Gotrade News - Indeks Wall Street ditutup di rekor tertinggi pada perdagangan Rabu (06/05) didorong harapan damai Amerika Serikat dengan Iran. Bursa berjangka Asia ikut menguat dan momentum global ini relevan bagi investor Indonesia yang memantau pasar AS.
Mengutip Katadata, indeks S&P 500 naik 1,46% ke 7.365,12 sementara Nasdaq Composite melompat 2,02% ke 25.838,94. Dow Jones Industrial Average juga menguat 1,24% atau 612 poin ke 49.910,59 dan ketiganya mencatat rekor penutupan baru.
Key Takeaways
- Reli Wall Street dipicu spekulasi kesepakatan damai AS-Iran dan moratorium pengayaan nuklir Tehran
- Saham AI dan semikonduktor memimpin reli dengan AMD melompat hampir 19% setelah panduan kuartal kedua optimistis
- Harga minyak Brent anjlok 7,83% memberi sinyal pelonggaran tekanan inflasi global
Kenaikan dipicu laporan Axios bahwa AS dan Iran mendekati kesepakatan dengan moratorium pengayaan nuklir Tehran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran membenarkan pemerintahnya tengah mengevaluasi proposal resolusi Washington.
Presiden Donald Trump menyebut kesepakatan masih tahap awal pada Rabu malam waktu setempat. Trump menambahkan serangan udara akan dilanjutkan dengan intensitas lebih tinggi jika Iran menolak tawaran tersebut.
Trump juga menunda Project Freedom yang akan mengalihkan rute pelayaran dari Selat Hormuz. Ia mengaitkan keputusan itu dengan progres signifikan menuju kesepakatan menyeluruh dengan perwakilan Iran.
Saham AI memimpin reli setelah Advanced Micro Devices (AMD) melompat 18,6% berkat panduan kuartal kedua yang melampaui ekspektasi pasar. Penguatan menyebar ke sektor semikonduktor dengan VanEck Semiconductor ETF (SMH) naik 5% dan Intel (INTC) menguat 4,5%.
Reli juga ditopang nama-nama besar lain dengan Nvidia (NVDA) menambah 5,7% dan Walt Disney (DIS) melompat 7,5%. Mengutip Kumparan, Uber (UBER) ikut naik 8,5% pada sesi yang sama dan menambah momentum sektor teknologi.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) anjlok 7,03% ke 95,08 dolar AS per barel pada sesi yang sama. Brent crude turun 7,83% ke 101,27 dolar AS per barel sementara harga emas melonjak dan dolar AS melemah ke level pra-konflik.
Mengutip Bloomberg Technoz, indeks berjangka Hong Kong, Australia, dan Korea Selatan terpantau naik untuk perdagangan Kamis (07/05). Bursa Jepang juga diperkirakan menguat seiring dibukanya kembali pasar setelah libur nasional.
Reli global memberi sinyal awal kondusif bagi sentimen Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal perdagangan Kamis. Pelemahan harga minyak juga dapat meredakan tekanan inflasi domestik dan menahan tekanan terhadap rupiah.
Pelemahan harga energi memicu spekulasi yang berkurang atas kenaikan suku bunga Federal Reserve. Imbal hasil obligasi AS dan global ikut bergerak turun seiring berkurangnya kekhawatiran inflasi global.
Bill Northey dari US Bank Asset Management Group menyebut Asia Tenggara dapat terhindar dari tekanan ekonomi lebih dalam apabila Selat Hormuz kembali normal. Investor Indonesia yang memegang portofolio US stocks lewat Gotrade dapat memantau kelanjutan momentum AI dan semikonduktor pada sesi reguler Kamis.












