Oleh karena itu, menggunakan leverage tidak selalu berarti kamu meminjam uang secara langsung. Meskipun bentuknya berbeda, efeknya serupa: pergerakan kecil pada harga aset dapat menghasilkan perubahan modal yang lebih besar.
Leverage dalam artikel ini ditulis dengan format 5x atau 10x agar lebih mudah dibaca. Leverage 5x berarti setiap US$1 modal digunakan untuk mengendalikan posisi senilai US$5.
Perbedaan Leverage dan Margin
Anda mungkin sering mendengar istilah leverage dan margin, muncul bersisian. Namun, keduanya merupakan hal yang berbeda.
Leverage menunjukkan perbandingan antara total eksposur dengan modal sendiri. Margin, di sisi lain, didefinisikan sebagai dana atau jaminan yang harus tersedia untuk membuka dan mempertahankan posisi.
Rumus sederhananya:
Leverage efektif = total nilai posisi ÷ modal sendiri
Misalnya, kamu membuka posisi US$1.000 menggunakan modal US$200.
US$1.000 ÷ US$200 = 5x
Artinya, leverage efektif yang digunakan adalah 5x. Dana US$200 tadi setara dengan margin 20 persen dari total posisi.
Leverage efektif dan maksimum juga berbeda. Meskipun platform dapat menyediakan leverage hingga 100x, itu tidak berarti kamu harus menggunakan seluruh fasilitasnya. Leverage efektif tetap bergantung pada besarnya posisi yang benar-benar dibuka.
Investor.gov menjelaskan dalam margin trading saham, bahwa akun margin memungkinkan broker meminjamkan dana dengan aset dalam akun sebagai jaminan. Meskipun fasilitas ini meningkatkan daya beli, mereka juga meningkatkan kemungkinan kerugian.
Cara Kerja Leverage dalam Trading
Gunakan simulasi berikut:
Komponen | Nilai |
Modal sendiri | US$200 |
Leverage efektif | 5x |
Total posisi | US$1.000 |
Perubahan harga | 3% |
Jika harga naik 3 persen, nilai posisi bertambah US$30. Return terhadap modal menjadi 15 persen sebelum biaya.
Sebaliknya, jika harga turun 3 persen, kerugiannya juga US$30 atau 15 persen dari modal.
Sekarang anggap harga turun 10 persen. Nilai posisi berkurang US$100. Itu berarti separuh dari modal awal sudah hilang, walaupun aset hanya turun 10 persen.
Inilah bagian yang kadang tidak terasa saat seseorang hanya melihat jumlah margin di aplikasi. Dana yang ditempatkan memang US$200, tetapi risiko pasar bekerja berdasarkan posisi US$1.000.
Jenis Leverage dalam Trading
Cara kerja leverage tidak sama di setiap instrumen. Aturan margin saham, misalnya, tidak bisa langsung dipakai untuk membaca risiko futures atau options.
1. Margin Trading Saham
Broker meminjamkan sebagian dana untuk membantu investor membuka posisi yang lebih besar dalam margin trading saham,
Dalam kebanyakan kasus, aset dan dana tunai di dalam akun biasanya berfungsi menjadi jaminan. Bunga margin dapat terus berjalan selama pinjaman belum dilunasi. Besarnya bunga dan cara perhitungannya berbeda di setiap broker.
Masalah muncul ketika nilai saham turun. Sementara nilai pinjaman tidak otomatis menurun, ekuitas akun juga ikut mengecil.
Broker dapat mengeluarkan margin call ketika ekuitas berada di bawah batas maintenance margin. Menurut FINRA, margin call juga dapat terjadi jika nilai akun turun, transaksi menciptakan kekurangan margin, atau broker menaikkan persyaratan marginnya.
2. Futures
Margin futures tidak sama fungsinya dengan uang muka pembelian saham.
Kamu tidak meminjam sebagian harga aset untuk mendapatkan aset tersebut. Margin berfungsi sebagai dana jaminan untuk memenuhi kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak.
Ada initial margin untuk membuka posisi dan maintenance margin yang harus dipertahankan selama posisi tetap berjalan. Trader dapat diminta untuk menambah dana atau menutup posisi jika saldo turun melewati batas tersebut.
CME Group menjelaskan bahwa margin futures bukan uang muka dan trader tidak memiliki komoditas dasarnya hanya karena membuka kontrak.
3. Forex dan CFD
Karena trader hanya menempatkan sebagian kecil dari nilai posisi mereka, Forex dan CFD sering menawarkan leverage tinggi.
Sebagai contoh, margin dua persen secara matematis setara dengan leverage 50x. Pergerakan harga satu persen, di sisi lain, dapat menghasilkan perubahan kira-kira 50 persen terhadap margin awal, sebelum biaya.
Namun, platform dapat memiliki mekanisme penutupan posisi, biaya overnight, batas margin call, dan perlindungan saldo negatif yang berbeda. Jumlah leverage yang sama tidak selalu berarti risiko akun yang sama.
4. Crypto Futures dan Perpetual
Trader dapat membuka posisi long atau short dengan margin pada crypto futures dan perpetual.
Selain volatilitas asetnya, ada faktor lain seperti funding rate dan harga likuidasi. Semakin tinggi leverage yang dipakai, semakin dekat pula jarak antara harga masuk dan harga likuidasi.
Ketika margin tidak lagi mencukupi, posisi dapat ditutup otomatis. Namun, trader tetap berharap harga akan bergerak sesuai prediksi.
5. Options
Leverage dalam options tidak selalu berasal dari pinjaman. Efeknya muncul dari struktur kontrak.
Satu kontrak equity options standar umumnya mewakili 100 saham. Sebagai contoh, call option dengan strike price US$50 memberikan hak kepada pemegang kontrak untuk membeli 100 saham pada harga tersebut.
Penjelasan mengenai struktur kontrak standar ini dapat ditemukan dalam panduan equity options dari Options Clearing Corporation.
Namun, opsi leverage tidak terbatas pada jumlah saham yang dikendalikan. Harga saham, harga strike, volatilitas, dan waktu sampai kedaluwarsa semua memengaruhi nilai kontrak.
Pembeli options dapat kehilangan seluruh premium yang telah mereka bayarkan. Bentuk risiko untuk penjual options bergantung pada strategi dan apakah posisi memiliki perlindungan.
6. Leveraged ETF
Leveraged ETF dirancang untuk menghasilkan kelipatan tertentu dari pergerakan harian indeks atau aset acuan. Sebagai ilustrasi, ETF 2x berusaha menghasilkan dua kali perubahan harian indeks sebelum memperhitungkan biaya.
Kata harian penting.
Karena portofolionya diatur ulang setiap hari, hasil selama beberapa minggu atau bulan dapat berbeda dari sekadar dua kali return indeks pada periode tersebut. Selisihnya bisa semakin besar ketika harga bergerak naik-turun dengan tajam.
Investor.gov mengingatkan bahwa leveraged dan inverse ETF merupakan produk khusus dengan risiko tambahan, terutama bagi investor yang menahannya dalam jangka panjang.
Risiko Menggunakan Leverage
Leverage tidak hanya meningkatkan hasil. Ia juga dapat mempercepat masalah muncul ketika pasar bergerak berlawanan.
1. Kerugian Membesar Lebih Cepat
Dengan leverage 5x, kerugian meningkat lebih cepat. Penurunan harga sekitar 2 persen setara dengan perubahan kurang lebih 10 persen terhadap modal, sebelum biaya.
Apabila ukuran posisi terlalu besar atau beberapa posisi bergerak turun sekaligus, bahkan leverage yang terlihat kecil tetap berbahaya.
2. Margin Call
Ketika ekuitas akun tidak lagi memenuhi persyaratan minimum, terjadilah margin call.
Dalam kebanyakan kasus, trader harus menambah dana, mengurangi posisi, atau menjual aset lain. Namun, jangan menganggap broker akan selalu memberikan banyak waktu untuk mengambil keputusan.
Persyaratan margin dapat berubah, terutama dengan peningkatan volatilitas.
3. Likuidasi Paksa
Broker atau platform dapat menutup sebagian atau seluruhnya kekurangan margin jika tidak ditutup segera.
Harga eksekusi akhir tidak selalu harga likuidasi. Transaksi dapat terjadi pada harga yang lebih buruk saat pasar bergerak cepat atau likuiditas menipis.
Selain itu, produk atau sistem akun tertentu dapat mengalami kerugian yang lebih besar daripada dana yang awalnya ditempatkan.
4. Biaya Berjalan
Biaya yang terlibat dalam posisi berleverage dapat mencakup bunga margin, spread, komisi, tingkat pembiayaan, dan biaya overnight. Biaya-biaya ini mungkin terlihat kecil pada hari pertama, tetapi pada akhirnya mereka dapat menurunkan keuntungan atau memperbesar kerugian.
5. Stop-Loss Tidak Menjamin Harga Keluar
Stop-loss dapat membantu membuat batas keluar, tetapi mereka tidak menjamin bahwa transaksi akan terjadi pada harga yang dipilih.
Stop order biasanya berubah menjadi market order ketika harga menyentuh level pemicu. Jika pasar bergerak cepat atau mengalami gap, order dapat terisi jauh dari level stop. FINRA juga mengingatkan adanya risiko eksekusi stop order dalam kondisi pasar yang volatil melalui panduan mengenai penggunaan stop order. Stop-limit order memang memberi batas harga, tetapi mereka juga memiliki risiko lain: order bisa tidak terisi sama sekali.
Cara Menilai Leverage Sebelum Membuka Posisi
Tidak ada rasio leverage yang otomatis aman untuk semua orang. Jika seluruh modal dimasukkan ke satu aset yang tidak stabil, leverage 2x juga bisa menjadi masalah.
Sebelum membuka posisi, periksa beberapa hal berikut.
1. Hitung Leverage Efektif
Jangan hanya melihat leverage maksimum yang ditampilkan platform; hitung nilai posisi total dan bandingkan dengan modal yang kamu gunakan. Ini membantu dalam menentukan jumlah eksposur yang ditanggung.
2. Buat Simulasi Kerugian
Coba hitung dampak jika harga turun 1%, 3%, atau 5%.
Hitung jumlah kerugian dalam dolar dan persentasenya terhadap total modal. Dengan demikian, risiko tidak berhenti hanya menjadi angka yang abstrak di layar.
3. Cari Batas Margin Call dan Likuidasi
Baca aturan platform tentang initial margin, maintenance margin, dan kondisi yang dapat memicu likuidasi.
Selain itu, perhatikan apakah platform memiliki kemampuan untuk menutup posisi tanpa meminta izin sebelumnya.
4. Masukkan Seluruh Biaya
Hitung bunga, spread, funding rate, komisi, dan biaya overnight.
Strategi yang tampak menguntungkan sebelum biaya tidak selalu menghasilkan hasil yang sama setelah semua pengurangan dilakukan.
5. Sesuaikan Ukuran Posisi
Jumlah leverage bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi penyesuaian ukuran posisi risiko; ukuran posisi memiliki dampak yang sama besarnya.
Memakai leverage 5x pada sebagian kecil modal tentu berbeda dari memakai leverage 5x dengan hampir seluruh saldo akun.
Modal Kecil Tidak Selalu Memerlukan Leverage
Harga satu saham penuh terkadang terasa mahal, terutama untuk saham AS yang diperdagangkan pada harga ratusan dolar.
Namun, memperbesar posisi melalui utang bukan satu-satunya jalan.
Eksposur fraksional memungkinkan kamu mengalokasikan dana berdasarkan nominal tanpa harus membeli satu saham penuh. Di Gotrade Indonesia, misalnya, eksposur fraksional ke saham AS tertentu dapat dimulai dari US$1.
Minimum deposit Gotrade Indonesia saat ini adalah US$5. Informasi terbarunya dapat diperiksa melalui halaman minimum deposit Gotrade.
Gotrade juga menyediakan fasilitas trading 24/5 untuk saham AS tertentu. Ketersediaannya tidak berlaku untuk seluruh saham dan dapat diperiksa melalui penjelasan resmi fitur 24/5.
Eksposur fraksional tetap memiliki risiko pasar. Harga saham masih bisa turun. Bedanya, kamu tidak perlu menggunakan pinjaman margin hanya untuk menyesuaikan posisi dengan harga satu saham penuh.
Leverage Perlu Dipahami, Bukan Dikejar
Leverage adalah cara untuk mengontrol eksposur yang lebih besar daripada modal yang ditempatkan. Ini dapat disebabkan oleh pinjaman margin dan struktur produk seperti futures, options, dan leveraged ETF.
Alat ini tidak meningkatkan peluang prediksi yang akurat. Hanya ketika harga bergerak—bahkan ketika arahnya salah—leverage menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
Sebelum menggunakannya, hitung nilai posisi sebenarnya, ketahui biaya, ketahui batas margin call, dan buat simulasi kerugian. Kadang-kadang, membuka posisi yang lebih kecil atau tidak menggunakan leverage sama sekali adalah keputusan yang lebih masuk akal.
Untuk membangun eksposur ke saham dan ETF AS berdasarkan nominal dana, unduh Gotrade dan lihat pilihan aset yang tersedia mulai dari $1.