Wall Street Tertekan: Nasdaq Turun, Inflasi & Iran

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Wall Street Tertekan: Nasdaq Turun, Inflasi & Iran

Share this article

Gotrade News - Bursa Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Senin (12/5) seiring tekanan pada saham teknologi yang menyeret Nasdaq turun. Indeks Dow Jones naik tipis 0,11% ke 49.760,56, sementara S&P 500 melemah 0,16% ke 7.400,96 dan Nasdaq Composite anjlok 0,71% ke 26.088,20.

Pelemahan dipicu oleh inflasi konsumen AS yang melonjak 3,8% serta ketegangan geopolitik konflik Iran. Kombinasi keduanya menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada tahun ini.


Key Takeaways:

  • Nasdaq turun 0,71% tertekan koreksi 3% pada indeks semikonduktor PHLX.
  • Inflasi AS 3,8% menjadi level tertinggi sejak Mei 2023, melampaui ekspektasi analis.
  • Komentar Trump soal gencatan senjata Iran menambah ketidakpastian sentimen investor.

Tekanan dari Inflasi AS

Data Consumer Price Index (CPI) April yang dirilis lebih tinggi dari konsensus menjadi pemicu utama tekanan pasar. Menurut Kompas, inflasi konsumen AS naik ke 3,8% atau level tertinggi sejak Mei 2023.

Lonjakan inflasi ini memperkecil ruang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga acuan tahun ini. Investor kini menanti rilis data Producer Price Index (PPI) untuk konfirmasi tekanan harga lebih lanjut.

Saham-saham teknologi besar berkapitalisasi tinggi paling terpukul oleh sentimen suku bunga ketat. Invesco QQQ Trust (QQQ) sebagai proksi Nasdaq 100 ikut tertekan seiring koreksi sektor teknologi yang signifikan.

Indeks semikonduktor PHLX menjadi pemberat utama dengan koreksi 3% dalam satu sesi. Meski demikian, indeks tersebut masih membukukan kenaikan 65,4% secara year-to-date didukung optimisme kecerdasan buatan.

Sentimen Geopolitik Iran

Faktor geopolitik turut memperburuk sentimen pasar pada sesi perdagangan kemarin. Dilansir dari Katadata, komentar Presiden Trump terkait kerapuhan gencatan senjata AS-Iran menambah ketidakpastian.

Kenaikan harga minyak akibat tensi Iran juga turut menekan saham berorientasi konsumsi. Sektor energi menjadi salah satu pendukung indeks luas di tengah lonjakan harga komoditas.

Olaolu Aganga dari Citi Wealth menyatakan keyakinan pada tema investasi keamanan energi dan infrastruktur jangka panjang. Ia melihat peluang pada perusahaan yang menikmati belanja modal terkait jaringan listrik dan energi.

Investor yang ingin eksposur tematik ke sektor energi dapat mempertimbangkan Energy Select Sector SPDR (XLE) sebagai instrumen agregat. ETF tersebut mencakup emiten energi besar yang diuntungkan dari tren harga minyak global.

Reaksi pasar obligasi terhadap data inflasi memperkuat sentimen risk-off pada sesi perdagangan. iShares 20+ Year Treasury Bond ETF (TLT) menjadi referensi sensitivitas harga obligasi terhadap ekspektasi suku bunga.

Melansir IDX Channel, sektor kesehatan menjadi penopang Dow Jones lewat penguatan saham Humana. Kekuatan sektor defensif membantu indeks blue chip bertahan di zona positif.

Jay Hatfield, CEO dan portfolio manager InfraCap di New York, menilai momentum reli pasca-musim laporan keuangan mulai pudar. "Kami memperkirakan pasar akan tetap stabil karena keserakahan terjadi selama musim laporan dan ketakutan setelahnya," ujarnya.

Fokus investor kini bergeser dari optimisme laporan kuartalan ke valuasi, kondisi makroekonomi, dan perkembangan geopolitik global. Pelaku pasar mencermati apakah koreksi teknologi akan berlanjut dalam beberapa sesi mendatang.

Volatilitas diperkirakan tetap tinggi hingga rilis data PPI dan perkembangan dialog AS-Iran lebih jelas. Pergerakan indeks utama Wall Street akan menjadi acuan sentimen pasar global termasuk bursa Asia.


Sumber:


Disclaimer: Gotrade Indonesia adalah aplikasi investasi yang terdaftar resmi di OJK dan didukung oleh PT Valbury Asia Futures.

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade