Saham Apple (AAPL) Naik 1,3%, Ini Sentimennya (22 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Apple (AAPL) Naik 1,3%, Ini Sentimennya (22 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Apple (AAPL) naik 1,32% ke $343,99 pada sesi Rabu, 21 Oktober 2026, mengungguli Nasdaq Composite yang naik 1,05%.
  • Media keuangan tidak menyebut pemicu khusus, sementara Apple menyatakan stok iPhone Duo bagi pembeli langsung di toko terbatas menjelang peluncuran 23 Oktober 2026.
  • Saham AAPL ditutup 1,19% di bawah level tertinggi 52 minggu, dengan laporan kuartal fiskal keempat dijadwalkan pada 2 November 2026.

Gotrade News - Saham Apple (AAPL) ditutup menguat $4,49 atau 1,32% ke $343,99 pada sesi Rabu, 21 Oktober 2026 waktu New York, atau Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB. Saham Apple naik lebih tinggi dari Nasdaq Composite, sementara media keuangan tidak menyebut satu pemicu khusus dan menyoroti pernyataan Apple soal stok iPhone Duo yang terbatas menjelang peluncurannya pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Data Perdagangan Saham AAPL

DataNilai
Harga penutupan$343,99
Perubahan+$4,49 (+1,32%)
Penutupan sebelumnya$339,50
Rentang harian$338,83 hingga $345,25
Volume35,4 juta saham
Rata-rata volume 30 hari40,9 juta saham
Rentang 52 minggu$243,42 hingga $348,15
Kapitalisasi pasar$5,02 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 6.187.000 per saham (kurs Rp 17.985 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Kurs Rp 17.985 per dolar AS: Yahoo Finance, 21 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga AAPL terkini di halaman harga saham Apple (AAPL) hari ini.

Baca juga: Saham IBM Naik 3,9%, Ini Sentimennya (22 Oktober 2026)

Pergerakan Saham AAPL Sepanjang Sesi

Sepanjang sesi, saham AAPL bergerak di rentang $338,83 hingga $345,25. Saham ini ditutup $5,16 di atas level terendah hariannya dan tidak jauh dari level tertinggi harian.

Volume perdagangan tercatat 35,4 juta saham, atau 13,52% di bawah rata-rata 40,9 juta saham. Artinya, kenaikan ini terjadi dengan aktivitas transaksi yang lebih sepi dari biasanya.

Kenaikan AAPL mengungguli Nasdaq Composite yang naik 1,05% ke 26.702,86, dengan selisih +0,27 poin persentase. S&P 500 naik 0,58% ke 7.757,17 dan Dow Jones Industrial Average naik 0,69% ke 52.856,09, meski imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 2,9 basis poin ke 5,15%.

Baca juga: Saham Netflix (NFLX) Turun 5,3%, Ini Sentimennya (22 Oktober 2026)

Di antara saham teknologi besar, Nvidia (NVDA) naik 2,54% dan Microsoft (MSFT) naik 0,20%, sedangkan Alphabet (GOOGL) turun 1,62%. Dekat level tertinggi 52 minggu, saham AAPL ditutup 1,19% di bawah puncak 52 minggu di $348,15 dan 41,32% di atas level terendah 52 minggu di $243,42, dengan kapitalisasi pasar $5,02 triliun.

Kenapa Saham Apple Naik?

Tidak ada sumber yang kami baca yang secara spesifik menyebut pemicu kenaikan saham Apple pada Rabu (21/10), sehingga pergerakannya paling jelas terbaca sejalan dengan penguatan Nasdaq Composite dan saham seperti Nvidia. Laporan Stocktwits pada hari itu memuat dua kabar perusahaan dari hari yang sama, tanpa mengaitkannya langsung dengan kenaikan saham.

Pertama, Apple menyatakan pada Rabu (21/10) bahwa Apple Store hanya menyediakan iPhone Duo dalam jumlah terbatas bagi pembeli yang datang langsung saat peluncuran Jumat, 23 Oktober 2026. Dilansir Stocktwits yang mengutip Reuters, Apple menyebut sedang berupaya mengirimkan produk itu ke konsumen secepat mungkin, setelah pemesanan daring habis dalam hitungan menit dan sebagian pengiriman mundur ke Januari 2027.

Kedua, melansir Barchart, Apple dijadwalkan menggelar acara produk kedua bulan ini di Los Angeles pada 28 Oktober dengan tajuk "Pro and tell". Barchart menulis acara itu diperkirakan menghadirkan MacBook Pro layar sentuh pertama, iMac baru, dan iPad Mini.

Kenaikan ini datang sehari setelah revisi pandangan Loop Capital terhadap saham Apple pada Selasa (20/10), menurut Stocktwits.

Analisis Saham AAPL: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Permintaan iPhone Duo kuat di jalur daring: pemesanan habis dalam hitungan menit dan sebagian pengiriman bergeser ke Januari 2027, menurut Stocktwits.
  • Pada kuartal fiskal ketiga, pendapatan Apple naik 16% secara tahunan menjadi $109,4 miliar dan laba per saham naik 29% ke $2,02, melampaui konsensus $1,89, menurut Barchart.
  • Apple dan Meta mengumumkan kemitraan pada 15 Oktober, di mana model Muse Spark Open milik Meta berjalan di Mac Studio dengan Apple Silicon, menurut Barchart.

Risiko

  • Morgan Stanley memperkirakan panduan pendapatan kuartal Desember tumbuh satu digit rendah hingga menengah secara tahunan, sedikit di bawah estimasi Wall Street, dengan pendapatan iPhone dan margin kotor kuartal itu juga sedikit di bawah perkiraan pasar, menurut Stocktwits.
  • Loop Capital, menurut TheFly yang dikutip Stocktwits, menyebut Apple memangkas rencana pengiriman iPhone untuk kuartal September dan Desember sebesar 10%. Angka ini merupakan klaim analis, bukan pernyataan Apple.
  • Melansir Unchained, otoritas jasa keuangan Astana (AFSA) di Kazakhstan menyatakan akan mengirim perintah pengadilan kepada operator Apple App Store dan Google Play untuk membatasi akses ke enam platform kripto di wilayah AIFC.

Agenda terdekat berikutnya adalah laporan kinerja kuartal fiskal keempat Apple pada 2 November 2026, menurut Stocktwits.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku