Gotrade News - Iran telah menekan India dua kali dalam sepuluh hari terakhir, mendorong BRICS untuk mengambil sikap dalam konflik Iran-AS-Israel. Telepon antara kedua negara pada 21/03 menggarisbawahi risiko energi global di Selat Hormuz yang telah terblokade oleh Iran. Hal ini menambah beban kredibilitas BRICS, terutama dengan India sebagai kepala blok saat ini, untuk mengambil langkah nyata.
Key Takeaways:
- BRICS diharapkan berperan dalam konflik Iran-AS-Israel.
- Risiko energi global meningkat seiring ketegangan di Selat Hormuz.
- India dihadapkan pada pilihan sulit antara Iran dan AS.
Permintaan Iran untuk peran BRICS dalam konflik ini mencakup usulan kerangka keamanan Asia Barat. Hal ini, menurut Pezeshkian, akan meningkatkan kredibilitas BRICS di panggung internasional. Dengan dua anggotanya, Rusia dan India, berada di sisi berbeda dari AS, India menegaskan posisi netral dengan mendesak pembukaan jalur pelayaran dan mengutuk serangan infrastruktur tanpa menyebutkan AS atau Israel.
Harga minyak Brent yang sekarang mencapai $112,19 per barel mencatat kenaikan tertinggi sejak perang Iran BRICS dimulai pada 28 Februari lalu. India, yang mengimpor 18% minyaknya melalui Teluk, menghadapi dilema. Hubungan dengan Iran penting, namun koneksi dengan Amerika Serikat juga sangat esensial.
Ketidakpastian ini membuat kredibilitas BRICS menjadi faktor penting dalam kestabilan ekonomi global, terutama menyangkut suplai energi yang terancam. Seiring intensifikasi serangan Israel, kekuatan BRICS dalam memfasilitasi solusi damai bisa ditegakkan atau malah melemah di bawah tekanan konflik Iran BRICS yang kian membara.
Referensi:
- Watcher Guru, BRICS Credibility Tested: India Pressured by Iran to Act on Conflict. Diakses 23 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












