Saham Intel (INTC) Turun 28,6% Usai Laporan Kuartal III (2 November 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Intel (INTC) Turun 28,6% Usai Laporan Kuartal III (2 November 2026)

Ringkasan

  • Saham Intel (INTC) turun 28,58% ke $65,76 pada sesi 30 Oktober 2026, jauh lebih dalam dari Nasdaq Composite yang turun 2,86%.
  • Intel memproyeksikan pendapatan kuartal IV $15 miliar hingga $16 miliar, di bawah perkiraan analis $17,1 miliar menurut CNBC, di tengah perlambatan PC dan penghentian fab di Israel.
  • Pendapatan kuartal III naik 21% menjadi $16,5 miliar, tetapi manajemen memperkirakan perlambatan PC berlanjut setidaknya hingga paruh pertama tahun depan.

Gotrade News - Saham Intel (INTC) turun 28,58% ke $65,76 pada penutupan sesi Jumat, 30 Oktober 2026 waktu New York (Sabtu, 31 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Menurut CNBC, saham Intel turun paling dalam dalam sehari sejak 1970-an, setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartal IV di bawah perkiraan analis bersama laporan kuartal III yang dirilis sehari sebelumnya.

Data Perdagangan Saham INTC

DataNilai
Harga penutupan$65,76
Perubahan-$26,31 (-28,58%)
Penutupan sebelumnya$92,07
Harga pembukaan$68,36
Rentang harian$63,20 hingga $68,77
Volume455,6 juta saham
Rata-rata volume 30 hari104,8 juta saham
Rentang 52 minggu$32,89 hingga $142,35
Kapitalisasi pasar$349,5 miliar
Setara dalam rupiahsekitar Rp 1.188.000 per saham (kurs Rp 18.070 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Sabtu, 31 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 31 Oktober 2025. Kurs Rp 18.070 per dolar AS: Yahoo Finance, 30 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga INTC terkini di halaman harga saham Intel (INTC) hari ini.

Baca juga: AMD Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $13,4 Miliar

Pergerakan Saham INTC Sepanjang Sesi

Saham INTC dibuka di $68,36, jauh di bawah penutupan sebelumnya di $92,07, dan sepanjang sesi tidak kembali mendekati level tersebut. Harga bergerak di rentang $63,20 hingga $68,77 sebelum ditutup $2,56 di atas level terendah harian. Volume perdagangan mencapai 455,6 juta saham, atau 334,63% di atas rata-rata 104,8 juta saham.

Penurunan Intel jauh lebih dalam dari pasar. Nasdaq Composite turun 2,86% ke 25.437,00, S&P 500 melemah 1,82% ke 7.580,07, dan Dow Jones Industrial Average turun 1,09% ke 51.770,31, sehingga INTC tertinggal 25,72 poin persentase dari Nasdaq. Saham chip lain ikut tertekan: AMD turun 10,88%, TSMC (TSM) turun 5,95%, dan Nvidia (NVDA) turun 4,22%. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 6,0 basis poin ke 4,93%.

Dengan penutupan ini, saham INTC berada 53,80% di bawah level tertinggi 52 minggu di $142,35 dan 99,94% di atas level terendah 52 minggu di $32,89. Menurut CNBC, penurunan ini juga memangkas nilai kepemilikan sekitar 10% pemerintah AS di Intel sekitar $12 miliar.

Baca juga: Booking Holdings Rilis Laba Kuartal III 2026, EPS Disesuaikan $4,66

Kenapa Saham Intel Turun?

Menurut rilis resmi Intel pada 29 Oktober 2026, perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartal IV sebesar $15 miliar hingga $16 miliar, dengan laba per saham (EPS) non-GAAP $0,25 dan margin kotor GAAP 37,1%, turun dari 43,0% pada kuartal III. Seperti dilaporkan CNBC, analis memperkirakan pendapatan $17,1 miliar dan EPS 43 sen menurut data LSEG.

Rilis yang sama mencatat pendapatan segmen Client Computing and Physical AI Group turun 5% menjadi $8,1 miliar. CFO David Zinsner mengatakan perusahaan melihat perlambatan pasar PC berlanjut setidaknya hingga paruh pertama tahun depan. Dilansir TechCrunch, CEO Lip-Bu Tan menyebut pelanggan mulai memberi sinyal perlambatan PC karena harga dan ketersediaan memori, seiring industri AI menyerap memori dan komponen lain.

Tekanan ketiga datang dari gangguan produksi. Seperti dilaporkan CNBC, ledakan di salah satu fab Intel di Israel pada awal Oktober menewaskan dua pekerja dan memicu penghentian operasional yang panjang, yang memengaruhi pengiriman chip 10 nanometer. Proyeksi Intel memperhitungkan kehilangan pendapatan sekitar $600 juta selama dua kuartal akibat insiden tersebut.

Analisis Saham INTC: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Menurut rilis Intel, pendapatan kuartal III 2026 naik 21% menjadi $16,5 miliar dan EPS non-GAAP naik 126% menjadi $0,52, dengan pendapatan, margin kotor, dan EPS di atas panduan perusahaan.
  • Pendapatan segmen Data Center and AI naik 78% menjadi $7,3 miliar, dan menurut Lip-Bu Tan permintaan CPU Intel tetap kuat meski industri PC menghadapi tekanan jangka pendek.
  • Pendapatan Intel Foundry naik 58% menjadi $6,7 miliar. Menurut CNBC, Intel sudah memproduksi chip 18A dalam volume tinggi di fab baru di Arizona, dan Tan mengatakan beberapa pelanggan akan siap diumumkan dalam dua kuartal ke depan.

Risiko

  • Proyeksi kuartal IV menunjukkan pendapatan $15 miliar hingga $16 miliar dan margin kotor GAAP 37,1%, keduanya lebih rendah dari realisasi kuartal III.
  • Manajemen memperkirakan perlambatan PC berlanjut setidaknya hingga paruh pertama tahun depan, sementara pendapatan segmen klien sudah turun 5% secara tahunan.
  • Menurut CNBC, Intel belum memiliki pelanggan eksternal untuk chip barunya, dan penghentian fab di Israel memangkas pendapatan sekitar $600 juta selama dua kuartal.
  • Pergerakan harga tetap lebar: saham INTC kini berada 53,80% di bawah level tertinggi 52 minggu.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku