Jakarta, Gotrade News - Pemerintah Amerika Serikat resmi memberikan izin ekspor chip kecerdasan buatan Nvidia H200 ke pasar China. Langkah ini menandai pergeseran besar kebijakan perdagangan teknologi antara kedua negara.
Key Takeaways
Nvidia H200 resmi dikirim ke China dengan syarat kuota tertentu.
Chip H200 merupakan prosesor AI paling kuat kedua milik Nvidia. Keputusan ini menyusul pengumuman Presiden Donald Trump mengenai kesepakatan dagang baru tersebut.
Menurut laporan Reuters, perusahaan teknologi China telah memesan lebih dari 2 juta unit chip ini. Harga satu unit prosesor canggih tersebut diperkirakan mencapai 27.000 dolar AS.
Penjualan ini tetap mewajibkan Nvidia memastikan pasokan domestik Amerika Serikat terpenuhi terlebih dahulu. China juga tidak boleh menerima lebih dari setengah total jumlah penjualan ke pelanggan Amerika.
Laboratorium pihak ketiga akan menguji kemampuan teknis setiap chip sebelum pengiriman dilakukan. Aturan baru ini bertujuan memastikan teknologi tersebut tidak digunakan untuk keperluan militer Beijing.
Berdasarkan informasi dari BBC, administrasi Trump akan memungut biaya sebesar 25 persen dari transaksi ini. Dana tersebut akan langsung masuk ke kas pemerintah federal Amerika Serikat.
Penasihat AI Gedung Putih David Sacks menilai langkah ini akan menghambat perkembangan pesaing lokal China. Strategi tersebut dirancang agar perusahaan seperti Huawei tetap bergantung pada teknologi buatan Amerika.
Namun kebijakan ini menuai kritik tajam dari kelompok garis keras di Washington. Mereka khawatir ekspor tersebut justru mempercepat kemajuan militer China dalam bidang kecerdasan buatan.
Jensen Huang selaku CEO Nvidia terus melobi pemerintah agar membuka akses pasar China. Ia berpendapat bahwa dominasi pasar global sangat krusial bagi daya saing Amerika.
Sementara itu chip Blackwell yang lebih canggih tetap dilarang untuk dijual ke China. AMD juga diperkirakan akan mengikuti langkah serupa di bawah regulasi ekspor yang sama.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.