Saham Netflix (NFLX) Turun 5,3%, Ini Sentimennya (22 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Netflix (NFLX) Turun 5,3%, Ini Sentimennya (22 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Netflix (NFLX) turun 5,31% ke $65,04 pada sesi 21 Oktober 2026, sementara Nasdaq Composite naik 1,05%.
  • Netflix memangkas perkiraan pendapatan iklan 2026 menjadi sekitar $2,7 miliar dari sekitar $3 miliar karena peluncuran sebagian kemampuan produk iklan lebih lambat dari perkiraan.
  • Saham sempat menyentuh $64,10, level terendah 52 minggu, dengan volume 175,96% di atas rata-rata.

Gotrade News - Saham Netflix (NFLX) ditutup di $65,04 pada Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB), melemah $3,65 atau 5,31% dari penutupan sebelumnya. Saham Netflix turun setelah perusahaan memangkas perkiraan pendapatan iklan 2026 menjadi sekitar $2,7 miliar dari sekitar $3 miliar dalam surat pemegang saham kuartal III Netflix, langkah yang dikaitkan media keuangan dengan pelemahan tersebut.

Data Perdagangan Saham NFLX

DataNilai
Harga penutupan$65,04
Perubahan-$3,65 (-5,31%)
Penutupan sebelumnya$68,69
Rentang harian$64,10 hingga $67,12
Volume100,9 juta saham
Rata-rata volume 30 hari36,6 juta saham
Rentang 52 minggu$64,10 hingga $116,73
Kapitalisasi pasar$267,1 miliar
Setara dalam rupiahsekitar Rp 1.170.000 per saham (kurs Rp 17.985 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Kurs Rp 17.985 per dolar AS: Yahoo Finance, 21 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga NFLX terkini di halaman harga saham Netflix (NFLX) hari ini.

Baca juga: Saham IBM Naik 3,9%, Ini Sentimennya (22 Oktober 2026)

Pergerakan Saham NFLX Sepanjang Sesi

Sepanjang sesi, NFLX sempat menyentuh $64,10, yang sekaligus menjadi level terendah 52 minggu. Melansir BeInCrypto, level tersebut merupakan yang terendah bagi saham Netflix sejak Agustus 2024. Saham ditutup dekat titik terendah harian, hanya $0,94 di atasnya.

Aktivitas perdagangan meningkat tajam. Volume perdagangan mencapai 100,9 juta saham, atau 175,96% di atas rata-rata 36,6 juta saham.

Pelemahan NFLX berlawanan dengan arah pasar. Pada sesi yang sama, Nasdaq Composite naik 1,05% ke 26.702,86, S&P 500 naik 0,58% ke 7.757,17, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,69% ke 52.856,09. Kinerja NFLX tertinggal 6,36 poin persentase dari Nasdaq. Di antara saham teknologi besar lain, Alphabet (GOOGL) turun 1,62%, sedangkan Meta Platforms (META) naik 0,47%.

Baca juga: Saham Apple (AAPL) Naik 1,3%, Ini Sentimennya (22 Oktober 2026)

Setelah penurunan ini, NFLX berada 44,28% di bawah level tertinggi 52 minggu dan hanya 1,47% di atas level terendah 52 minggu.

Kenapa Saham Netflix Turun?

Media keuangan mengaitkan penurunan ini dengan panduan perusahaan, bukan hasil kuartal III. Dalam surat pemegang saham tertanggal 20 Oktober 2026, Netflix menyatakan kini memperkirakan pendapatan iklan 2026 sekitar $2,7 miliar, turun dari sekitar $3 miliar, karena peluncuran sebagian kemampuan produk iklan sedikit lebih lambat dari perkiraan.

Menurut Motley Fool, saham Netflix turun lebih dari 5% pada Rabu setelah pemangkasan proyeksi iklan tersebut, dan investor tampak lebih fokus pada panduan perusahaan. BeInCrypto mencatat proyeksi laba per saham kuartal IV sebesar $0,67 berada di bawah konsensus $0,73.

Untuk kuartal IV, Netflix memperkirakan pendapatan $13,4 miliar atau tumbuh 12% secara tahunan, dengan margin operasi 26,0% yang sudah memasukkan dampak negatif sekitar 120 basis poin dari pengurangan karyawan yang baru diumumkan. Motley Fool, mengutip CNBC, melaporkan pengurangan tersebut mencakup sekitar 6% tenaga kerja Netflix.

Analisis Saham NFLX: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Menurut Netflix, hasil laporan kuartal III sesuai perkiraan perusahaan: pendapatan tumbuh 12% menjadi $12,9 miliar, dan laba per saham dilusian mencapai $0,87 dibanding $0,59 setahun sebelumnya. Menurut BeInCrypto yang mengutip Reuters, angka itu di atas estimasi analis $0,82.
  • Netflix menyebut pertumbuhan pendapatan langganan melampaui ekspektasinya, sementara churn secara global dan di AS membaik secara tahunan dan lebih baik dari perkiraan.
  • Untuk 2026, Netflix memperkirakan pendapatan $51,1 miliar atau tumbuh 13%, dengan margin operasi 31,5% dibanding 29,5% pada 2025.
  • Netflix berencana membawa paket berlangganan dengan iklan ke 15 negara baru pada 2027, dimulai Maret 2027.

Risiko

  • Target pendapatan iklan, lini yang disebut Motley Fool makin penting bagi Netflix, dipangkas karena peluncuran sebagian kemampuan produk iklan lebih lambat dari perkiraan.
  • Netflix menyebut margin operasi kuartal III sebesar 34,6% melampaui perkiraan terutama karena waktu pengakuan beban, sementara margin kuartal IV diproyeksikan 26,0%.
  • Data firma analitik langganan Antenna yang dikutip BeInCrypto tidak mencatat penambahan pelanggan bersih bulanan di AS sepanjang 2026 hingga September, meski Netflix membantah data tersebut.
  • Menurut BeInCrypto, persaingan memperebutkan waktu tonton dari YouTube dan TikTok semakin ketat.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku