Saham Meta Turun 1,6%, Ini Sentimennya (21 Oktober 2026)

Ringkasan
- Saham Meta Platforms (META) turun 1,59% ke $694,25 pada sesi 20 Oktober 2026, sementara Nasdaq Composite hanya turun 0,02%.
- Pelemahan terjadi sehari sebelum Meta merilis laporan kinerja kuartal III 2026 setelah penutupan pasar Rabu, 21 Oktober 2026.
- Media keuangan menyoroti proyeksi belanja modal 2026 Meta sebesar $130 miliar hingga $145 miliar, sementara arus kas bebas kuartal II hanya $784 juta.
Gotrade News - Saham Meta Platforms (META) ditutup di $694,25, melemah $11,19 atau 1,59%, pada sesi Selasa, 20 Oktober 2026 waktu New York, yang berakhir Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB. Saham Meta turun sehari sebelum perusahaan merilis laporan kinerja kuartal III 2026, dan media keuangan menempatkan pelemahan ini dalam konteks penantian laporan tersebut serta besarnya belanja modal untuk kecerdasan buatan (AI).
Data Perdagangan Saham META
| Data | Nilai |
|---|---|
| Harga penutupan | $694,25 |
| Perubahan | -$11,19 (-1,59%) |
| Penutupan sebelumnya | $705,44 |
| Harga pembukaan | $694,98 |
| Rentang harian | $681,05 hingga $696,51 |
| Volume | 17,0 juta saham |
| Rata-rata volume 30 hari | 21,5 juta saham |
| Rentang 52 minggu | $520,26 hingga $779,82 |
| Setara dalam rupiah | sekitar Rp 12.525.000 per saham (kurs Rp 18.041 per dolar AS) |
Data penutupan sesi reguler Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Kurs Rp 18.041 per dolar AS: Yahoo Finance, 20 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.
Pantau pergerakan harga META terkini di halaman harga saham Meta (META) hari ini.
Pergerakan Saham META Sepanjang Sesi
Meta dibuka di $694,98, sudah di bawah penutupan sebelumnya di $705,44, lalu bergerak di rentang $681,05 hingga $696,51. Saham ini mengakhiri sesi $13,20 di atas level terendah hariannya. Volume perdagangan tercatat 17,0 juta saham, 21,08% di bawah rata-rata 21,5 juta saham, sehingga pelemahan terjadi dengan aktivitas yang lebih sepi dari biasanya.
Nasdaq Composite hanya turun 0,02% ke 26.424,82, S&P 500 naik 0,28% ke 7.712,57, dan Dow Jones Industrial Average menguat 1,02% ke 52.495,88. Dibandingkan Nasdaq, Meta melemah 1,57 poin persentase lebih dalam.
Di antara saham teknologi besar, Alphabet (GOOGL) turun 1,13% dan Apple melemah 1,00%, sedangkan Microsoft (MSFT) terkoreksi 0,31% dan Amazon (AMZN) naik 0,07%. Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 1,9 basis poin ke 5,12% pada sesi yang sama.
Dengan penutupan ini, saham Meta berada 10,97% di bawah level tertinggi 52 minggunya dan 33,44% di atas level terendah 52 minggunya.
Kenapa Saham Meta Turun?
Sumber-sumber yang dihimpun tidak menyebut pengumuman khusus dari Meta sebagai pemicu pelemahan ini. Menurut pengumuman resmi Meta tertanggal 12 Oktober 2026, perusahaan merilis hasil kuartal III 2026 setelah penutupan pasar Rabu, 21 Oktober 2026, disusul conference call pukul 16.30 waktu New York.
Dalam laporan kinerja kuartal II 2026 yang dirilis 29 Juli 2026, Meta memperkirakan pendapatan kuartal III di kisaran $61 miliar hingga $64 miliar. Melansir GuruFocus, yang menyoroti pelemahan saham Meta menjelang laporan tersebut, konsensus analis versi Reuters berada di $63,42 miliar, hanya $580 juta di bawah batas atas panduan perusahaan.
Belanja modal menjadi sorotan berikutnya. Dalam laporan yang sama, Meta memproyeksikan belanja modal 2026 sebesar $130 miliar hingga $145 miliar, sementara arus kas bebas kuartal II hanya $784 juta. Dilansir Yahoo Finance, belanja modal kuartal III diproyeksikan naik 117% secara tahunan menjadi $41 miliar, dan Meta akan membuka musim laporan kinerja perusahaan teknologi besar bersama Tesla yang melapor pada hari yang sama.
Di luar agenda kinerja, Meta menghadapi sorotan di Brasil. Menurut MT Newswires yang mengutip AFP, Pengadilan Tinggi Pemilu Brasil pada Senin, 19 Oktober 2026, memberi Meta waktu 24 jam untuk menunjukkan kepatuhan terhadap perintah perlakuan setara bagi kedua kubu kampanye, dengan ancaman denda harian sekitar $200.000. Meta menyatakan telah menerapkan langkah untuk mematuhi perintah itu, sementara kubu kampanye Presiden Luiz Inacio Lula da Silva berencana meminta diskualifikasi pesaingnya, Flavio Bolsonaro, atas dugaan campur tangan pemilu yang melibatkan Meta. Belum ada sumber yang mengaitkan kasus ini langsung dengan pergerakan saham.
Analisis Saham META: Faktor Pendukung dan Risiko
Faktor Pendukung
- Pendapatan kuartal II 2026 naik 28% secara tahunan menjadi $60,80 miliar, menurut laporan resmi Meta.
- Rata-rata pengguna harian keluarga aplikasi Meta mencapai 3,60 miliar orang pada Juni 2026, naik 3% secara tahunan.
- Pada kuartal II 2026, tayangan iklan naik 14% dan harga rata-rata per iklan naik 12% secara tahunan.
Risiko
- Belanja modal kuartal II sebesar $31,08 miliar menyerap hampir seluruh arus kas operasional $31,86 miliar, menyisakan arus kas bebas $784 juta.
- Marjin operasional kuartal II turun ke 31% dari 43% setahun sebelumnya, dan laba bersih turun 14% secara tahunan.
- Konsensus pendapatan kuartal III hanya $580 juta di bawah batas atas panduan perusahaan, menurut GuruFocus.
- Pengadilan Tinggi Pemilu Brasil mengancam denda harian sekitar $200.000 terkait perintah perlakuan setara bagi kubu kampanye pemilu.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Sumber
- Meta to Announce Third Quarter 2026 Results (Meta Platforms Investor Relations)
- Meta Reports Second Quarter 2026 Results, Exhibit 99.1 Form 8-K (SEC EDGAR)
- Earnings live updates: All eyes on Musk and Meta as Q3 earnings rev up (Yahoo Finance)
- Meta Stocks Fall Ahead of Earnings With Just $580 Million Revenue Headroom (GuruFocus via TradingView)
- Market Chatter: Lula Campaign Seeks Bolsonaro Disqualification Over Meta Allegations (MT Newswires)
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.












