Apa itu CAPEX? Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Adelia VitaAdelia Vita
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Bagikan artikel

Apa itu CAPEX? Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Ringkasan Gotrade

  • CAPEX adalah pengeluaran perusahaan untuk memperoleh, membangun, mengganti, atau meningkatkan aset yang digunakan lebih dari satu periode.
  • CAPEX bisa digunakan untuk maintenance, growth, atau kebutuhan compliance, sehingga kenaikan CAPEX belum tentu selalu berarti perusahaan sedang bertumbuh.
  • Bagi investor saham, CAPEX perlu dilihat bersamaan dengan revenue, free cash flow, ROIC, dan sumber pendanaannya untuk menilai apakah investasi perusahaan menghasilkan return yang memadai.

Sebuah perusahaan mengeluarkan US$5 miliar untuk membangun data center baru.

Kas perusahaan berkurang hari ini tetapi aset tersebut diharapkan bisa menghasilkan revenue selama bertahun-tahun.

Pengeluaran untuk memperoleh atau meningkatkan aset jangka panjang seperti ini biasanya disebut sebagai CAPEX atau capital expenditure.

Baca juga: Profit Taking di Saham: Waktu, Strategi, hingga Kalkulator Ambil Untungnya

Bagi investor saham, CAPEX penting karena berkaitan dengan pertumbuhan, kebutuhan modal, free cash flow, dan efisiensi investasi.

Tetapi, CAPEX yang besar belum tentu selalu positif. Hal yang penting untuk dipertanyakan investor adalah “Apa yang dibangun perusahaan dan berapa return yang akhirnya dihasilkan?”

Apa Itu CAPEX?

CAPEX atau Capital Expenditure adalah pengeluaran perusahaan untuk memperoleh, membangun, mengganti atau meningkatkan aset yang digunakan lebih dari satu periode.

Baca juga: Cara Beli Saham Luar Negeri di Indonesia bagi Pemula

Contohnya bisa seperti pabrik, mesin, kendaraan, gedung, data center, server, dan jaringan distribusi.

Menurut IFRS Foundation aset tetap diakui ketika manfaat ekonomi masa depan kemungkinan akan mengalir ke perusahaan dan biayanya bisa diukur secara andal.

Jadi, CAPEX bukan hanya pengeluaran bernilai besar. Pengeluaran baru bisa dikapitalisasi jika memenuhi kriteria sebagai aset sedangkan biaya lainnya tetap dicatat sebagai expense.

Kenapa CAPEX Bisa Berbeda di Setiap Industri?

Besarnya CAPEX sangat bergantung pada business model dan tingkat capital intensity suatu industri. Karena itu, nominal CAPEX antarperusahaan tidak bisa dibandingkan secara langsung.

Beberapa contohnya adalah:

  • Manufaktur: mesin, production line, pabrik, dan warehouse.

  • Semiconductor: fabrication facility, manufacturing equipment, dan clean room infrastructure.

  • Cloud dan teknologi: server, data center, dan network infrastructure. Beberapa software development costs juga bisa dikapitalisasi sesuai accounting treatment yang berlaku.

  • Retail: pembangunan toko, renovasi besar, distribution center, dan warehouse equipment.

  • Airlines: pesawat, komponen utama, dan major inspection tertentu jika memenuhi recognition criteria.

  • Telekomunikasi: tower, fiber network, dan network equipment.

  • Energy: drilling equipment, pipeline, power plant, dan production facility.

Karena karakter bisnisnya berbeda maka membandingkan CAPEX software company dengan utility atau semiconductor company hanya dari nominalnya saja tidaklah tepat.

Investor juga perlu melihat CAPEX relatif terhadap revenue, cash flow, serta kebutuhan bisnis perusahaan.

Apa Perbedaan CAPEX dan OPEX?

Perbedaan utama dari CAPEX dan OPEX terletak pada tujuan pengeluaran dan periode manfaatnya. Perhatikan tabel berikut ini:

Aspek

CAPEX

OPEX

Tujuan

Memperoleh atau meningkatkan aset jangka panjang

Menjalankan kegiatan operasional sehari-hari

Periode manfaat

Lebih dari satu periode

Umumnya pada periode berjalan

Accounting

Dikapitalisasi jika memenuhi kriteria

Umumnya langsung dicatat sebagai expense

Cash flow

Umumnya masuk investing activity untuk pembelian PP&E

Umumnya masuk operating activity

Efek ke laba

Dibebankan bertahap melalui depreciation atau amortization

Lebih langsung mempengaruhi laba periode berjalan

Contoh

Mesin, pabrik, data center

Gaji, marketing, utility, routine maintenance

Hal yang perlu diingat adalah besar kecilnya pengeluaran bukan penentu CAPEX atau OPEX. Klasifikasinya bergantung pada sifat pengeluaran dan apakah biaya tersebut bisa memenuhi kriteria untuk diakui sebagai aset.

Apa Saja Jenis CAPEX?

Dalam analisis investasi, CAPEX sering dibedakan berdasarkan tujuan penggunaannya, yaitu sebagai berikut:

1. Maintenance CAPEX

Maintenance CAPEX adalah belanja modal untuk mempertahankan kapasitas, kondisi aset, dan operasi bisnis yang sudah ada.

Contohnya, perusahaan mengganti mesin lama agar kapasitas produksi tidak menurun. Tujuannya bukan untuk menambah volume tetapi untuk menjaga productive capacity.

2. Growth CAPEX

Growth CAPEX digunakan untuk memperluas kemampuan bisnis. Misalnya membangun pabrik atau data center baru, membuka toko atau menambah production line.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas dan potensi revenue. Tetapi adanya growth CAPEX belum tentu akan menghasilkan pertumbuhan yang menguntungkan jika return dari investasi tersebut tidak memadai.

3. Regulatory atau Compliance CAPEX

CAPEX ini dikeluarkan untuk memenuhi standar keselamatan, regulasi lingkungan, ketentuan hukum atau infrastruktur wajib.

Pengeluaran tersebut mungkin tidak akan langsung menghasilkan revenue baru tetapi tetap diperlukan agar perusahaan bisa terus beroperasi.

Apakah CAPEX Ada di Laporan Keuangan?

Ya. Tetapi, CAPEX tidak selalu muncul sebagai satu line item khusus. Dampaknya bisa terlihat di cash flow statement, balance sheet, dan income statement dengan cara yang berbeda.

Perhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Cash Flow Statement

Cash flow statement biasanya menjadi tempat pertama untuk mencari CAPEX. Menurut IAS 7 pembelian aset jangka panjang akan termasuk dalam investing activities.

Dalam laporan perusahaan, kamu bisa mencari istilah seperti capital expenditures, purchases of PP&E atau purchases of property and equipment.

Tetapi, jangan menyamakan seluruh investing cash flow dengan CAPEX karena bagian tersebut juga bisa mencakup akuisisi bisnis, pembelian investasi, dan penjualan aset.

2. Balance Sheet

Ketika CAPEX dikapitalisasi nilainya akan menambah aset seperti Property, Plant and Equipment (PP&E).

Tetapi, perubahan nilai PP&E juga akan dipengaruhi oleh depreciation, impairment, disposals, acquisitions, dan faktor lainnya. Karena itu, kenaikan PP&E belum tentu sama dengan nilai CAPEX.

3. Income Statement

CAPEX yang dikapitalisasi tidak langsung akan dibebankan seluruhnya sebagai expense. Biayanya biasanya dialokasikan selama masa manfaat aset melalui depreciation atau amortization.

Karena itu, perusahaan bisa mengeluarkan cash besar untuk CAPEX tanpa membuat net income turun sebesar jumlah yang sama pada periode tersebut.

Bagaimana Cara Menghitung CAPEX?

Ada dua pendekatan yang bisa digunakan untuk melihat atau memperkirakan CAPEX perusahaan, yaitu:

1. Menggunakan Reported CAPEX dari Cash Flow Statement

Jika perusahaan melaporkan CAPEX secara langsung maka angka tersebut biasanya akan menjadi acuan utama.

Misalnya, cash flow statement telah mencatat:

Purchases of Property and Equipment: US$4 miliar

Maka cash CAPEX pada periode tersebut adalah US$4 miliar sesuai dengan cakupan disclosure perusahaan.

Tetapi kamu harus tetap periksa footnote karena definisi CAPEX bisa berbeda antarperusahaan. Misalnya dalam perlakuan terhadap software yang dikapitalisasi, construction in progress, capitalized interest, dan financed equipment.

2. Mengestimasi dari Perubahan PP&E

Jika angka CAPEX tidak tersedia secara langsung maka salah satu pendekatan yang sering digunakan adalah:

Estimated CAPEX = Ending Net PP&E − Beginning Net PP&E + Depreciation

Misalnya ketika:

Beginning PP&E: Rp2 triliun
Ending PP&E: Rp2,2 triliun
Depreciation: Rp300 miliar

Maka hasilnya adalah:

Rp2,2 triliun − Rp2 triliun + Rp300 miliar = Rp500 miliar

Tetapi, angka tersebut hanyalah estimasi bukannya angka actual CAPEX karena perubahan PP&E juga bisa dipengaruhi oleh disposal, impairment, acquisition, FX, dan faktor lainnya.

Coba Hitung dan Analisis CAPEX Perusahaan

Setelah menemukan angka CAPEX, kamu bisa membandingkannya dengan revenue, depreciation, dan operating cash flow untuk mendapatkan konteks yang lebih lengkap.

Kalkulator CAPEX

Lebih Baik CAPEX Tinggi atau Rendah?

Tidak ada jawaban yang selalu sama. CAPEX tinggi maupun rendah bisa menjadi hal positif atau negatif tergantung dengan alasan dan hasil dari pengeluarannya.

CAPEX tinggi bisa menunjukkan ekspansi tetapi juga bisa berasal dari maintenance, regulasi, kenaikan harga aset atau proyek dengan return rendah.

Sebaliknya, CAPEX rendah bisa mencerminkan bisnis yang asset-light tetapi juga bisa menunjukkan underinvestment.

Karena itu, investor perlu melihat kembali tujuan CAPEX dan return yang dihasilkan dari modal tersebut. Untuk menilainya, beberapa hal yang bisa diperhatikan antara lain:

1. Cari Tujuan CAPEX

Periksa apakah perusahaan menggunakan CAPEX untuk melakukan expansion, efficiency, replacement atau compliance.

2. Bandingkan dengan Revenue Growth

Lihat apakah kenaikan CAPEX akhirnya bisa diikuti pertumbuhan revenue. Perhatikan juga apakah ada lag, karena aset baru mungkin akan membutuhkan waktu sebelum menghasilkan pendapatan.

3. Periksa Margin

Jika CAPEX digunakan untuk automation atau efisiensi maka investor harus melihat kembali gross margin atau operating margin sudah membaik setelah aset mulai digunakan.

4. Cek Free Cash Flow

Perhatikan apakah perusahaan masih bisa menghasilkan cash flow yang memadai setelah membiayai CAPEX.

5. Lihat ROIC

ROIC membantu melihat apakah perusahaan bisa menghasilkan return yang memadai dari modal yang ditanamkan. CAPEX besar belum tentu akan menarik jika tambahan return yang dihasilkan relatif kecil.

6. Periksa Sumber Pendanaan

Lihat apakah CAPEX dibiayai dari operating cash flow, utang atau penerbitan saham. Ekspansi yang terlalu bergantung pada utang bisa meningkatkan leverage yang tinggi.

7. Bandingkan Guidance dengan Actual CAPEX

Jika management memberikan CAPEX guidance maka investor bisa membandingkannya dengan realisasinya. Perbedaan besar bisa berasal dari cost overrun, additional projects atau percepatan ekspansi.

8. Pantau Utilization

Aset baru akan lebih bernilai jika benar-benar digunakan secara produktif. Karena itu, perhatikan apakah capacity utilization meningkat setelah investasi dilakukan.

Pahami CAPEX untuk Menilai Investasi Perusahaan

CAPEX bisa memberikan gambaran tentang bagaimana perusahaan menggunakan modal untuk mempertahankan atau mengembangkan bisnisnya.

Namun, CAPEX tinggi belum tentu selalu baik dan CAPEX rendah juga belum tentu berarti perusahaan lebih efisien. Investor perlu melihat tujuan pengeluaran, pertumbuhan revenue, free cash flow, ROIC, dan utilization aset untuk memahami hasil investasinya. Pasted markdown

Melalui Gotrade Indonesia, kamu bisa memantau berbagai saham AS sambil membandingkan CAPEX, cash flow, dan fundamental perusahaan yang sedang kamu pelajari.

Download Gotrade untuk mulai mengeksplorasi saham AS.

Referensi

IFRS Foundation. IAS 16 Property, Plant and Equipment.

IFRS Foundation. IAS 7 Statement of Cash Flows.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Adelia Vita
Ditulis oleh
Adelia Vita
Adelia adalah seorang penulis dengan pengalaman lebih dari satu tahun dalam membuat konten di bidang keuangan, akuntansi, bisnis, dan SaaS. Memiliki ketertarikan pada dunia keuangan dan bisnis, ia menggabungkan riset yang mendalam dengan praktik penulisan yang baik untuk menghasilkan konten yang akurat, informatif, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku