Saham Intel (INTC) Turun 3,6% ke $92,07 (30 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Intel (INTC) Turun 3,6% ke $92,07 (30 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Intel (INTC) turun 3,62% ke $92,07 pada sesi 29 Oktober 2026, lebih dalam dari Nasdaq Composite yang melemah 1,38%.
  • Sumber yang tersedia tidak menyebut pemicu khusus dari Intel untuk penurunan sesi reguler, karena laporan kuartal III baru dirilis setelah bursa tutup.
  • Intel memproyeksikan pendapatan kuartal IV $15,0 miliar hingga $16,0 miliar, dan Stocktwits melaporkan saham kembali tertekan setelah jam bursa.

Gotrade News - Saham Intel turun 3,62% ke $92,07 pada sesi Kamis, 29 Oktober 2026 waktu New York, yang ditutup Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB. Saham Intel turun lebih dalam dari Nasdaq Composite, dan belum ada sumber yang menyebut pemicu khusus dari perusahaan untuk pelemahan selama sesi reguler itu, karena Intel baru merilis laporan keuangan kuartal III 2026 setelah bursa tutup.

Data Perdagangan Saham INTC

DataNilai
Harga penutupan$92,07
Perubahan-$3,46 (-3,62%)
Penutupan sebelumnya$95,53
Rentang harian$90,84 hingga $93,50
Volume134,2 juta saham
Rata-rata volume 30 hari105,3 juta saham
Setara dalam rupiahsekitar Rp 1.663.000 per saham (kurs Rp 18.065 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Kurs Rp 18.065 per dolar AS: Yahoo Finance, 29 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga INTC terkini di halaman harga saham Intel (INTC) hari ini.

Baca juga: Resmed Rilis Laba Kuartal I Fiskal 2027, Pendapatan $1,4 Miliar

Pergerakan Saham INTC Sepanjang Sesi

Sepanjang sesi, saham INTC bergerak di rentang $90,84 hingga $93,50 dan ditutup $1,23 di atas level terendah harian. Volume perdagangan mencapai 134,2 juta saham, 27,36% di atas rata-rata 105,3 juta saham, sehingga pelemahan ini berlangsung dengan transaksi yang lebih ramai dari biasanya. Dalam rupiah, satu saham INTC setara Rp 1.663.000 dengan kurs Rp 18.065 per dolar AS.

Pelemahan INTC 2,24 poin persentase lebih dalam dibanding Nasdaq Composite yang turun 1,38% ke 26.184,72. Pada sesi yang sama, S&P 500 melemah 0,30% ke 7.720,39, Dow Jones Industrial Average turun 0,25% ke 52.342,56, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 5,6 basis poin ke 4,99%.

Saham chip lain juga ditutup melemah. AMD turun 2,08%, Micron (MU) turun 4,98%, dan Marvell (MRVL) turun 13,24%.

Baca juga: Illumina Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $1,13 Miliar

Kenapa Saham Intel Turun?

Sumber yang tersedia tidak menyebut pemicu khusus dari Intel untuk penurunan selama sesi reguler, sehingga pergerakan itu terjadi bersamaan dengan pelemahan Nasdaq dan saham chip di atas. Hasil kuartalan Intel baru keluar pada Kamis (29/10) setelah bursa tutup, jadi belum tercermin pada harga penutupan $92,07.

Menurut rilis resmi Intel kepada SEC, pendapatan kuartal III 2026 mencapai $16,5 miliar, naik 21% secara tahunan, dengan laba per saham non-GAAP $0,52. Untuk kuartal IV 2026, Intel memproyeksikan pendapatan $15,0 miliar hingga $16,0 miliar dan laba per saham non-GAAP $0,25.

Dilansir Stocktwits, saham Intel kembali tertekan dalam perdagangan setelah jam bursa setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan dan laba kuartal IV yang lebih lemah dari perkiraan, dengan menyebut penjualan PC yang lesu dan kendala pasokan. Melansir MarketBeat, CFO David Zinsner memperkirakan koreksi persediaan PC akan membebani kuartal IV dan kuartal I, dan mungkin berlanjut hingga kuartal II.

Analisis Saham INTC: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Pendapatan segmen Data Center and AI (DCAI) naik 78% secara tahunan menjadi $7,3 miliar pada kuartal III 2026, menurut rilis Intel.
  • Zinsner menyatakan pendapatan, margin kotor dan laba per saham kuartal III melampaui panduan perusahaan, dengan margin kotor non-GAAP 44,1%.
  • Menurut MarketBeat, CEO Lip-Bu Tan menyebut permintaan produk pusat data masih melebihi pasokan dan menyinggung kesepakatan dengan Oracle Cloud Infrastructure.

Risiko

  • Proyeksi kuartal IV berada di bawah capaian kuartal III: margin kotor non-GAAP 38,0% dibanding 44,1%, dan laba per saham non-GAAP $0,25 dibanding $0,52.
  • MarketBeat melaporkan Intel memperkirakan pendapatan segmen klien turun lebih dari 20% secara kuartalan pada kuartal IV, serta pasar unit PC turun sekitar 12% pada 2026 dan sekitar 10% pada 2027.
  • Kecelakaan di Fab 28 Israel diperkirakan memangkas pendapatan kuartal IV sekitar $300 juta, dan Zinsner menyebut 2027 sebagai tahun investasi dengan belanja modal naik tajam tanpa arus kas bebas positif, menurut MarketBeat.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku