Uber dan DoorDash Diduga Pangkas Tip Driver US$550 Juta

Rendy AndriyantoRendy Andriyanto
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Uber dan DoorDash Diduga Pangkas Tip Driver US$550 Juta

Jakarta, Gotrade News - Laporan Departemen Konsumen dan Pekerja New York (DCWP) menuduh Uber Eats dan DoorDash memanipulasi desain aplikasi untuk mengurangi tip pengemudi. Langkah ini diduga menyebabkan kerugian gratifikasi hingga lebih dari US$550 juta bagi para mitra.


Key Takeaways:

  • Desain antarmuka aplikasi diduga sengaja mempersulit pelanggan memberi tip.

  • Tip rata-rata merosot tajam dari US$2,17 menjadi hanya US$0,76 per pesanan.

  • Risiko denda besar membayangi operasional perusahaan akibat pelanggaran aturan baru.


Baca Juga: Pendapatan Tarif AS Turun, Sinyal Bahaya Perdagangan?

Baca juga: IHSG Melemah 0,76% di Sesi I ke 6.484,92, Asing Net Sell Saham Bank (BMRI, BBRI, BBNI)

Setiap pengemudi diperkirakan kehilangan pendapatan tahunan sekitar US$5.800 akibat skema tersebut. Hal ini disampaikan secara eksplisit oleh Komisaris DCWP, Samuel A. A. Levine.

Aturan perlindungan pekerja yang baru kini mewajibkan aplikasi menawarkan opsi tip minimal 10 persen. Perusahaan juga dilarang mempersulit proses pemberian tip sebelum atau saat pemesanan berlangsung.

Dampak Regulasi Bagi Investor

Konflik hukum ini menjadi sentimen yang perlu diwaspadai bagi pemegang saham Uber Technologies, Inc. dan DoorDash, Inc.. Tekanan regulasi di New York seringkali menjadi preseden bagi kebijakan serupa di negara bagian lain.

Baca juga: Gotrade Daily: Saham AI Melemah, Yield & Minyak Naik

Studi DCWP menemukan bahwa pemberian tip menurun drastis segera setelah perubahan antarmuka dilakukan. Nilai tip rata-rata turun menjadi US$0,76 dibandingkan US$2,17 pada aplikasi pesaing lainnya.

Head of North American Policy DoorDash, John Horton, menyatakan bahwa klaim DCWP sepenuhnya tidak benar. Ia menegaskan pengemudi di New York sudah mendapatkan upah rata-rata US$30 per jam.

Menurut pihak DoorDash, memindahkan opsi tip ke setelah pembayaran bukan merupakan tindakan ilegal. Perusahaan mengklaim langkah ini mengikuti saran teknis dari studi otoritas sebelumnya.

Horton juga menilai upaya pemerintah New York ini justru membebani konsumen dengan biaya tambahan. Ia berpendapat pemberian tip seharusnya menjadi pilihan bebas pelanggan, bukan tekanan politik.

Laporan dari Seeking Alpha menyebutkan bahwa Uber Eats belum memberikan respons resmi atas tuduhan ini. Kurangnya klarifikasi dapat memperpanjang ketidakpastian pasar terhadap kepatuhan hukum perusahaan tersebut.

Baca Juga: Trump Restui Ekspor Chip Nvidia H200 ke China

Jika terbukti melanggar, kedua perusahaan menghadapi konsekuensi administratif yang sangat signifikan mulai bulan ini. Hal ini mencakup denda materiil dan kewajiban mendesain ulang sistem pembayaran mereka.

Referensi:


Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Rendy Andriyanto
Ditulis oleh
Rendy Andriyanto

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku