Saham Tesla (TSLA) Turun 0,7%, Ini Sentimennya (14 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Tesla (TSLA) Turun 0,7%, Ini Sentimennya (14 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Tesla (TSLA) turun 0,74% ke $375,23 pada sesi 13 Oktober 2026, lebih dalam dari Nasdaq yang turun 0,15%.
  • Menurut TheStreet, BNP Paribas merevisi pandangannya karena khawatir belanja modal Tesla di atas $25 miliar terus membengkak.
  • Tesla dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal III 2026 pada 21 Oktober 2026.

Gotrade News - Saham Tesla turun 0,74% ke $375,23 pada penutupan sesi Selasa, 13 Oktober 2026 waktu New York, atau Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB. Saham Tesla (TSLA) turun saat BNP Paribas merevisi pandangannya terhadap saham ini karena kekhawatiran soal belanja modal Tesla yang melampaui $25 miliar.

Data Perdagangan Saham TSLA

DataNilai
Harga penutupan$375,23
Perubahan-$2,80 (-0,74%)
Penutupan sebelumnya$378,03
Harga pembukaan$372,33
Rentang harian$371,30 hingga $377,05
Volume18,3 juta saham
Rata-rata volume 30 hari38,0 juta saham
Rentang 52 minggu$297,38 hingga $498,83
Kapitalisasi pasar$1,49 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 6.721.000 per saham (kurs Rp 17.913 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Kurs Rp 17.913 per dolar AS: Yahoo Finance, 13 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga TSLA terkini di halaman harga saham Tesla (TSLA) hari ini.

Baca juga: Saham Chip Asia Rontok: SK Hynix Anjlok 11%, Kospi Turun 8%

Pergerakan Saham TSLA Sepanjang Sesi

TSLA dibuka di $372,33 dan bergerak di rentang $371,30 hingga $377,05. Saham ditutup $3,93 di atas level terendah hariannya, sehingga sebagian tekanan di awal sesi sempat terserap menjelang penutupan.

Aktivitas perdagangan tergolong sepi. Volume tercatat 18,3 juta saham, atau 51,80% di bawah rata-rata 38,0 juta saham, sebuah sinyal yang biasa dibaca lewat cara membaca volume saham.

Penurunan TSLA lebih dalam dibanding pasar. Nasdaq Composite turun 0,15% ke 27.204,38, sehingga TSLA tertinggal 0,59 poin persentase dari indeks tersebut. S&P 500 turun tipis 0,02% ke 7.805,45, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 0,35% ke 51.670,10. Di antara saham teknologi besar, Nvidia (NVDA) naik 0,97%, sedangkan Amazon (AMZN) turun 0,37%.

Baca juga: Gotrade Daily: Laba TSMC Melesat, Pasar Cerna Inflasi Panas

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 2,3 basis poin ke 5,22% pada sesi yang sama. Dari sisi rentang tahunan, TSLA berada 24,78% di bawah level tertinggi 52 minggu di $498,83 dan 26,18% di atas level terendah 52 minggu di $297,38.

Kenapa Saham Tesla Turun?

Melansir TheStreet pada 13 Oktober 2026, BNP Paribas merevisi pandangannya terhadap Tesla karena khawatir belanja modal perusahaan terus membengkak. Di awal 2026, Tesla menaikkan rencana belanja modalnya menjadi di atas $25 miliar untuk AI dan untuk mengubah lini produksi bekas Model S dan Model X menjadi lini robot humanoid Optimus. BNP menyebut arus kas yang terbakar sebagai "reality check" setiap kuartal dan memperkirakan kebutuhan belanja modal serta likuiditas pada 2027 dan 2028 bisa jauh lebih tinggi dari proyeksinya.

BNP juga memangkas estimasi penjualan 2026 sebesar 2% setelah pengiriman kuartal III berada di bawah ekspektasinya. Menurut laporan produksi dan pengiriman Tesla yang dilampirkan di SEC, Tesla mengirim 486.532 kendaraan dan memproduksi 464.391 kendaraan pada kuartal III 2026.

Pandangan analis tidak seragam. Masih menurut TheStreet, Deutsche Bank justru merevisi pandangannya ke arah yang lebih positif karena melihat kekuatan permintaan di Eropa dan China, meski memangkas estimasi laba per saham setahun penuh.

Analisis Saham TSLA: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Dilansir Benzinga, akun resmi Robotaxi Tesla menyebut armada Cybercab di Austin sudah lebih dari 300 unit, naik delapan kali lipat dalam 30 hari.
  • Deutsche Bank, menurut TheStreet, melihat permintaan di Eropa dan China menguat dan memperkirakan permintaan di AS tetap terbatas oleh pasokan.
  • Pengiriman kuartal III 2026 mencapai 486.532 kendaraan, berdasarkan laporan Tesla di SEC.

Risiko

  • Belanja modal di atas $25 miliar, dengan CFO Tesla mengakui arus kas bebas negatif sepanjang sisa tahun, menurut TheStreet.
  • Laba per saham kuartal II 2026 sebesar 33 sen berada di bawah estimasi 55 sen, dan penjualan 2026 berisiko turun untuk tahun ketiga berturut-turut, menurut TheStreet.
  • Menurut GuruFocus, sebagian besar nilai pasar Tesla sekitar $1,5 triliun bergantung pada Optimus dan proyek lain yang belum menghasilkan pendapatan komersial signifikan.

Agenda terdekat adalah laporan keuangan kuartal III 2026 yang dijadwalkan pada Rabu, 21 Oktober 2026, dengan webcast pukul 17.30 waktu New York, berdasarkan laporan Tesla di SEC.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku