Wall Street Menguat Berkat Sentimen Damai Timur Tengah
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Gotrade News - Wall Street ditutup menguat pada Rabu (27/5) dengan Dow Jones naik 182,60 poin atau 0,36% ke level rekor 50.644,28. S&P 500 menguat tipis 1,24 poin ke 7.520,36 sementara Nasdaq bertambah 18,55 poin ke 26.674,74.
Penguatan dipicu sentimen damai antara Iran dan Amerika Serikat yang menurunkan ketegangan geopolitik. Pelaku pasar memburu saham maskapai, kapal pesiar, dan retail seiring penurunan harga minyak global.
Key Takeaways
Dow Jones cetak rekor tertinggi baru di 50.644,28 setelah naik 0,36% pada perdagangan Rabu.
Saham maskapai dan kapal pesiar memimpin reli dengan United Airlines melonjak 6,5%.
Sektor energi tertekan 1,5% seiring harga minyak ambles akibat meredanya ketegangan Iran-AS.
Menurut Kumparan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut ada kemajuan dalam negosiasi dengan Iran. Presiden Donald Trump menambahkan masih ada beberapa isu yang perlu diselesaikan kedua pihak.
Sentimen positif ini langsung mengangkat saham sektor konsumer discretionary yang menguat 1,9%. Investor merotasi portofolio dari saham defensif menuju aset yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Saham Maskapai Dan Retail Memimpin Reli
Saham United Airlines (UAL) melonjak 6,5% memimpin penguatan sektor maskapai pada perdagangan tersebut. Saham Delta Air Lines (DAL) ikut menguat 3% mengikuti tren positif industri penerbangan.
Penurunan harga minyak memberikan ruang ekspansi margin bagi maskapai yang terbebani biaya bahan bakar tinggi. Operator kapal pesiar Norwegian Cruise (NCLH) juga melesat 5,9% pada sesi tersebut.
Dilansir Kabar Bursa, saham retail mencetak kenaikan paling agresif sepanjang perdagangan. Abercrombie & Fitch melonjak 16% sementara Bath & Body Works menguat 10,7%.
Lululemon ikut bertambah 4,2% mengikuti optimisme konsumen yang mulai pulih. Procter & Gamble naik 3,2% sementara UnitedHealth menguat 1,9% menopang Dow Jones ke rekor baru.
Sektor Energi Dan Chip Tertekan
Indeks energi S&P 500 turun 1,5% karena harga minyak ambles seiring berkurangnya premi risiko geopolitik. Exxon Mobil dan Chevron masing-masing terkoreksi 1% pada perdagangan Rabu tersebut.
Halliburton mengalami penurunan lebih dalam sebesar 3,1% akibat tekanan permintaan jasa minyak. Saham JPMorgan turun 2,4% setelah CEO Jamie Dimon memperingatkan biaya bisa lebih tinggi USD 1 miliar dari estimasi.
Saham semikonduktor ikut tertekan dengan indeks Philadelphia SE Semiconductor turun 1,4%. Qualcomm mencatat penurunan terbesar 6%, diikuti Marvell yang anjlok 4,6% pada sesi perdagangan.
Intel terkoreksi 1,4% sementara Nvidia turun tipis 1% pada perdagangan yang sama. Yield Treasury tenor 10 tahun turun ke 4,48% dari sebelumnya 4,50% mencerminkan minat investor pada obligasi.
Sean Clark dari Clark Capital Management Group memberikan pandangan tentang dinamika pasar terkini. "Setelah kenaikan pasar yang besar, jeda saat ini bukanlah kejutan," ujar Clark menanggapi konsolidasi indeks utama.
Rotasi sektor ini menekan kinerja saham teknologi yang sebelumnya memimpin penguatan pasar. Investor kini lebih memilih aset siklikal yang diuntungkan pemulihan ekonomi dan penurunan ketegangan geopolitik global.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.