Saham Tesla (TSLA) Naik 3,4%, Ini Sentimennya (22 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Tesla (TSLA) Naik 3,4%, Ini Sentimennya (22 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Tesla (TSLA) naik 3,41% ke $386,47 pada sesi 21 Oktober 2026, mengungguli Nasdaq Composite yang naik 1,05%.
  • Kenaikan dikaitkan dengan pengungkapan Elon Musk bahwa dewan Tesla dan SpaceX membentuk komite untuk mengkaji kemungkinan merger, menurut TheStreet.
  • Setelah bursa tutup, Tesla melaporkan laba bersih GAAP kuartal III turun menjadi $787 juta, sementara arus kas bebas positif $1,5 miliar.

Gotrade News - Saham Tesla (TSLA) ditutup di $386,47 pada sesi Rabu, 21 Oktober 2026 waktu New York, naik $12,76 (+3,41%) dari penutupan sebelumnya. Saham Tesla naik setelah Elon Musk mengungkapkan bahwa dewan direksi Tesla dan SpaceX masing-masing membentuk komite untuk mengkaji kemungkinan penggabungan kedua perusahaan, menurut TheStreet.

Data Perdagangan Saham TSLA

DataNilai
Harga penutupan$386,47
Perubahan+$12,76 (+3,41%)
Penutupan sebelumnya$373,71
Rentang harian$380,51 hingga $388,84
Volume48,9 juta saham
Rata-rata volume 30 hari34,6 juta saham
Rentang 52 minggu$297,38 hingga $498,83
Kapitalisasi pasar$1,53 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 6.951.000 per saham (kurs Rp 17.985 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Kurs Rp 17.985 per dolar AS: Yahoo Finance, 21 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga TSLA terkini di halaman harga saham Tesla (TSLA) hari ini.

Baca juga: Saham IBM Naik 3,9%, Ini Sentimennya (22 Oktober 2026)

Pergerakan Saham TSLA Sepanjang Sesi

TSLA ditutup $5,96 di atas level terendah hariannya, dekat batas atas rentang perdagangan hari itu. Volume perdagangan tercatat 41,18% di atas rata-rata, tanda aktivitas transaksi yang jauh lebih ramai dari biasanya.

Kenaikan ini melampaui pasar secara umum. Nasdaq Composite naik 1,05% ke 26.702,86, S&P 500 naik 0,58% ke 7.757,17, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,69% ke 52.856,09, sehingga TSLA mengungguli Nasdaq sebesar 2,36 poin persentase. Di kelompok saham teknologi, Nvidia (NVDA) naik 2,54% dan saham AMD naik 3,36%.

Meski menguat, TSLA masih berada 22,52% di bawah level tertinggi 52 minggu dan 29,96% di atas level terendah 52 minggu.

Baca juga: Saham Netflix (NFLX) Turun 5,3%, Ini Sentimennya (22 Oktober 2026)

Kenapa Saham Tesla Naik?

Media keuangan mengaitkan kenaikan TSLA pada 21 Oktober dengan kabar rencana penggabungan Tesla dan SpaceX. Menurut TheStreet, Musk, yang menjabat CEO di kedua perusahaan, mengungkapkan dalam sesi tanya jawab panggilan laporan keuangan kuartal III SpaceX bahwa dewan direksi kedua perusahaan telah membentuk komite terpisah untuk mengkaji kemungkinan merger. Musk menilai penggabungan itu punya banyak manfaat, sementara saham SpaceX ikut melonjak 7,8% pada hari yang sama, menurut media tersebut.

Dilansir AFP, komite itu beranggotakan direktur independen di masing-masing perusahaan. Musk juga menyatakan komite belum menyepakati syarat apa pun dan tidak ada jaminan kesepakatan akan tercapai.

Kenaikan ini terjadi sebelum Tesla merilis laporan keuangan kuartal III setelah bursa tutup. Menurut laporan pembaruan kuartal III 2026 yang Tesla serahkan ke SEC pada 21 Oktober 2026, pendapatan total mencapai $28.046 juta, nyaris sama dengan $28.095 juta pada kuartal III 2025, sementara laba bersih GAAP turun menjadi $787 juta dari $1.373 juta setahun sebelumnya.

Analisis Saham TSLA: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Arus kas bebas Tesla positif $1,5 miliar pada kuartal III, dan kas serta investasinya naik $1,9 miliar, menurut laporan perusahaan ke SEC.
  • Laba per saham non-GAAP sebesar $0,48 berada di atas perkiraan $0,45, menurut Stocktwits.
  • Menurut Tesla, layanan Robotaxi dengan Cybercab mulai berjalan di Austin sejak 3 September, dan jarak tempuh Robotaxi tanpa pengawasan tumbuh delapan kali lipat dibanding kuartal sebelumnya.

Risiko

  • Laba bersih kuartal III turun 42,7% dibanding periode yang sama tahun lalu, menurut AFP, dan pendapatan $28 miliar berada di bawah perkiraan analis $28,3 miliar, menurut Stocktwits.
  • Belanja modal tetap besar. Tesla menurunkan proyeksi belanja modal 2026 menjadi sekitar $20 miliar dari lebih dari $25 miliar, tetapi angka itu masih lebih dari dua kali lipat anggaran 2025 sebesar $8,5 miliar, menurut AFP.
  • Stocktwits melaporkan saham TSLA berbalik melemah di perdagangan setelah jam bursa saat panggilan laporan keuangan berlangsung, usai pemangkasan proyeksi belanja modal dan paparan Musk bahwa peningkatan produksi robot Optimus butuh setidaknya sekitar satu tahun.
  • Rencana merger belum pasti. Komite belum menyepakati syarat, dan menurut TheStreet kesepakatan semacam itu masih harus melewati pengawasan regulator dan politik.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku