Gotrade News - Harga minyak turun tajam pada Senin seiring sinyal diplomatik antara Washington dan Teheran memunculkan optimisme baru. Minyak Brent turun 1,5% ke $97,90 per barel sementara minyak mentah AS melemah 2,3% ke $96,78 per barel, menurut laporan Investing.com.
Indeks dolar merosot ke level terendah 1,5 bulan di angka 98,298 seiring berkurangnya permintaan aset aman. Poundsterling naik ke puncak enam minggu di $1,3521 terhadap dolar, sementara euro menguat tipis 0,1% ke $1,1769.
Key Takeaways:
- Minyak Brent turun 1,5% dan minyak mentah AS turun 2,3% seiring diplomasi mengurangi kekhawatiran pasokan
- Pasar prediksi kripto di Polymarket kini menempatkan peluang 47% Iran menghentikan pengayaan uranium hingga akhir 2026
- Indeks dolar menyentuh level terendah 1,5 bulan seiring sentimen risiko membaik di seluruh pasar global
Pasar prediksi di Polymarket mematok probabilitas 41% Iran menghentikan pengayaan uranium pada Juni 2026, melonjak dari hanya 20% sehari sebelumnya. Peluang hingga akhir 2026 mencapai 47%, kenaikan 14 poin persentase yang didorong volume taruhan lebih dari $1 juta, menurut laporan Benzinga.
Pergerakan tajam di pasar prediksi kripto dipicu laporan New York Times bahwa Iran memberi sinyal kesediaan untuk menangguhkan aktivitas nuklirnya. Teheran mengajukan jeda pengayaan selama lima tahun, namun pemerintahan Trump menolak tawaran itu dan menuntut penghentian selama dua puluh tahun.
Wakil Presiden JD Vance menyatakan terobosan diplomatik dengan Iran "masih dalam jangkauan, namun hanya jika Teheran setuju dengan tuntutan inti Washington." Presiden Trump secara terpisah menyebut Iran "sangat ingin membuat kesepakatan," sambil menegaskan posisi AS bahwa perjanjian senjata nuklir apa pun tidak dapat diterima.
Seorang analis Saxo mengingatkan bahwa "pasar memperdagangkan harapan, bukan resolusi," memperingatkan lingkungan yang "volatil dan didorong oleh berita utama." Meski ketidakpastian diplomatik masih ada, indeks MSCI Asia-Pasifik naik hampir 2% dan Nikkei Jepang menguat lebih dari 2% pada Senin.
Futures SPY naik 0,04% sementara futures QQQ menguat 0,2%, mencerminkan optimisme terukur daripada euforia. Saham energi termasuk XOM dan CVX mendapat tekanan seiring harga minyak mundur dari level tertinggi baru-baru ini.
Data pengapalan menunjukkan kapal tanker minyak China melewati Selat Hormuz meski ada blokade militer AS, menegaskan taruhan geopolitik yang nyata dari kebuntuan ini. Pembicaraan damai akhir pekan sebelumnya gagal, namun Washington dan Teheran sama-sama membuka pintu untuk dialog lebih lanjut, menurut Investing.com.
Penurunan harga minyak mencerminkan betapa cepatnya pasar energi mengubah harga ketika risiko geopolitik mereda, meski hanya sedikit. Bagi investor, lingkungan saat ini menguntungkan mereka yang dapat memisahkan volatilitas berita jangka pendek dari fundamental penawaran-permintaan jangka panjang.
Gotrade memudahkan Anda bergerak cepat merespons perubahan makro, baik melalui eksposur energi lewat XOM maupun pemulihan pasar yang lebih luas via SPY. Unduh aplikasi Gotrade dan posisikan diri Anda seiring situasi Iran berkembang.
Katalis penting berikutnya adalah apakah pembicaraan nuklir formal akan dijadwalkan dalam beberapa minggu ke depan. Jika peluang pasar prediksi mendekati 50% terwujud menjadi perjanjian formal, harga minyak dapat menghadapi tekanan turun yang berkelanjutan hingga pertengahan 2026.
Sources:












