Gotrade News - SpaceX disebut tengah menyiapkan salah satu IPO terbesar dalam sejarah pasar saham Amerika Serikat. Pertemuan dengan investor dikabarkan dimulai pekan ini, dengan target valuasi yang menembus angka triliunan dolar.
Dilansir The Motley Fool, SpaceX berpotensi mencapai kapitalisasi pasar $1,5 triliun hingga $2 triliun saat melantai. Perdagangan saham perdana disebut bisa dimulai pada 12 Juni mendatang.
Poin Utama
SpaceX mengincar valuasi $1,5 triliun hingga $2 triliun saat IPO.
Morningstar justru menilai SpaceX di bawah $875 miliar, separuh dari target.
Gelombang investasi AI mendorong sederet perusahaan besar menuju bursa.
Menurut The Motley Fool, SpaceX mencatat pendapatan $18,9 miliar tahun lalu namun masih membukukan rugi $4,9 miliar. Arus kas operasi $6,8 miliar pun jauh di bawah belanja modal yang mencapai $20 miliar.
Beban utang juga menjadi sorotan menjelang pencatatan saham perdana ini. SpaceX memikul utang dan sewa pembiayaan $30,3 miliar, termasuk pinjaman jembatan $20 miliar yang jatuh tempo September 2027.
Menurut The Motley Fool, beban bunga tahunan SpaceX mendekati $1,9 miliar. Laporan yang sama mencatat penerbitan saham gabungan $31,9 miliar pada 2024 hingga 2025 yang mengisyaratkan risiko dilusi.
Angka-angka itu menjelaskan mengapa investor menimbang pertumbuhan terhadap arus kas yang terbakar cepat. The Motley Fool menyebut arus kas operasi konsisten berada di bawah kebutuhan modal untuk berekspansi.
Melansir The Tech Buzz, Morningstar menilai SpaceX di bawah $875 miliar atau sekitar separuh dari target IPO $1,75 triliun. Target tersebut bahkan akan melampaui gabungan kapitalisasi pasar Apple, Microsoft (MSFT), dan Nvidia (NVDA).
Morningstar menyebut keunggulan kompetitif unit xAI masih "belum jelas" untuk dinilai. Sementara itu, layanan Starlink kini melayani lebih dari 3 juta pelanggan di 60 negara dengan pertumbuhan yang terus melaju.
Daya tarik SpaceX sebagian datang dari efisiensi biaya peluncuran roketnya. Melansir The Tech Buzz, perusahaan telah memangkas biaya peluncuran sekitar 90% dibanding penyedia layanan antariksa tradisional.
Posisi itu menempatkan SpaceX jauh di atas pemain warisan seperti Boeing (BA) dalam hal struktur biaya. Namun catatan rugi dan beban utang membuat valuasinya tetap menjadi bahan perdebatan investor.
Menurut Reuters, SpaceX bukan satu-satunya raksasa yang menuju bursa di tengah demam AI. Anthropic juga menyiapkan IPO, sementara OpenAI dikabarkan akan menyusul tak lama lagi.
Dilansir Reuters, SpaceX masih harus menjelaskan kerugian dari unit xAI kepada calon investornya. Kehadiran CEO Elon Musk di media sosial juga disebut menjadi faktor yang perlu dikelola selama proses resmi IPO.
Reuters mencatat bahwa investor Wall Street cenderung lebih menyukai angka konkret dan proyeksi keuangan yang meyakinkan. Sebagai pembanding, IPO Tesla pada 2010 sempat melonjak 40% pada hari perdagangan pertamanya.
Dilansir Reuters, sejumlah pengembang chatbot AI juga menghadapi skeptisisme atas kesalahan model yang berulang. Ketegangan itu menjadi inti dari gelombang IPO bertema AI yang kini mulai berbaris.
Bagi investor ritel, pelajarannya adalah memisahkan target valuasi dari estimasi independen. Angka Morningstar yang jauh lebih rendah menunjukkan betapa lebarnya rentang penilaian sebelum satu saham diperdagangkan.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.