Trump Restui Ekspor Chip Nvidia H200 ke China

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Trump Restui Ekspor Chip Nvidia H200 ke China

Share this article

Jakarta, Gotrade News - Pemerintah Amerika Serikat resmi memberikan izin ekspor chip kecerdasan buatan Nvidia H200 ke pasar China. Langkah ini menandai pergeseran besar kebijakan perdagangan teknologi antara kedua negara.


Key Takeaways

  • Nvidia H200 resmi dikirim ke China dengan syarat kuota tertentu.

Baca juga: Gotrade Daily: Google Goyah, FedEx Lapor Malam Ini
  • Pemerintah AS akan memungut biaya 25 persen dari setiap penjualan.

  • Pesanan dari China mencapai 2 juta unit meski stok terbatas.


  • Baca Juga: Perseteruan Trump dan Dimon Soal Independensi Fed

    Baca juga: Outlook Saham AS: PCE, Micron & Fed Hawkish Pekan Ini

    Chip H200 merupakan prosesor AI paling kuat kedua milik Nvidia. Keputusan ini menyusul pengumuman Presiden Donald Trump mengenai kesepakatan dagang baru tersebut.

    Menurut laporan Reuters, perusahaan teknologi China telah memesan lebih dari 2 juta unit chip ini. Harga satu unit prosesor canggih tersebut diperkirakan mencapai 27.000 dolar AS.

    Penjualan ini tetap mewajibkan Nvidia memastikan pasokan domestik Amerika Serikat terpenuhi terlebih dahulu. China juga tidak boleh menerima lebih dari setengah total jumlah penjualan ke pelanggan Amerika.

    Laboratorium pihak ketiga akan menguji kemampuan teknis setiap chip sebelum pengiriman dilakukan. Aturan baru ini bertujuan memastikan teknologi tersebut tidak digunakan untuk keperluan militer Beijing.

    Berdasarkan informasi dari BBC, administrasi Trump akan memungut biaya sebesar 25 persen dari transaksi ini. Dana tersebut akan langsung masuk ke kas pemerintah federal Amerika Serikat.

    Penasihat AI Gedung Putih David Sacks menilai langkah ini akan menghambat perkembangan pesaing lokal China. Strategi tersebut dirancang agar perusahaan seperti Huawei tetap bergantung pada teknologi buatan Amerika.

    Namun kebijakan ini menuai kritik tajam dari kelompok garis keras di Washington. Mereka khawatir ekspor tersebut justru mempercepat kemajuan militer China dalam bidang kecerdasan buatan.

    Jensen Huang selaku CEO Nvidia terus melobi pemerintah agar membuka akses pasar China. Ia berpendapat bahwa dominasi pasar global sangat krusial bagi daya saing Amerika.

    Baca Juga: Netflix Bidik Warner Bros Pakai Tunai, Apa Efeknya?

    Sementara itu chip Blackwell yang lebih canggih tetap dilarang untuk dijual ke China. AMD juga diperkirakan akan mengikuti langkah serupa di bawah regulasi ekspor yang sama.

    Referensi:


    Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

    Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


    Artikel terkait

    Dipercaya

    lebih dari

    1M+

    Trader di Indonesia 🌏

    Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

    Gotrade terdaftar & diawasi

    KominfoOJKSOCFintech Indonesia

    Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

     

    Benzinga Global Fintech Awards 2024
    Five Star Award 2024
    Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
    Highest Combined 2022
    Mockup Two Phones

    Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

    #ReadyGoTrade

    Gotrade Green Logo Top Left
    AppLogo

    Gotrade