Saham Apple (AAPL) Naik 0,1%, Ini Sentimennya (14 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Apple (AAPL) Naik 0,1%, Ini Sentimennya (14 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Apple (AAPL) naik 0,09% ke $341,27 pada sesi 13 Oktober 2026, setelah sempat menyentuh level tertinggi 52 minggu di $348,15.
  • Media keuangan mengaitkan reli awal sesi dengan peluncuran hub rumah pintar HomeView dan lini produk rumah baru Apple.
  • Kenaikan memudar menjelang penutupan, dengan kapitalisasi pasar Apple di $4,98 triliun, tepat di bawah $5 triliun.

Gotrade News - Saham Apple (AAPL) naik tipis 0,09% dan ditutup di $341,27 pada sesi Selasa, 13 Oktober 2026 waktu New York. Saham Apple naik di hari yang sama ketika perusahaan meluncurkan hub rumah pintar HomeView, yang oleh media keuangan dikaitkan dengan lonjakan saham ke rekor tertinggi sepanjang masa di awal sesi.

Data Perdagangan Saham AAPL

DataNilai
Harga penutupan$341,27
Perubahan+$0,30 (+0,09%)
Penutupan sebelumnya$340,97
Harga pembukaan$344,67
Rentang harian$340,74 hingga $348,15
Volume38,9 juta saham
Rata-rata volume 30 hari40,3 juta saham
Rentang 52 minggu$243,42 hingga $348,15
Kapitalisasi pasar$4,98 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 6.113.000 per saham (kurs Rp 17.913 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Kurs Rp 17.913 per dolar AS: Yahoo Finance, 13 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga AAPL terkini di halaman harga saham Apple (AAPL) hari ini.

Baca juga: Saham Chip Asia Rontok: SK Hynix Anjlok 11%, Kospi Turun 8%

Pergerakan Saham AAPL Sepanjang Sesi

Saham Apple dibuka di $344,67, lalu bergerak dalam rentang $340,74 hingga $348,15. Level $348,15 tersebut juga menjadi titik tertinggi 52 minggu, sehingga saham sempat mencetak all time high baru sebelum aksi jual menekan harga. Pada penutupan, saham hanya berada $0,53 di atas level terendah harian, atau 1,98% di bawah puncak 52 minggu dan 40,20% di atas level terendah 52 minggu di $243,42.

Volume perdagangan tercatat 38,9 juta saham, 3,30% di bawah rata-rata 40,3 juta saham. Dengan penutupan ini, kapitalisasi pasar Apple berada di $4,98 triliun, tepat di bawah ambang $5 triliun.

Kinerja Apple lebih baik dibanding indeks utama. Nasdaq Composite turun 0,15% ke 27.204,38, S&P 500 melemah 0,02% ke 7.805,45, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,35% ke 51.670,10, sehingga Apple unggul 0,24 poin persentase atas Nasdaq. Di antara raksasa teknologi, Microsoft (MSFT) naik 0,43% dan Alphabet menguat 0,30%, sedangkan Amazon (AMZN) turun 0,37%. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun pada sesi yang sama turun 2,3 basis poin ke 5,22%.

Baca juga: Gotrade Daily: Laba TSMC Melesat, Pasar Cerna Inflasi Panas

Kenapa Saham Apple Naik?

Pemicu utama yang disorot media adalah acara peluncuran produk rumah pintar Apple pada 13 Oktober 2026. Menurut Investor's Business Daily, Apple masuk ke pasar rumah pintar lewat acara yang dipimpin oleh HomeView, hub pengendali perangkat rumah. Dilansir Moby, Apple juga memperkenalkan TV 4K baru dan HomePod generasi berikutnya, sementara HomeView dilengkapi layar sentuh 7 inci, kontrol suara, dan kamera yang mengenali hingga enam orang untuk menyesuaikan Siri bagi tiap pengguna.

Moby mengaitkan reli ke rekor tertinggi dengan respons Wall Street terhadap pengumuman tersebut. Media yang sama mencatat kapitalisasi pasar Apple sempat menembus $5 triliun sekitar sebulan setelah John Ternus mengambil alih posisi CEO, sosok yang dinilai lebih berorientasi pada perangkat keras dibanding Tim Cook. Namun, kenaikan itu memudar menjelang penutupan sehingga saham hanya naik tipis.

Di sisi hukum, melansir TechCrunch, Hakim Distrik AS Edward Davila memerintahkan OpenAI menyerahkan dokumen wawancara dengan mantan karyawan Apple dalam gugatan rahasia dagang yang diajukan Apple pada Juli 2026. Hakim juga menyetujui deposisi tiga pihak, termasuk chief hardware officer OpenAI, Tang Yew Tan, tetapi menolak sejumlah permintaan Apple yang lebih luas.

Analisis Saham AAPL: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Lini rumah pintar baru memperluas ekosistem Apple: menurut Moby, HomeView terhubung dengan perangkat Apple dan Home Collection yang mencakup kamera, bel pintu video, kunci pintar, serta termostat dari LG dan Schneider Electric.
  • Saham sempat menyentuh level tertinggi 52 minggu di $348,15 dan ditutup mengungguli Nasdaq sebesar 0,24 poin persentase.
  • Putusan pengadilan memberi Apple akses ke dokumen wawancara OpenAI dalam kasus rahasia dagangnya, menurut TechCrunch.

Risiko

  • Moby mempertanyakan apakah produk baru akan laku, mengingat konsumen AS makin khawatir soal pengawasan dan privasi.
  • Saham ditutup hanya $0,53 di atas level terendah harian dengan volume 3,30% di bawah rata-rata, tanda kenaikan awal sesi tidak bertahan.
  • Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun masih berada di 5,22%, level yang menjadi latar bagi valuasi saham teknologi.
  • Sebagian permintaan Apple dalam gugatan terhadap OpenAI ditolak, sehingga proses hukum masih berlanjut, menurut TechCrunch.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku