Saham Nvidia (NVDA) Turun 1,3%, Ini Sentimennya (13 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Nvidia (NVDA) Turun 1,3%, Ini Sentimennya (13 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Nvidia (NVDA) turun 1,29% ke $226,32 pada sesi Senin, 12 Oktober 2026.
  • Media keuangan mengaitkan pelemahan ini dengan rencana Microsoft memperluas chip AI Maia ke skala multi-gigawatt mulai 2027.
  • Saham semikonduktor ikut tertekan, dengan Micron turun 3,88% dan AMD turun 2,28%, sementara Nasdaq Composite turun 0,44%.

Gotrade News - Saham Nvidia turun $2,96 atau 1,29% ke $226,32 pada penutupan sesi Senin, 12 Oktober 2026 waktu New York, atau Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB. Media keuangan mengaitkan pelemahan NVDA dengan pengumuman Microsoft (MSFT) yang akan memperluas chip AI buatannya sendiri, Azure Maia, ke skala multi-gigawatt.

Data Perdagangan Saham NVDA

DataNilai
Harga penutupan$226,32
Perubahan-$2,96 (-1,29%)
Penutupan sebelumnya$229,28
Harga pembukaan$228,73
Rentang harian$224,90 hingga $228,86
Volume70,1 juta saham
Rata-rata volume 30 hari114,5 juta saham
Rentang 52 minggu$164,27 hingga $243,37
Kapitalisasi pasar$5,53 triliun

Data penutupan sesi reguler Senin, 12 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga NVDA terkini di halaman harga saham Nvidia (NVDA) hari ini.

Baca juga: Saham Chip Asia Rontok: SK Hynix Anjlok 11%, Kospi Turun 8%

Pergerakan Saham NVDA Sepanjang Sesi

NVDA dibuka di $228,73, lalu bergerak melemah sepanjang hari dan ditutup hanya $1,42 di atas level terendah hariannya. Penurunan ini terjadi dengan volume perdagangan 70,1 juta saham, sekitar 38,80% di bawah rata-ratanya.

Pelemahan Nvidia lebih dalam dibanding pasar. Nasdaq Composite turun 0,44% ke 27.245,90, sehingga NVDA tertinggal 0,85 poin persentase dari indeks tersebut. S&P 500 hanya turun 0,06% ke 7.807,24, sementara Dow Jones Industrial Average justru naik 0,38% ke 51.850,55.

Tekanan terlihat merata di saham semikonduktor. Micron (MU) turun 3,88%, AMD melemah 2,28%, TSMC turun 1,98% dan Broadcom turun 1,88%. Sebaliknya, saham Microsoft naik 1,14%. Setelah sesi ini, NVDA berada 7,01% di bawah level tertinggi 52 minggu dan 37,77% di atas level terendah 52 minggu.

Baca juga: Gotrade Daily: Laba TSMC Melesat, Pasar Cerna Inflasi Panas

Kenapa Saham Nvidia Turun?

Pemicu utama datang dari Microsoft. Menurut blog resmi Microsoft yang ditulis Executive Vice President Cloud + AI Scott Guthrie pada 12 Oktober 2026, perusahaan akan memperluas Azure Maia ke penerapan multi-gigawatt mulai 2027 dan menjadikannya sistem inferensi utama untuk produk dan layanannya. Microsoft menyebut Maia 200 kini sudah melayani beban kerja produksi, termasuk Microsoft Copilot, sementara Maia 300 diklaim menghasilkan 40% lebih banyak token per megawatt dibanding sistem berbasis GPU terdepan. Blog tersebut tidak menyebut Nvidia secara langsung.

Dilansir FX Leaders, chip Microsoft tersebut menjadi salah satu faktor yang menekan saham Nvidia, bersama kekhawatiran pasar soal infrastruktur AI yang makin bergantung pada pendanaan utang. FX Leaders juga mencatat laporan bahwa Nvidia sedang menimbang untuk mengakuisisi atau menambah investasi di Reflection AI, setelah sebelumnya berinvestasi $800 juta, meski pembicaraan itu masih tahap awal dan belum ada kesepakatan.

Melansir Investor's Business Daily, Micron dan Nvidia memimpin pelemahan saham-saham yang terkait tema AI pada sesi tersebut.

Analisis Saham NVDA: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Menurut FX Leaders, prospek permintaan jangka panjang Nvidia masih didukung oleh kebutuhan komputasi yang terus bertambah.
  • FX Leaders juga mencatat laporan soal potensi paket pendanaan SpaceX senilai $40 miliar untuk GPU Nvidia, yang menunjukkan besarnya kebutuhan modal industri untuk infrastruktur AI.

Risiko

  • Microsoft, yang juga pelanggan Nvidia, menargetkan Maia sebagai sistem inferensi utamanya mulai 2027, sehingga sebagian kebutuhan komputasinya bisa beralih ke chip buatan sendiri.
  • FX Leaders menyoroti ketergantungan industri pada pendanaan utang untuk membangun pusat data, termasuk laporan run rate pendapatan tahunan OpenAI sekitar $50 miliar, yang memunculkan pertanyaan soal keberlanjutan belanja chip.
  • Pelemahan meluas di saham semikonduktor, dengan Micron turun 3,88% dan AMD turun 2,28% pada sesi yang sama.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku