SoftBank Lampaui Toyota, Nikkei Tembus 67.000 Berkat AI
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Gotrade News - Reli kecerdasan buatan mengangkat saham Asia ke level rekor pada Senin, dengan SoftBank menyalip Toyota sebagai perusahaan paling bernilai di Jepang. Indeks Nikkei menembus 67.000 untuk pertama kalinya, sementara KOSPI Korea Selatan melonjak hampir 5% ke rekor 8.874,16 poin.
Lonjakan dipicu optimisme atas paparan SoftBank ke chip AI lewat Arm Holdings, ditambah komitmen infrastruktur AI senilai 75 miliar euro di Prancis. Investor melihat permintaan server AI terus meluas ke saham teknologi yang sebelumnya tertinggal.
Poin Utama
Saham SoftBank meroket 13% ke rekor, kapitalisasi pasar tembus 48 triliun yen atau sekitar 305,8 miliar dolar AS.
Nikkei naik 1,1% ke 67.038 dengan SoftBank menyumbang 618 dari total 709 poin kenaikan indeks.
KOSPI cetak rekor baru ditopang Samsung Electronics dan SK Hynix yang melompat hampir 10% ke level tertinggi.
Menurut Investing.com, saham SoftBank melompat lebih dari 13% ke 8.546 yen pada Senin pagi. Kapitalisasi pasarnya mencapai puncak 48 triliun yen, melampaui Toyota yang menyusut ke sekitar 45,7 triliun yen.
Toyota sendiri tertekan 4,8% pada sesi yang sama, menjadikan sektor otomotif salah satu pemberat utama bursa Tokyo. Saham IT Jepang justru memimpin dengan kenaikan 4,3% di antara 33 kelompok industri.
Arm Holdings Jadi Mesin Utama Reli
Reli SoftBank berakar pada kepemilikan sekitar 90% di Arm Holdings (ARM) yang nilainya melebihi tiga kali lipat sepanjang 2026. Pekan lalu, Nvidia (NVDA) memperkenalkan prosesor baru berbasis platform Arm untuk perangkat Windows hasil kolaborasi dengan Microsoft.
Dilansir Reuters, prosesor baru ini berpotensi menghasilkan pendapatan lisensi besar bagi Arm. SoftBank juga membukukan keuntungan tebal dari investasinya di OpenAI dalam beberapa pekan terakhir.
Saham SoftBank tercatat naik lebih dari 80% sejak awal tahun hingga periode laporan ini. Akhir pekan lalu, perusahaan berkomitmen membangun infrastruktur AI di Prancis senilai 87,3 miliar dolar AS selama lima tahun.
"Mengingat ekspektasi permintaan server AI yang terus meluas, minat beli menyebar ke saham AI yang sempat terabaikan," ujar seorang strategist Nomura Securities kepada Reuters. Penyebaran ini menjelaskan kenaikan tajam di nama-nama teknologi Asia di luar pemimpin pasar.
Korea dan Pasar Berkembang Catat Rekor
KOSPI Korea Selatan menjadi bintang regional dengan lonjakan hampir 5% ke rekor 8.874,16 poin. Samsung Electronics dan SK Hynix sama-sama naik mendekati 10% ke rekor, sementara LG Electronics meroket hampir 30% dalam satu sesi.
Melansir Investing.com, kenaikan ditopang permintaan chip memori untuk pusat data AI global. Permintaan ini juga mengangkat valuasi pemain pengecoran chip seperti Taiwan Semiconductor (TSM).
Indeks saham pasar berkembang juga menyentuh rekor tertinggi seiring optimisme AI menggerus kekhawatiran konflik AS-Iran. Mata uang pasar berkembang justru melemah karena harga minyak yang menanjak menekan negara importir energi.
Tidak semua pasar Asia ikut menguat pada Senin ini. Indeks Shanghai Shenzhen CSI 300 turun 1% dan Shanghai Composite melemah 0,4% setelah data PMI manufaktur menunjukkan pendinginan aktivitas pabrik Mei.
Bursa regional mengekor penguatan Wall Street pada Jumat lalu, ditopang data inflasi AS yang sedikit lebih lunak dari ekspektasi. Data ini memunculkan harapan bahwa dampak perang Iran terhadap ekonomi tidak akan separah perkiraan awal.
Bagi investor ritel Indonesia, reli ini menegaskan tema AI tetap menjadi penggerak utama bursa global di paruh kedua 2026. Eksposur via saham AS seperti Nvidia, Arm, dan TSM menawarkan akses langsung ke rantai pasok chip yang menopang lonjakan ini.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.