Suku Bunga Kartu Kredit Terancam Dipangkas Trump, Bank Waspada

Suku Bunga Kartu Kredit Terancam Dipangkas Trump, Bank Waspada

Share this article

Jakarta, Gotrade News - Wall Street mendadak tegang setelah Presiden Donald Trump mengusulkan pembatasan suku bunga kartu kredit. Kebijakan ini dinilai mengancam stabilitas ekonomi dan juga independensi Federal Reserve.


Key Takeaways

  • Trump usulkan batas bunga kartu kredit maksimal 10 persen.

  • Sektor perbankan terancam kehilangan pendapatan 100 miliar dolar AS.

  • Intervensi terhadap Federal Reserve picu kekhawatiran di pasar obligasi.


Baca Juga: Uber dan DoorDash Diduga Pangkas Tip Driver US$550 Juta

Trump berencana membatasi bunga kartu kredit maksimal 10 persen per tahun mulai 20 Januari mendatang. Saat ini rata-rata bunga kartu kredit berkisar antara 19,65 hingga 21,5 persen.

Laporan periset Universitas Vanderbilt menyebutkan pembatasan ini bisa menghilangkan pendapatan bank sekitar 100 miliar dolar AS. Saham American Express Company dan JPMorgan Chase & Co. pun langsung terkoreksi tajam.

Trump juga mendesak pengesahan Credit Card Competition Act untuk memangkas biaya transaksi bagi pedagang. Ia menargetkan peningkatan daya beli konsumen menjelang pemilihan umum paruh waktu mendatang.

CEO JPMorgan Chase & Co., Jamie Dimon, memperingatkan bahwa langkah ini justru dapat membatasi pasokan kredit. Hal ini dinilai merugikan masyarakat yang sangat membutuhkan akses pinjaman mendesak.

Sentimen negatif meluas ke emiten lain seperti Citigroup Inc., Bank of America Corporation, dan Wells Fargo & Company. Investor mengkhawatirkan penurunan laba bersih perbankan secara signifikan jika aturan ini berlaku.

Dampak Terhadap Independensi Federal Reserve

Kekhawatiran juga muncul dari investigasi Departemen Kehakiman terhadap Ketua Fed Jerome Powell. Intervensi politik ini dianggap merusak kepercayaan pasar obligasi terhadap otoritas moneter global.

CEO The Bank of New York Mellon Corporation, Robin Vince, menyatakan serangan ini bisa memicu lonjakan bunga pinjaman. Kepastian pasar terancam jika independensi Fed terus diganggu oleh pihak pemerintah.

Berdasarkan laporan AP News, Trump tetap bersikukuh dengan rencananya meskipun mendapat peringatan keras. Ia menganggap langkah tersebut perlu untuk mengatasi masalah biaya hidup masyarakat Amerika.

Baca Juga: Pendapatan Tarif AS Turun, Sinyal Bahaya Perdagangan?

Wall Street kini bersiap melawan kebijakan tersebut melalui berbagai upaya hukum dan politik. Nasabah serta investor diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas di sektor keuangan pekan ini.

Referensi:


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade