar AS) |
Data penutupan sesi reguler Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Kurs Rp 17.913 per dolar AS: Yahoo Finance, 13 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.
Pantau pergerakan harga AMZN terkini di halaman harga saham Amazon (AMZN) hari ini.
Pergerakan Saham AMZN Sepanjang Sesi
AMZN dibuka di $259,44 dan sempat menyentuh $262,84 sebelum berbalik melemah. Saham ditutup hanya $0,16 di atas level terendah harian $258,42, sehingga sesi berakhir di dekat titik terlemahnya.
Aktivitas perdagangan tergolong sepi. Volume transaksi tercatat 25,2 juta saham, 27,40% di bawah rata-rata 34,7 juta saham.
Penurunan AMZN 0,22 poin persentase lebih dalam dibanding Nasdaq Composite, yang ditutup di 27.204,38. S&P 500 hampir datar di 7.805,45 (-0,02%), sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 0,35% ke 51.670,10. Di antara saham teknologi besar, Apple (AAPL) naik tipis 0,09% dan Microsoft (MSFT) menguat 0,43%.
Dari sisi makro, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 2,3 basis poin ke 5,22%. Minyak Brent kontrak berjangka terdekat ditutup di $106,34 per barel. Secara posisi tahunan, AMZN berada 9,97% di bawah level tertinggi 52 minggu $287,20 dan 31,93% di atas level terendah 52 minggu $196,00.
Kenapa Saham Amazon Turun?
Tidak ada sumber yang kami baca yang menyebut pemicu khusus Amazon di balik penurunan pada sesi 13 Oktober 2026. Pelemahan ini sejalan dengan Nasdaq yang juga ditutup turun.
Sorotan berita datang dari pesaing. Dilansir Barron's, Apple meluncurkan jajaran perangkat rumah pintar baru yang dibingkai sebagai langkah menantang Amazon di segmen tersebut. Usai peluncuran itu, kapitalisasi pasar Apple ditutup di $4,98 triliun.
Di sisi valuasi, menurut Insider Monkey, Amazon diperdagangkan di sekitar 31 kali laba ke depan, sementara Walmart di 37,48 kali. Artikel itu menyebut AWS sebagai bisnis cloud yang tumbuh cepat dengan margin tinggi. Untuk memahami perbandingan ini, investor bisa merujuk pada konsep price earning ratio.
Analisis Saham AMZN: Faktor Pendukung dan Risiko
Faktor Pendukung
- Menurut Trefis, pendapatan AWS tumbuh 36,7% pada kuartal II 2026, percepatan pertumbuhan untuk kuartal kelima berturut-turut.
- Dalam panggilan Juli, Amazon memproyeksikan laba operasional kuartal III sebesar $22,5 miliar hingga $26,5 miliar, menurut Trefis.
- Insider Monkey mencatat AWS sebagai bisnis cloud berpertumbuhan cepat dan bermargin tinggi di dalam Amazon.
Risiko
- Manajemen menaikkan estimasi belanja modal 2026 menjadi sekitar $220 miliar dari sekitar $200 miliar, menurut Trefis.
- Persaingan di perangkat rumah pintar bertambah setelah Apple merilis lini barunya, seperti dilaporkan Barron's.
- Trefis mencatat imbal hasil AMZN dalam dua belas bulan terakhir tertinggal dari indeks S&P 500.
Trefis memperkirakan Amazon merilis laporan kuartal III 2026 pada atau sekitar 29 Oktober 2026. Tanggal ini masih estimasi dan belum dikonfirmasi perusahaan.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.












