Wall Street Melemah, Yield AS Tinggi dan Konsumen Lesu

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Wall Street Melemah, Yield AS Tinggi dan Konsumen Lesu

Key Takeaways

  • Dow Jones turun 0,26 persen, S&P 500 turun 0,17 persen, dan Nasdaq turun 0,08 persen pada Selasa (29/9/2026).

  • Yield Treasury 10 tahun ditutup di 5,255 persen setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak pertengahan Juni 2007.

  • Indeks Kepercayaan Konsumen The Conference Board turun 6,7 poin ke 81,9 pada September.

  • Peluang kenaikan bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Oktober turun ke sekitar 50:50.

Gotrade News - Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (29/9/2026) waktu setempat, tertekan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa dekade serta kekhawatiran arah suku bunga The Fed. Menurut Kumparan yang mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 131,59 poin atau 0,26 persen ke 51.349,92, S&P 500 turun 12,85 poin atau 0,17 persen ke 7.670,84, dan Nasdaq Composite turun 22,84 poin atau 0,08 persen ke 26.797,54.

Tekanan juga datang dari data ekonomi AS yang melemah. Kepercayaan konsumen AS jatuh ke level terendah dalam 12 tahun pada September, sementara jumlah lowongan kerja pada Agustus tercatat di bawah perkiraan ekonom.

Yield Treasury 10 Tahun Sempat Sentuh Level Tertinggi Sejak 2007

Dilansir Kumparan, imbal hasil surat utang AS bertenor 10 tahun naik 1,32 basis poin ke 5,255 persen, setelah sebelumnya sempat mencapai 5,2932 persen, level tertinggi sejak pertengahan Juni 2007. Yield tenor 30 tahun naik 3 basis poin ke 5,592 persen setelah menyentuh level tertinggi sejak Juni 2002.

Baca juga: Aksi Korporasi Emiten (DOOH Rights Issue & Akuisisi INET, Dividen Interim BMRI, Buyback AALI, DADA ARB)

Berbeda dengan tenor panjang, yield tenor dua tahun justru turun 3,51 basis poin ke 4,889 persen.

Tenor Treasury AS

Yield Penutupan

Perubahan

2 tahun

4,889%

Turun 3,51 bps

10 tahun

5,255%

Naik 1,32 bps

30 tahun

5,592%

Naik 3 bps

Peluang Kenaikan Bunga The Fed Oktober Turun ke 50:50

Menurut Kumparan, Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams menyatakan tidak melihat urgensi untuk langkah kebijakan lanjutan setelah The Fed menaikkan suku bunga pada awal bulan ini. Komentar tersebut membuat investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober.

Berdasarkan harga kontrak berjangka dana The Fed, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober sebesar 25 basis poin kini sekitar 50:50, turun dari hampir 70 persen pada awal perdagangan. Namun, Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee mengingatkan bahwa membiarkan inflasi berada di atas target The Fed selama 5,5 tahun merupakan tindakan yang "bermain dengan api".

Baca juga: Danantara: Laporan Keuangan Rilis Oktober, Kantor Investasi Hong Kong, Impor KRL

Sebagian investor juga bersiap menghadapi rilis data inflasi PCE. Kepala Ekonom Pasar Spartan Capital Securities Peter Cardillo menyampaikan pandangannya, seperti dikutip Kumparan:

"Sejumlah investor bersiap menghadapi PCE besok. Jika kita melihat percepatan inflasi, saya pikir itu akan memperkuat kenaikan suku bunga pada Oktober dan hal itu merupakan bagian dari kekhawatiran di pasar obligasi saat ini." (Peter Cardillo, Spartan Capital Securities)

Kepercayaan Konsumen AS Turun ke 81,9

Menurut rilis resmi The Conference Board, Indeks Kepercayaan Konsumen AS turun 6,7 poin ke 81,9 (1985=100) pada September, dari 88,6 pada Agustus. Present Situation Index, yang mengukur penilaian konsumen atas kondisi bisnis dan pasar tenaga kerja saat ini, turun 7,9 poin ke 109,3. Sementara itu, Expectations Index turun 5,9 poin ke 63,6 dan mencatat penurunan tiga bulan berturut-turut.

Kepala Ekonom The Conference Board Dana M. Peterson menyebut indeks tersebut memburuk secara signifikan pada September setelah dua bulan sebelumnya melemah. Porsi konsumen yang menilai lapangan kerja "berlimpah" turun ke 23,6 persen dari 24,5 persen, sedangkan yang menilai pekerjaan "sulit didapat" naik ke 21,9 persen dari 20,3 persen.

Rata-rata ekspektasi inflasi 12 bulan konsumen naik 0,3 poin persentase ke 6,1 persen, dengan median 5,1 persen. Melansir Associated Press, penurunan ini membawa kepercayaan konsumen AS ke level terendah dalam 12 tahun.

Lowongan Kerja AS Agustus Turun ke 7,08 Juta

Data pasar tenaga kerja juga melemah. Menurut Associated Press, jumlah lowongan kerja AS pada Agustus turun ke 7,08 juta, lebih rendah dari Juli dan di bawah perkiraan ekonom.

Kepala Ekonom LPL Financial Jeffrey Roach menilai warga Amerika merasa pekerjaan semakin langka dan mulai menahan rencana membeli rumah, mobil, dan barang bernilai besar. AP juga mencatat inflasi yang tetap tinggi menggerus kepercayaan konsumen dan menekan The Fed, yang baru saja menaikkan suku bunga acuannya.

Saham Nvidia dan Exxon Mobil Turun, Broadcom Menguat

Di pasar saham, Nvidia (NVDA), saham paling berpengaruh di pasar, berbalik dari kenaikan awal dan ditutup turun 0,7 persen, melansir AP. Sebaliknya, Broadcom (AVGO) naik 1,6 persen, sementara saham CarMax melonjak 4,7 persen setelah jaringan dealer mobil bekas itu melaporkan lonjakan pendapatan kuartal kedua.

Di sektor energi, Exxon Mobil (XOM) turun 0,7 persen, sementara harga minyak Brent turun 1,7 persen ke US$96,16 per barel. AP melaporkan mediator masih bekerja dengan AS dan Iran untuk mencapai kesepakatan mengakhiri pertempuran dan membuka Selat Hormuz.

Dari sektor kecerdasan buatan, Kumparan mencatat prospektus IPO Anthropic menunjukkan perusahaan AI tersebut tumbuh pesat dalam setahun terakhir, meski mencatat kerugian yang semakin besar.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku