Volume Profile vs Market Profile: Apa Bedanya dalam Analisis Saham?

Ringkasan

  • Volume profile mengukur volume riil per level harga; market profile mengukur waktu (TPO) per level harga.
  • HVN = magnet harga dan support/resistance kuat; LVN = zona pergerakan cepat dan jalur breakout.
  • Strategi utama: VA rejection (range), LVN breakout (momentum), POC migration (tren institusional).
Volume Profile vs Market Profile: Apa Bedanya dalam Analisis Saham?

Share this article

Trader yang mulai mempelajari analisis berbasis volume sering menemui dua konsep yang terdengar mirip: volume profile dan market profile. Keduanya menampilkan distribusi aktivitas pasar dalam bentuk histogram horizontal di samping chart harga, dan keduanya menggunakan istilah seperti Point of Control (POC), Value Area, dan High/Low Volume Node.

Tapi di balik tampilan yang mirip, cara keduanya mengukur aktivitas pasar sangat berbeda. Artikel ini membahas perbedaan fundamental keduanya, cara membaca POC, karakteristik HVN vs LVN, dan strategi trading praktis.

Perbedaan Volume Profile dan Market Profile

Perbedaan paling mendasar terletak pada apa yang diukur: volume profile mengukur volume transaksi riil, market profile mengukur waktu yang dihabiskan harga di setiap level.

Volume profile: berbasis volume

Volume profile menampilkan total volume yang diperdagangkan pada setiap level harga selama periode tertentu. Sumbu horizontal menunjukkan jumlah lot atau kontrak, bukan waktu.

Menurut Warrior Trading, pendekatan ini memberikan gambaran langsung tentang di mana uang benar-benar berpindah tangan. Level dengan volume tinggi menandakan area di mana banyak trader sepakat bahwa harga tersebut "wajar".

Volume profile tersedia luas di platform seperti TradingView dan bisa diaplikasikan ke timeframe apa pun.

Market profile: berbasis waktu

Market profile, yang dikembangkan oleh J. Peter Steidlmayer di Chicago Board of Trade, menggunakan Time Price Opportunity (TPO) sebagai unit pengukuran.

Setiap TPO merepresentasikan satu periode waktu (biasanya 30 menit) di mana harga berada pada level tertentu. Semakin banyak TPO menumpuk di satu level, semakin lama harga menghabiskan waktu di sana.

Mengutip Wall Street Mojo, harga yang bertahan lama menandakan acceptance, sementara harga yang bergerak cepat melewati area tertentu menandakan rejection.

Kapan menggunakan masing-masing

Volume profile lebih cocok untuk saham dan pasar dengan data volume yang transparan. Market profile lebih cocok untuk futures dan trader yang ingin memahami dimensi waktu dari price action.

Dalam praktik, banyak trader menggabungkan keduanya: gunakan market profile untuk membaca structure harian, lalu volume profile untuk mengkonfirmasi level mana yang benar-benar didukung oleh volume signifikan.

Point of Control dari Volume

Point of Control (POC) adalah level harga dengan aktivitas tertinggi dalam periode yang dianalisis. Di volume profile, POC adalah level dengan volume terbanyak. Di market profile, POC adalah level dengan TPO terbanyak.

Mengapa POC penting

POC berfungsi sebagai magnet harga. Ketika harga bergerak menjauhi POC, ada kecenderungan untuk kembali ke level tersebut karena di situlah konsensus pasar terbentuk.

Trader institusional sering menggunakan POC sebagai benchmark fair value harian, mirip fungsi VWAP tapi dengan perspektif distribusi yang lebih kaya.

POC sebagai support/resistance dinamis

POC dari sesi sebelumnya sering menjadi level support atau resistance kuat di sesi berikutnya. Jika harga membuka di atas POC kemarin dan bertahan, bias intraday cenderung bullish. Jika harga membuka di bawah POC kemarin dan gagal reclaim, bias bearish.

Pergeseran POC dari hari ke hari juga memberikan informasi berharga: POC yang bergerak naik konsisten menandakan akumulasi institusional, sementara POC yang bergerak turun menandakan distribusi.

Value Area sebagai konteks

POC tidak berdiri sendiri. Value Area (VA), yaitu rentang harga di mana sekitar 70% aktivitas terjadi, memberikan konteks.

Harga di dalam VA dianggap dalam zona keseimbangan. Harga di luar VA menandakan pasar sedang mencari keseimbangan baru, yang bisa menjadi awal tren baru atau false breakout.

High Volume Node vs Low Volume Node

Distribusi volume di chart tidak merata. Ada area dengan konsentrasi volume tinggi (HVN) dan area dengan volume rendah (LVN). Masing-masing memiliki implikasi trading yang sangat berbeda.

High Volume Node (HVN)

HVN adalah area harga di mana volume transaksi sangat tinggi, menandakan banyak order tereksekusi di level tersebut. Karakteristik HVN:

  • Berfungsi sebagai area konsolidasi di mana harga cenderung "tertahan"
  • Menjadi support/resistance kuat karena banyak trader memiliki posisi di area ini
  • Harga bergerak lambat melewati HVN karena banyak order yang perlu diserap
  • Sering terbentuk di area akumulasi atau distribusi institusional

Low Volume Node (LVN)

LVN adalah area harga di mana volume sangat sedikit, menandakan pasar bergerak cepat melewati level tersebut tanpa banyak transaksi. Karakteristik LVN:

  • Harga bergerak cepat melewati area ini karena tidak ada "friction" dari order yang menumpuk
  • Berfungsi sebagai zona transisi antara dua area HVN
  • Sering menjadi jalur breakout yang cepat
  • Jika harga kembali ke LVN setelah breakout, reaksi cepat biasanya terjadi (bounce atau rejection)

Interaksi HVN dan LVN

Cara paling efektif membaca volume profile adalah memahami hubungan keduanya. HVN menarik harga (gravitasi), LVN mendorong harga melewatinya dengan cepat (void).

Ketika harga berada di HVN, ekspektasinya adalah konsolidasi. Ketika harga memasuki LVN, ekspektasinya adalah pergerakan cepat menuju HVN berikutnya.

Strategi Trading

Memahami volume profile dan market profile secara teori saja tidak cukup. Berikut strategi praktis yang bisa langsung diterapkan, terutama saat dikombinasikan dengan price action.

Value Area rejection

Saat harga bergerak keluar Value Area (menembus VAH atau VAL) tapi gagal sustained, ia cenderung kembali ke dalam VA menuju POC. Strategi ini cocok untuk pasar sideways:

  • Tunggu harga menembus VAH/VAL
  • Jika candle berikutnya menunjukkan rejection (wick panjang, bearish/bullish engulfing)
  • Entry melawan arah penembusan, target POC
  • Stop loss di luar swing high/low rejection

LVN breakout

Ketika harga menembus HVN dan memasuki zona LVN, pergerakan cenderung cepat dan impulsif menuju HVN berikutnya:

  • Identifikasi LVN di antara dua HVN
  • Tunggu harga menembus batas HVN dengan volume konfirmasi
  • Entry searah breakout saat harga memasuki LVN
  • Target di HVN berikutnya, stop loss di batas HVN yang ditembus

POC migration

Pantau pergeseran POC harian selama beberapa sesi. POC yang konsisten bergerak ke satu arah menandakan tren institusional yang sedang terbentuk. Gunakan pullback ke POC sebagai entry point searah migrasi.

Kesimpulan

Volume profile dan market profile menjawab pertanyaan serupa dari sudut pandang berbeda: volume profile mengukur di mana volume terjadi, market profile mengukur di mana waktu dihabiskan.

Keduanya menghasilkan POC, Value Area, dan HVN/LVN yang bisa digunakan untuk entry dan exit yang lebih presisi. Untuk trader saham, volume profile adalah titik awal yang lebih praktis.

Analisis volume profile pada saham AS lewat Gotrade, mulai trading dari $1.

FAQ

Apakah volume profile dan market profile selalu menunjukkan level yang sama?

Tidak selalu, karena area volume tinggi belum tentu sama dengan area di mana harga menghabiskan waktu terlama.

Platform apa yang menyediakan volume profile?

TradingView menyediakan volume profile gratis; untuk market profile dengan data TPO, gunakan Sierra Chart atau NinjaTrader.

Apakah volume profile cocok untuk swing trader?

Ya, gunakan di timeframe daily atau weekly untuk identifikasi HVN dan LVN sebagai level kunci.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade