10 Strategi Volatility Options Trading yang Datangkan Cuan

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Volatility options trading fokus pada besar gerakan harga dan perubahan implied volatility.

  • Ada strategi untuk membeli volatilitas dan ada strategi untuk menjual volatilitas.

  • Kunci utamanya bukan memilih strategi paling rumit, tetapi strategi yang paling cocok dengan kondisi pasar,

10 Strategi Volatility Options Trading yang Datangkan Cuan

Share this article

Volatility trading di options bukan cuma soal menebak harga akan naik atau turun. Fokus utamanya justru ada pada pertanyaan yang lebih penting: apakah pasar akan bergerak besar, tetap tenang, atau implied volatility sedang terlalu mahal atau terlalu murah.

Itu sebabnya strategi volatility terasa berbeda dari options trading biasa. Kalau trading arah fokus pada direction, volatility trading fokus pada besarnya gerakan dan bagaimana perubahan volatilitas memengaruhi harga premium opsi.

Situs Strike Mmoney merangkum 10 strategi volatility yang paling umum dipakai trader, mulai dari long straddle sampai broken wing butterfly.

Strategi Volatility Options Trading

Secara umum, strategi volatility options trading bisa dibagi jadi dua kelompok besar. Ada strategi yang dipakai saat trader ingin membeli volatilitas, dan ada strategi yang dipakai saat trader ingin menjual volatilitas.

1. Long Straddle

Long straddle dilakukan dengan membeli 1 call dan 1 put di strike yang sama, biasanya at the money, dengan expiry yang sama. Strategi ini cocok saat kamu yakin akan ada pergerakan besar, tetapi belum yakin arahnya ke atas atau ke bawah.

Kelebihannya, profit bisa terbuka ke dua arah kalau harga bergerak cukup jauh. Kekurangannya, premi awal mahal dan posisi cepat tertekan kalau pasar justru diam.

2. Long Strangle

Long strangle mirip dengan long straddle, tetapi call dan put yang dibeli biasanya out of the money. Karena itu, biaya awalnya lebih murah.

Masalahnya, harga harus bergerak lebih jauh supaya strategi ini mulai menghasilkan profit. Jadi, long strangle cocok saat kamu mengharapkan volatilitas ekstrem, tetapi ingin biaya masuk yang lebih ringan.

3. Short Straddle

Short straddle adalah kebalikan dari long straddle. Trader menjual 1 call dan 1 put di strike yang sama dan berharap harga tetap dekat area itu sampai expiration.

Strategi ini biasanya dipakai di pasar yang tenang. Profit datang dari time decay, tetapi risikonya besar karena kalau harga bergerak terlalu jauh, kerugiannya bisa membesar cepat.

4. Short Strangle

Short strangle dilakukan dengan menjual call OTM dan put OTM. Strategi ini juga dipakai saat trader memperkirakan pasar akan tetap range-bound.

Dibanding short straddle, area amannya lebih lebar. Sebagai gantinya, premi yang diterima juga lebih kecil.

5. Iron Condor

Iron condor adalah short strangle yang diberi “sayap pelindung”. Trader menjual call dan put OTM, lalu membeli call dan put yang lebih jauh untuk membatasi risiko.

Ini salah satu strategi volatility yang paling sering dipakai untuk pasar sideways. Nilai utamanya ada pada risiko yang sudah terdefinisi, jadi lebih rapi daripada short strangle biasa.

6. Iron Butterfly

Iron butterfly mirip dengan iron condor, tetapi call dan put yang dijual biasanya at the money. Ini membuat premi yang diterima lebih besar, tetapi zona profitnya juga lebih sempit.

Strategi ini cocok kalau kamu yakin harga akan tetap sangat dekat dengan satu level penting sampai expiration. Jadi, iron butterfly lebih agresif daripada iron condor.

7. Calendar Spread

Calendar spread dibuat dengan menjual opsi tenor pendek dan membeli opsi tenor lebih panjang di strike yang sama. Strategi ini mencoba memanfaatkan perbedaan time decay dan perubahan implied volatility.

Biasanya strategi ini dipakai saat trader memperkirakan harga akan tetap dekat satu level dalam waktu dekat, tetapi volatilitas pada tenor yang lebih panjang masih menarik. Ini strategi yang lebih halus dan biasanya butuh pemahaman yang lebih rapi.

8. Call Ratio Backspread

Call ratio backspread dilakukan dengan menjual call di strike lebih rendah lalu membeli call dalam jumlah lebih banyak di strike lebih tinggi, biasanya rasio 1:2. Ini adalah strategi bullish volatility.

Kalau harga naik sangat kuat, upside-nya bisa besar. Tapi kalau saham tidak bergerak cukup jauh, hasilnya bisa kurang menarik karena strategi ini tetap butuh rally yang tegas.

9. Put Ratio Backspread

Put ratio backspread adalah versi bearish dari call ratio backspread. Trader menjual put di strike lebih tinggi lalu membeli lebih banyak put di strike lebih rendah.

Strategi ini cocok saat kamu mengharapkan penurunan tajam. Jadi, ini lebih relevan untuk kondisi pasar yang berpotensi breakdown atau panic sell.

10. Broken Wing Butterfly

Broken wing butterfly adalah variasi butterfly yang sayapnya tidak simetris. Tujuannya biasanya untuk membuat struktur risk-reward lebih menarik atau menekan biaya masuk.

Strategi ini sering dipakai trader yang punya pandangan arah ringan, tetapi tetap ingin risiko terdefinisi. Dibanding butterfly biasa, strukturnya lebih fleksibel, tetapi strike placement-nya juga lebih sensitif.

Cara Sederhana Memahami 10 Strategi Ini

Kalau disederhanakan, 10 strategi tadi bisa dibagi jadi dua kelompok utama. Pembagian ini membantu kamu lebih cepat memilih strategi berdasarkan kondisi pasar, bukan berdasarkan nama strateginya saja.

Strategi yang membeli volatilitas

Kelompok ini cocok kalau kamu memperkirakan pasar akan bergerak besar:

  • Long Straddle

  • Long Strangle

  • Call Ratio Backspread

  • Put Ratio Backspread

Biasanya strategi ini dipakai menjelang event besar, earnings, atau saat trader yakin implied move pasar masih terlalu rendah.

Strategi yang menjual volatilitas

Kelompok ini lebih cocok kalau kamu memperkirakan pasar akan tetap tenang atau implied volatility akan turun:

  • Short Straddle

  • Short Strangle

  • Iron Condor

  • Iron Butterfly

  • Calendar Spread

  • Broken Wing Butterfly

Di kelompok ini, time decay sering jadi teman utama. Tapi kalau pasar tiba-tiba bergerak liar, strategi short volatility bisa cepat terasa tidak nyaman.

Kalau kamu baru belajar options, jangan buru-buru mencoba semua strategi sekaligus. Lebih sehat mulai dari satu struktur yang paling kamu pahami, lalu pelajari kenapa strategi itu bekerja di kondisi pasar tertentu.

Pelajari secara lengkap di Gotrade Indonesia, klik di sini untuk akses ragam saham AS!

Kesimpulan

Volatility options trading bukan soal strategi mana yang paling “pasti cuan”. Yang lebih penting adalah apakah strategi itu cocok dengan kondisi pasar yang sedang kamu hadapi, terutama apakah kamu sedang membeli volatilitas atau menjual volatilitas.

Kalau kamu salah membaca lingkungan pasar, strategi yang bagus pun bisa gagal. Tapi kalau kamu paham kapan harus membeli gerakan besar dan kapan harus menjual ketenangan pasar, 10 strategi ini bisa jadi fondasi yang kuat untuk membangun sistem options trading yang lebih matang. Penjelasan 10 strategi di atas mengikuti daftar utama dari Strike.money: Long Straddle, Long Strangle, Short Straddle, Short Strangle, Iron Condor, Iron Butterfly, Calendar Spread, Call Ratio Backspread, Put Ratio Backspread, dan Broken Wing Butterfly.

Kalau kamu ingin mulai belajar dan mempraktikkan options trading dengan pendekatan yang lebih terstruktur, kamu bisa coba trading options lewat Gotrade Indonesia sesuai strategi dan profil risikomu.

FAQ

Apa itu strategi volatility options trading?
Strategi opsi yang fokus pada besar gerakan harga dan perubahan volatilitas, bukan hanya arah.

Strategi mana yang cocok untuk pasar sangat volatil?
Biasanya long straddle, long strangle, atau ratio backspread.

Strategi mana yang cocok untuk pasar sideways?
Biasanya short strangle, iron condor, atau iron butterfly.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade