Gotrade News - SpaceX dilaporkan menyiapkan IPO yang berpotensi mengumpulkan hingga $80 miliar pada valuasi sekitar $1,75 triliun. Penawaran ini akan menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah pasar modal global jika terealisasi.
Menurut Seeking Alpha, transaksi ini akan menguji selera investor terhadap perusahaan teknologi besar yang lama bertahan sebagai entitas swasta. Bagi pasar saham AS, listing ini berpotensi menghidupkan kembali momentum IPO mega-cap setelah beberapa tahun yang lesu.
Key Takeaways
- SpaceX menargetkan raise hingga $80 miliar dengan valuasi sekitar $1,75 triliun.
- Goldman Sachs ditunjuk sebagai lead left underwriter, didampingi Morgan Stanley dan tiga bank besar lain.
- Pricing dijadwalkan 11 Juni dan listing Nasdaq berkode SPCX pada 12 Juni 2026.
Dilansir Euronews, Goldman Sachs (GS) mengamankan posisi lead left dalam sindikat penjamin emisi. Posisi ini memberi Goldman peran utama dalam menentukan harga saham dan mengkoordinasikan distribusi.
Sindikat juga melibatkan Morgan Stanley, Bank of America, Citigroup, dan JPMorgan Chase sebagai bookrunners pendamping. Total sekitar 16 bank lain dilaporkan ikut dalam syndicate yang lebih luas.
Struktur Penawaran dan Jadwal
Prospektus awal diperkirakan rilis pada 20 Mei waktu AS, dengan roadshow dimulai 4 Juni mendatang. Pricing final saat ini dijadwalkan pada 11 Juni dan listing perdana di Nasdaq pada 12 Juni dengan ticker SPCX.
SpaceX juga mengeksplorasi struktur tidak biasa yang mengalokasikan hingga 30% saham IPO kepada investor ritel. Format itu bisa menjadi preseden baru bagi penawaran mega-cap berikutnya yang masuk ke Wall Street.
Pada spread underwriting 2% saja, total biaya yang dibayar bisa mendekati $1 miliar. Angka tersebut akan menjadi underwriting payday terbesar dalam sejarah IPO pasar modal AS.
Implikasi untuk Sektor Antariksa dan Teknologi
Listing ini berpotensi mengubah valuasi dan momentum sektor dirgantara serta kecerdasan buatan. Pesaing seperti Rocket Lab (RKLB) akan mendapat benchmark baru untuk dinilai oleh investor publik.
Akuisisi xAI pada Februari sebelumnya menempatkan SpaceX pada valuasi $1 triliun. Pendapatan berulang dari Starlink menjadi driver utama yang dilihat analis dalam menilai perusahaan.
Bagi Elon Musk, IPO ini berpotensi menjadikannya triliuner pertama yang tercatat dalam sejarah. Eksposur kekayaan Musk yang sudah besar di Tesla (TSLA) akan bertambah secara signifikan setelah listing.
Melansir Seeking Alpha, ukuran IPO ini akan jauh melampaui rekor Saudi Aramco 2019 sebesar $29,4 miliar. Investor global akan mencermati apakah appetite cukup untuk menyerap supply sebesar ini.
Analis menyoroti pendapatan berlangganan Starlink sebagai komponen valuasi paling stabil yang mendukung angka triliunan dolar tersebut. Bisnis peluncuran roket Falcon juga dinilai memberi premium teknologi yang sulit ditandingi kompetitor publik mana pun saat ini.
Salah satu fitur paling unik dari penawaran ini adalah rencana alokasi hingga 30% saham bagi investor ritel global. Format tersebut jauh lebih tinggi dari rata-rata alokasi ritel pada IPO mega-cap yang biasanya berada di bawah 10%.
Bagi sindikat penjamin emisi global, biaya yang hampir menyentuh $1 miliar menjadi katalis pendapatan jangka pendek yang sangat signifikan. Goldman Sachs khususnya akan mendapat porsi paling besar berkat posisinya sebagai lead left underwriter dalam transaksi ini.












