Saham IBM Naik 3,9%, Ini Sentimennya (22 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham IBM Naik 3,9%, Ini Sentimennya (22 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham IBM naik 3,94% ke $251,46 pada sesi 21 Oktober 2026, lebih besar dari kenaikan Nasdaq Composite 1,05%.
  • Menurut TipRanks, kenaikan terjadi menjelang laporan kuartal ketiga 2026 yang dirilis IBM setelah bursa tutup.
  • Rilis IBM mencatat pendapatan $17,1 miliar, naik 5%, dengan segmen Software tumbuh 8% ke $7,8 miliar.

Gotrade News - Saham IBM naik 3,94% dan ditutup di $251,46 pada sesi Rabu, 21 Oktober 2026 waktu New York, atau Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB. Menurut TipRanks, kenaikan saham IBM ini terjadi menjelang laporan kinerja kuartal ketiga 2026 yang dirilis perusahaan setelah bursa tutup.

Data Perdagangan Saham IBM

DataNilai
Harga penutupan$251,46
Perubahan+$9,54 (+3,94%)
Penutupan sebelumnya$241,92
Rentang harian$240,62 hingga $251,75
Volume9,1 juta saham
Rata-rata volume 30 hari5,7 juta saham
Rentang 52 minggu$199,19 hingga $332,46
Kapitalisasi pasar$236,9 miliar
Setara dalam rupiahsekitar Rp 4.523.000 per saham (kurs Rp 17.985 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Kurs Rp 17.985 per dolar AS: Yahoo Finance, 21 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga IBM terkini di halaman harga saham IBM (IBM) hari ini.

Baca juga: Saham Netflix (NFLX) Turun 5,3%, Ini Sentimennya (22 Oktober 2026)

Pergerakan Saham IBM Sepanjang Sesi

IBM menutup sesi $10,84 di atas level terendah hariannya dan dekat level tertinggi sesi di $251,75. Volume perdagangan tercatat 58,43% di atas rata-rata 30 hari, tanda aktivitas yang jauh lebih ramai dari biasanya menjelang rilis laporan.

Kenaikan itu lebih besar dari pergerakan indeks utama Wall Street. Nasdaq Composite naik 1,05% ke 26.702,86, S&P 500 menguat 0,58% ke 7.757,17, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,69% ke 52.856,09, sehingga IBM mengungguli Nasdaq Composite sebesar 2,89 poin persentase.

Di antara sesama pemain perangkat lunak korporasi, Microsoft (MSFT) hanya naik 0,20% ke $532,95, sementara Oracle (ORCL) turun 1,53% ke $129,13. Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 2,9 basis poin ke 5,15% pada sesi yang sama.

Baca juga: Saham Apple (AAPL) Naik 1,3%, Ini Sentimennya (22 Oktober 2026)

Meski menguat, saham IBM masih 24,36% di bawah level tertinggi 52 minggu dan 26,24% di atas level terendah 52 minggu.

Kenapa Saham IBM Naik?

Sumber yang kami baca tidak menyebut pemicu khusus dari perusahaan untuk kenaikan selama jam perdagangan reguler, karena IBM baru merilis laporannya setelah bursa tutup. Melansir TipRanks, Daniel Morgan dari Synovus Trust menilai sulit menemukan katalis kuat sebelum laporan keluar, sementara Brent Thill dari Jefferies menyebut ekspektasi pasar jauh lebih rendah menjelang laporan kuartal ketiga.

TipRanks juga mencatat investor masih memulihkan diri dari laporan kuartal kedua yang dirilis lebih awal pada 14 Juli, ketika saham IBM anjlok 25% dalam sehari, sesi terburuknya sepanjang sejarah.

Setelah penutupan, siaran pers IBM yang dilampirkan pada formulir 8-K di SEC melaporkan pendapatan kuartal ketiga $17,1 miliar, naik 5% atau 6% dengan kurs konstan. Laba per saham operasional (non-GAAP) mencapai $2,95, naik 11%, sementara segmen Software tumbuh 8% ke $7,8 miliar dan Infrastructure naik 4% ke $3,7 miliar. Menurut Stocktwits, angka tersebut melampaui perkiraan rata-rata analis sebesar $16,83 miliar untuk pendapatan dan $2,86 untuk laba per saham.

Stocktwits juga melaporkan IBM berhasil menutup sekitar dua pertiga kesepakatan mainframe dan perangkat lunak terkait yang tertunda dari kuartal-kuartal sebelumnya, merujuk pada keterangan CFO Jim Kavanaugh. Menurut CEO Arvind Krishna dalam rilis perusahaan, eksekusi yang disiplin sepanjang kuartal mendorong percepatan pertumbuhan pendapatan dan arus kas bebas yang kuat.

Analisis Saham IBM: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Software, segmen terbesar IBM, tumbuh 8% ke $7,8 miliar, dengan Hybrid Cloud (Red Hat) naik 11% dan Data naik 19%, menurut rilis IBM.
  • Arus kas bebas kuartal ketiga mencapai $3,0 miliar, naik $0,7 miliar, dan IBM kini memperkirakan arus kas bebas setahun penuh naik lebih dari $1 miliar dibanding tahun lalu sambil mempertahankan target pertumbuhan pendapatan 4% hingga 5% dengan kurs konstan.
  • Distributed Infrastructure naik 31%, mendorong Hybrid Infrastructure tumbuh 8%, menurut rilis IBM.

Risiko

  • Consulting stagnan di $5,3 miliar (naik 2% dengan kurs konstan), dan lini Automation di segmen Software turun 3%.
  • Pendapatan IBM Z, lini mainframe perusahaan, turun 20% dibanding tahun lalu.
  • Total utang naik $2,6 miliar sejak awal tahun ke $63,8 miliar, sementara kas dan surat berharga turun $3,4 miliar dari akhir 2025 ke $11,1 miliar setelah IBM mengucurkan $11,4 miliar untuk akuisisi tahun ini.

Agenda terdekat yang sudah dikonfirmasi adalah pembayaran dividen $1,69 per saham pada 10 Desember 2026 bagi pemegang saham yang tercatat pada 10 November 2026, menurut rilis IBM.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku