Saham Microsoft (MSFT) Naik 6,7% Seiring Penguatan Big Tech (5 November 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Microsoft (MSFT) Naik 6,7% Seiring Penguatan Big Tech (5 November 2026)

Ringkasan

  • Saham Microsoft (MSFT) ditutup naik 6,68% ke $555,80 pada sesi 4 November 2026 waktu New York.
  • Menurut Reuters, saham raksasa teknologi menguat setelah Partai Demokrat menyapu bersih pemilu sela AS, termasuk kemenangan kandidat yang menentang pusat data di Texas.
  • Kenaikan ini 5,24 poin persentase lebih besar dari Nasdaq Composite, sementara saham chip seperti Nvidia melemah.

Gotrade News - Saham Microsoft (MSFT) ditutup di $555,80 pada sesi Rabu, 4 November 2026 waktu New York, atau Kamis, 5 November 2026 pukul 04.00 WIB, menguat $34,81 atau 6,68% dari penutupan sebelumnya. Saham Microsoft naik bersama saham raksasa teknologi lain setelah Partai Demokrat menyapu bersih pemilu sela AS, menurut Reuters.

Data Perdagangan Saham MSFT

DataNilai
Harga penutupan$555,80
Perubahan+$34,81 (+6,68%)
Penutupan sebelumnya$520,99
Harga pembukaan$543,70
Rentang harian$542,34 hingga $559,15
Volume50,8 juta saham
Rata-rata volume 30 hari22,5 juta saham
Rentang 52 minggu$349,20 hingga $559,15
Kapitalisasi pasar$4,13 triliun

Data penutupan sesi reguler Rabu, 4 November 2026 pukul 16.00 waktu New York (Kamis, 5 November 2026 pukul 04.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 5 November 2025. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga MSFT terkini di halaman harga saham Microsoft (MSFT) hari ini.

Baca juga: Amcor Rilis Laba Kuartal, Penjualan Bersih Capai $6.129 Juta

Pergerakan Saham MSFT Sepanjang Sesi

Saham Microsoft dibuka di $543,70, di atas penutupan sebelumnya di $520,99, lalu bergerak di rentang $542,34 hingga $559,15. Saham ditutup $13,46 di atas level terendah harian, dan level tertinggi harian $559,15 sekaligus menjadi level tertinggi 52 minggu. Dengan penutupan ini, saham berada 0,60% di bawah level tertinggi 52 minggu dan 59,16% di atas level terendah 52 minggu di $349,20. Melansir Yahoo Finance, penguatan di awal sesi membawa saham Microsoft ke rekor harga tertinggi baru atau all time high.

Volume perdagangan mencapai 50,8 juta saham, 125,78% di atas rata-rata 22,5 juta saham. Kenaikan saham Microsoft 5,24 poin persentase lebih besar dari Nasdaq Composite, yang naik 1,44% ke 25.736,51. S&P 500 menguat 1,58% ke 7.688,62 dan Dow Jones Industrial Average naik 3,03% ke 53.356,12, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 5,8 basis poin ke 4,89%.

Di antara saham teknologi besar, Amazon (AMZN) naik 6,12% dan Apple (AAPL) naik 5,31%. Sebaliknya, saham chip melemah, termasuk Nvidia (NVDA) yang turun 3,17%.

Baca juga: Expedia Group Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan Tumbuh 12%

Kenapa Saham Microsoft Naik?

Sumber yang dirujuk artikel ini tidak mencatat pengumuman khusus dari Microsoft pada sesi ini, dan media keuangan mengaitkan kenaikannya dengan hasil pemilu sela AS. Menurut Reuters, saham raksasa teknologi AS menguat pada Rabu setelah kemenangan telak Partai Demokrat, termasuk kandidat yang menentang pusat data di Texas. Investor bertaruh kemungkinan pembatasan pembangunan pusat data baru akan memperkuat posisi pemilik kapasitas komputasi yang sudah ada sekaligus meredakan tekanan arus kas.

"Hyperscaler (perusahaan teknologi besar) sudah memiliki pusat data, jadi aset itu sekarang lebih bernilai." Art Hogan, Kepala Strategi Pasar B. Riley Wealth, kepada Reuters

Dan Ives dari Yorkville Ives menyebut Texas, tempat sekitar 25% hingga 30% kapasitas pusat data akan dibangun, sebagai kekhawatiran terbesar investor teknologi malam itu. Menurut Ives, pembangunan kini akan berjalan lebih terukur, yang kemungkinan dipandang baik oleh banyak investor. Dilansir SiliconANGLE, Partai Demokrat memenangkan kedua kamar Kongres dengan kampanye yang menekankan pembatasan pusat data, dan pemilih menyetujui 40 usulan pemungutan suara untuk memblokir atau membatasi proyek infrastruktur AI. Sejumlah analis dalam laporan itu menilai pembatasan baru akan membuat infrastruktur komputasi lebih langka.

Analisis Saham MSFT: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Menurut rilis resmi Microsoft pada 28 Oktober 2026, pendapatan Microsoft Cloud pada kuartal I tahun fiskal 2027 mencapai $63,9 miliar, naik 30%, sementara pendapatan Azure tumbuh 48%.
  • Reuters mencatat Microsoft menjadi pengecualian di tengah tekanan arus kas raksasa teknologi akibat belanja AI, dengan arus kas $18,6 miliar.

Risiko

  • Hogan juga mengingatkan kemungkinan perlambatan atau hambatan dalam pembangunan pusat data ke depan.
  • Reli ini datang setelah beberapa hari aksi jual yang dipicu kekhawatiran atas melonjaknya biaya AI, menurut Reuters, sementara raksasa teknologi berencana membelanjakan lebih dari $740 miliar tahun ini, naik dari sekitar $400 miliar tahun lalu.
  • SiliconANGLE menulis bahwa dampak hasil pemilu sela terhadap rencana pembangunan infrastruktur AI perusahaan teknologi besar masih belum jelas.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku