Special Purpose Acquisition Company (SPAC): Apa Itu & Cara Kerjanya

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • SPAC adalah perusahaan cangkang yang melakukan IPO khusus untuk mengakuisisi perusahaan swasta, memungkinkan target menjadi publik tanpa proses IPO tradisional
  • Proses SPAC mencakup tiga tahap: IPO shell company, pencarian target dalam 18-24 bulan, dan merger (de-SPAC) yang menjadikan target perusahaan publik
  • Risiko utama SPAC meliputi ketidakpastian target akuisisi, dilusi 20% dari founder shares, dan performa pasca-merger yang sering mengecewakan
Special Purpose Acquisition Company (SPAC): Apa Itu & Cara Kerjanya

Share this article

Tidak semua perusahaan yang melantai di bursa saham AS menempuh jalur IPO tradisional. Beberapa memilih rute alternatif yang lebih cepat dan fleksibel melalui SPAC, atau Special Purpose Acquisition Company.

Bagi investor Indonesia yang membeli saham AS, memahami mekanisme ini penting karena banyak perusahaan yang kamu temui di bursa sebenarnya masuk pasar melalui jalur SPAC.

Definisi SPAC

SPAC adalah perusahaan cangkang (shell company) yang dibentuk khusus untuk menghimpun dana melalui IPO dengan satu tujuan: mengakuisisi perusahaan swasta yang sudah beroperasi. SPAC sendiri tidak memiliki produk, layanan, atau operasi bisnis apapun. Satu-satunya "aset" yang dimiliki adalah uang tunai dari hasil IPO.

Karena investor membeli saham tanpa tahu perusahaan mana yang akan diakuisisi, SPAC sering dijuluki "blank check company."

Melansir SEC.gov, investor pada dasarnya mempercayakan dananya kepada sponsor SPAC untuk menemukan target akuisisi yang menarik dalam jangka waktu tertentu.

Sponsor SPAC biasanya adalah investor berpengalaman, mantan eksekutif, atau tokoh industri yang memiliki rekam jejak dalam mengidentifikasi peluang bisnis. Reputasi sponsor menjadi salah satu faktor utama yang menarik investor untuk berpartisipasi.

Mekanisme Kerja SPAC

Proses SPAC berjalan dalam tiga tahap utama.

a. Pembentukan dan IPO.
Sponsor mendirikan SPAC, lalu melakukan IPO untuk menghimpun dana dari investor publik. Saham SPAC biasanya ditawarkan seharga $10 per unit, yang mencakup satu lembar saham biasa dan sebagian warrant (hak untuk membeli saham tambahan di harga tertentu). Dana hasil IPO disimpan dalam trust account yang terpisah.

b. Pencarian target akuisisi.
Setelah IPO, sponsor memiliki waktu 18 hingga 24 bulan untuk menemukan perusahaan swasta yang akan diakuisisi. Selama periode ini, dana tetap tersimpan di trust account dan menghasilkan bunga. Jika sponsor gagal menemukan target dalam batas waktu tersebut, SPAC dibubarkan dan dana dikembalikan ke investor.

c. De-SPAC (merger).
Begitu target ditemukan, SPAC mengumumkan rencana merger. Pemegang saham SPAC kemudian melakukan voting untuk menyetujui atau menolak akuisisi. Jika disetujui, perusahaan target bergabung dengan SPAC dan secara otomatis menjadi perusahaan publik tanpa melalui proses IPO tradisional.

Pemegang saham yang tidak setuju dengan target akuisisi memiliki hak untuk menebus (redeem) sahamnya dan mendapatkan kembali porsi dana dari trust account.

Perbedaan SPAC vs IPO Tradisional

Meskipun hasil akhirnya sama, yaitu perusahaan menjadi publik, prosesnya berbeda secara signifikan.

Waktu dan kompleksitas

IPO tradisional membutuhkan proses panjang: audit laporan keuangan, penyusunan prospektus, roadshow ke investor institusional, dan persetujuan SEC. Seluruh proses bisa memakan waktu 6 hingga 12 bulan. SPAC memotong sebagian besar tahapan ini karena shell company sudah terdaftar di bursa, sehingga merger bisa diselesaikan dalam 3 hingga 5 bulan.

Kepastian harga dan valuasi

Dalam IPO tradisional, harga saham ditentukan oleh mekanisme book building dan bisa berubah sesuai kondisi pasar pada saat listing. Perusahaan menghadapi risiko volatilitas harga di hari pertama perdagangan. Dalam SPAC, valuasi dinegosiasikan langsung antara sponsor dan perusahaan target, memberikan kepastian harga yang lebih tinggi.

Transparansi informasi

IPO tradisional mengharuskan pengungkapan informasi yang sangat ketat melalui prospektus dan SEC filing. SPAC juga wajib mengajukan proxy statement sebelum merger, tapi perusahaan target diizinkan mempublikasikan proyeksi keuangan ke depan, sesuatu yang tidak diperbolehkan dalam prospektus IPO tradisional.

Risiko Investasi SPAC

SPAC menawarkan peluang, tapi juga membawa risiko yang tidak boleh diabaikan.

a. Ketidakpastian target akuisisi: Saat membeli saham SPAC di tahap awal, investor belum tahu perusahaan mana yang akan diakuisisi. Keputusan sepenuhnya bergantung pada kemampuan sponsor menemukan target berkualitas.

b. Dilusi kepemilikan: Sponsor biasanya menerima 20% saham SPAC secara gratis (founder shares) sebagai kompensasi. Artinya, investor publik menanggung dilusi signifikan begitu merger terjadi. Warrant yang diterbitkan juga menambah potensi dilusi.

c. Performa pasca-merger yang mengecewakan: Melansir Investopedia, banyak perusahaan hasil SPAC merger yang mengalami penurunan harga saham signifikan setelah listing. Ini terjadi karena valuasi saat merger sering kali terlalu optimistis, dan proyeksi keuangan yang dipublikasikan tidak selalu tercapai.

d. Risiko likuiditas dan volatilitas: Saham SPAC bisa sangat volatil menjelang dan setelah pengumuman target akuisisi. Volume perdagangan juga bisa tipis, terutama untuk SPAC yang kurang populer.

Contoh SPAC Populer

Mengutip Investopedia, beberapa perusahaan terkenal masuk bursa AS melalui jalur SPAC.

a. DraftKings (DKNG)

Platform taruhan olahraga online ini merger dengan Diamond Eagle Acquisition Corp pada 2020. DraftKings menjadi salah satu contoh SPAC sukses karena harga sahamnya sempat naik signifikan pasca-merger.

b. Virgin Galactic (SPCE)

Perusahaan wisata luar angkasa milik Richard Branson ini go public melalui SPAC Social Capital Hedosophia pada 2019. Meski sempat menarik perhatian besar, harga sahamnya kemudian turun tajam seiring tertundanya jadwal operasional.

c. VinFast (VFS)

Produsen kendaraan listrik asal Vietnam ini melantai di Nasdaq melalui SPAC merger pada 2023. Valuasinya sempat melonjak ke ratusan miliar dolar sebelum terkoreksi, menunjukkan volatilitas ekstrem yang mungkin terjadi pada saham hasil SPAC.

Ketiga contoh ini menggambarkan spektrum hasil SPAC: dari yang relatif sukses (DraftKings), yang penuh volatilitas (Virgin Galactic), hingga yang sangat spekulatif (VinFast).

Kesimpulan

SPAC adalah jalur alternatif bagi perusahaan swasta untuk menjadi publik tanpa melalui proses IPO tradisional yang panjang dan kompleks.

Bagi investor, SPAC menawarkan peluang masuk lebih awal ke perusahaan potensial, tapi juga membawa risiko dilusi, ketidakpastian target, dan performa pasca-merger yang tidak terjamin.

Sebelum membeli saham SPAC, pastikan kamu memahami siapa sponsornya, berapa lama batas waktu akuisisi, dan bagaimana struktur dilusinya.

Beli fractional shares saham AS di Gotrade mulai dari $1, termasuk saham perusahaan yang go public melalui SPAC maupun IPO tradisional.

FAQ

Apakah investasi SPAC cocok untuk pemula?

SPAC cenderung lebih spekulatif dibanding saham perusahaan yang sudah mapan. Pemula sebaiknya memahami mekanisme kerja dan risiko dilusi sebelum berinvestasi.

Apa yang terjadi jika SPAC tidak menemukan target akuisisi?

SPAC dibubarkan dan dana di trust account dikembalikan ke pemegang saham, biasanya mendekati harga IPO awal ($10 per saham) ditambah bunga yang terkumpul.

Bagaimana cara mengetahui SPAC mana yang sedang mencari target?

Informasi tersedia di SEC filing dan platform seperti SPAC Research atau Bloomberg. Investor bisa memantau pengumuman proxy statement untuk mengetahui detail target akuisisi.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade