The Fed Tahan Bunga 3,5%-3,75% Imbas Konflik Timur Tengah

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
The Fed Tahan Bunga 3,5%-3,75% Imbas Konflik Timur Tengah

Share this article

Gotrade News - Federal Reserve memutuskan menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5% sampai 3,75% pada Rabu (30/04). Keputusan ini diambil setelah voting Komite Pasar Terbuka Federal yang ketat dengan hasil 8 berbanding 4.

Ketegangan di Timur Tengah dan tekanan harga energi global menjadi alasan utama The Fed bersikap menahan diri. Empat anggota komite menyatakan dissenting opinion, jumlah perbedaan suara terbanyak sejak Oktober 1992.


Key Takeaways

  • The Fed pertahankan suku bunga di 3,5%-3,75% akibat tekanan inflasi dari lonjakan harga energi global terbaru.
  • Empat dissenter mencatatkan perpecahan internal terbesar di FOMC sejak Oktober 1992 dengan dinamika hawkish dan dovish.
  • Harga minyak WTI melonjak 7,17% ke 107,16 dolar AS per barel, memperpanjang risiko inflasi dalam jangka pendek.

Menurut Bloomberg Technoz, tiga gubernur regional menentang keputusan ini. Beth Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie Logan menjadi dissenter utama bersama Wakil Gubernur Stephen Miran.

Stephen Miran sebenarnya mendorong pemangkasan 25 basis poin sebagai jalan pelonggaran. Sikap dovish tersebut bertentangan dengan tiga koleganya yang justru menolak bias pelonggaran dalam pernyataan resmi.

The Fed menyebut perkembangan di Timur Tengah meningkatkan ketidakpastian ekonomi secara signifikan. Pernyataan resmi juga menyoroti laju kenaikan lapangan kerja yang tetap rendah sepanjang beberapa bulan terakhir.

Inflasi diakui masih tinggi dan sebagian dipicu oleh kenaikan harga energi global terbaru. Faktor ini membuat ruang pemangkasan suku bunga semakin sempit di tengah mandat ganda The Fed.

Dilansir Liputan6, harga minyak melonjak tajam usai laporan blokade Iran. WTI naik 7,17% ke 107,16 dolar AS per barel sementara Brent menguat 6,78% ke 118,80 dolar AS per barel.

Wall Street bergerak beragam dengan Dow Jones turun 280,12 poin atau 0,57% ke 48.861,81. Indeks S&P 500 koreksi tipis 0,04% ke 7.135,95 sedangkan Nasdaq menguat tipis 0,04% ke 24.673,24.

Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan harga minyak tinggi akan mendorong inflasi naik dalam jangka pendek. Powell juga menyebut biaya bahan bakar akan terus tinggi selama Selat Hormuz tetap tertutup.

Empat raksasa Magnificent Seven dijadwalkan rilis laporan keuangan setelah penutupan pasar pada hari yang sama. Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft menjadi pusat perhatian investor di sesi tersebut.

Saham semikonduktor mencatat kinerja gemilang di tengah sentimen makro yang campur aduk. Seagate Technology naik lebih dari 11% sementara NXP Semiconductors melonjak lebih dari 25% setelah laporan laba mengalahkan ekspektasi pasar.

Konferensi pers ini menjadi yang terakhir bagi Powell sebelum Kevin Warsh menjabat sebagai Ketua The Fed pada 15 Mei 2026. Powell akan tetap menjabat sebagai gubernur namun dengan profil yang lebih rendah ke depan.

Sources

Bloomberg Technoz, Poin-poin Penting dalam Keputusan The Fed untuk Tahan Suku Bunga, 2026. Liputan6, Wall Street Beragam Usai The Fed Tahan Suku Bunga, 2026. Metro TV News, Fed Masih Tahan Suku Bunga di Tengah Tekanan Harga Energi, 2026.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade