7 Aplikasi Analisa Saham Terbaik untuk Investor dan Trader

Atalya WianAtalya WianHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

7 Aplikasi Analisa Saham Terbaik untuk Investor dan Trader

Ringkasan Gotrade

  • Aplikasi analisa saham memiliki fungsi berbeda, mulai dari charting, screening, analisis fundamental, hingga memantau kondisi market.
  • Gotrade menyediakan fitur seperti Stock Screener, Advanced Chart, Sector Heatmap, watchlist, market data, hingga integrasi TradingView untuk membantu analisis saham AS.
  • Pilihan aplikasi sebaiknya disesuaikan dengan jenis analisis, market yang ingin dipantau, fitur yang dibutuhkan, dan biaya penggunaannya.

Data saham sekarang mudah ditemukan. Tantangannya justru memilih informasi mana yang benar-benar berguna untuk membantu analisis.

Ada aplikasi yang lebih cocok untuk membaca chart, ada yang fokus pada laporan keuangan, dan ada juga yang membantu menyaring saham berdasarkan kriteria tertentu.

Karena itu, aplikasi analisa saham terbaik belum tentu sama untuk semua orang. Berikut beberapa pilihan yang bisa kamu pertimbangkan berdasarkan fungsi dan kebutuhan masing-masing.

Baca juga: 7 Rekomendasi Investasi Jangka Panjang dan Cara Memilihnya

7 Aplikasi Analisa Saham Terbaik

1. Gotrade

grafik pertumbuhan saham Apple

Cocok untuk: screening, analisis, dan trading saham AS

Gotrade tidak hanya digunakan untuk membeli saham AS. Di dalam ekosistemnya, pengguna juga memiliki beberapa tools yang dapat membantu proses mencari saham, memantau market, menganalisis harga, hingga melakukan transaksi.

Baca juga: Saham Bagger: Cara Hitung, Risiko, dan Cara Screeningnya

Beberapa fitur analisis yang tersedia antara lain:

  • Stock Screener untuk membantu menyaring saham berdasarkan kriteria tertentu.

  • Advanced Chart untuk membaca pergerakan harga secara lebih detail.

  • Intraday Chart dan volume untuk memantau perubahan harga dalam timeframe yang lebih pendek.

  • Sector Heatmap untuk melihat performa sektor secara visual.

  • Seasonality Heatmap untuk mempelajari pola performa historis saham.

  • Multi-watchlist untuk mengelompokkan saham yang sedang dipantau.

  • Real-time market data dan bid/ask untuk melihat kondisi market secara lebih detail.

  • Trading Signal yang menyajikan insight seperti area entry, risiko, katalis, dan thesis saham tertentu.

  • Gotrade Ultra untuk mengakses chart, screener, analisis portofolio, dan trading melalui web.

  • Integrasi TradingView untuk menggunakan chart dan berbagai tools analisis teknikal TradingView melalui akun Gotrade.

Secara sederhana, workflow-nya dapat berupa:

Screening saham → pantau sektor → masukkan ke watchlist → analisis chart → gunakan TradingView jika membutuhkan tools teknikal lebih dalam → lakukan transaksi melalui Gotrade.

Karena itu, Gotrade cukup relevan untuk pengguna Indonesia yang ingin menganalisis sekaligus memperdagangkan saham AS dalam satu ekosistem.

Kelebihan:

  • Mendukung screening, charting, dan monitoring saham.

  • Tersedia data market dan watchlist.

  • Memiliki Sector Heatmap dan Seasonality Heatmap.

  • Bisa digunakan melalui Gotrade Ultra di web.

  • Terintegrasi dengan TradingView untuk analisis teknikal lebih mendalam.

Perlu diperhatikan: tidak semua fitur tersedia dalam mode atau platform yang sama. Beberapa fitur terdapat di Advanced Mode, Gotrade Ultra, atau TradingView setelah akun dihubungkan.

Pelajari lebih lanjut tentang Gotrade dan integrasi Gotrade dengan TradingView.

2. Finviz

dashboard finviz

Cocok untuk: screening saham AS

Kalau kamu belum tahu saham mana yang ingin dianalisis, Finviz bisa menjadi salah satu titik awal.

Finviz menyediakan stock screener untuk mempersempit daftar saham berdasarkan berbagai kriteria fundamental dan teknikal, mulai dari sektor, market cap, valuasi, volume, performa harga, hingga indikator teknikal.

Misalnya, kamu ingin mencari saham teknologi AS dengan market cap tertentu, pertumbuhan EPS positif, dan volume yang cukup tinggi. Daripada membuka saham satu per satu, screener membantu mempersempit kandidat untuk dianalisis lebih lanjut.

Finviz sendiri terutama digunakan melalui browser dan tidak memiliki aplikasi mobile resmi. Jadi, pengguna yang menemukannya melalui aplikasi pihak ketiga perlu memastikan aplikasi tersebut bukan layanan resmi Finviz.

Kelebihan:

  • Filter saham AS cukup lengkap.

  • Menggabungkan kriteria fundamental dan teknikal.

  • Membantu mempersempit kandidat saham.

  • Tampilan hasil screening relatif mudah dipindai.

Perlu diperhatikan: Finviz lebih tepat dipandang sebagai platform analisis berbasis web daripada aplikasi mobile. Sebagian data juga dapat memiliki jeda dibanding harga real-time, tergantung akses yang digunakan.

3. Yahoo Finance

stock analysis yahoo finance

Cocok untuk: fundamental, chart, berita, dan monitoring saham

Yahoo Finance cocok untuk pengguna yang ingin melihat berbagai informasi saham dalam satu tempat tanpa menggunakan tools yang terlalu kompleks.

Kamu dapat memantau harga, chart, berita perusahaan, informasi fundamental, watchlist, earnings calendar, serta perkembangan market lainnya melalui web maupun aplikasi mobile.

Karena cakupan informasinya luas, Yahoo Finance cukup berguna sebagai tempat riset awal sebelum menggunakan tools yang lebih spesifik.

Kelebihan:

  • Data saham dan berita berada dalam satu platform.

  • Tersedia melalui web dan mobile.

  • Memiliki watchlist dan chart.

  • Relatif mudah digunakan untuk pemula.

Perlu diperhatikan: status data dapat berbeda antar-market. Untuk kebutuhan intraday, cek apakah data yang sedang digunakan real-time atau delayed.

4. Investing.com

investing.com stock screener

Cocok untuk: memantau market dan kalender ekonomi

Analisis saham tidak hanya berkaitan dengan kondisi perusahaan. Pergerakan harga juga dapat dipengaruhi inflasi, keputusan suku bunga, data tenaga kerja, earnings, hingga pernyataan bank sentral.

Investing.com dapat digunakan untuk memantau data market, berita, chart, dan kalender ekonomi.

Contohnya, jika kamu sedang menganalisis saham teknologi AS menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve, kalender ekonomi dapat membantu mengetahui kapan event tersebut berlangsung.

Kelebihan:

  • Memantau berbagai market dalam satu platform.

  • Tersedia melalui web dan aplikasi mobile.

  • Memiliki kalender ekonomi.

  • Cocok sebagai pelengkap analisis saham.

Perlu diperhatikan: banyaknya informasi dapat terasa cukup padat untuk pengguna baru.

5. Stockbit

stockbit stock screener

Cocok untuk: analisis saham Indonesia

Jika fokusmu lebih banyak pada saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, Stockbit bisa menjadi salah satu pilihan.

Stockbit memiliki screener untuk menyaring saham berdasarkan berbagai kriteria fundamental maupun teknikal. Tersedia juga data laporan keuangan, chart, watchlist, dan berbagai informasi emiten.

Karena itu, Stockbit lebih relevan untuk analisis saham Indonesia dibanding saham AS.

Kelebihan:

  • Fokus pada saham Indonesia.

  • Memiliki screener fundamental dan teknikal.

  • Data laporan keuangan mudah diakses.

  • Bisa digunakan melalui mobile dan desktop.

Perlu diperhatikan: tersedia fitur gratis dan fitur lanjutan berbayar, jadi sesuaikan dengan kebutuhan analisismu.

6. RTI Business

Cocok untuk: melihat data dan laporan keuangan saham Indonesia

RTI Business banyak digunakan untuk memantau data saham Indonesia, termasuk harga, laporan keuangan, statistik transaksi, indeks, dan informasi emiten.

Untuk investor fundamental, aplikasi ini bisa membantu melihat perkembangan pendapatan, laba, aset, dan berbagai rasio keuangan dari beberapa periode.

Namun, satu angka fundamental sebaiknya tidak digunakan sendirian. Valuasi dan kinerja perusahaan tetap perlu dibaca bersama kondisi bisnis dan industrinya.

Kelebihan:

  • Fokus pada saham Indonesia.

  • Tersedia melalui aplikasi mobile.

  • Berguna untuk melihat laporan keuangan emiten.

  • Cocok sebagai pelengkap analisis fundamental.

7. Koyfin

RTI business stock screener

Cocok untuk: analisis fundamental dan riset yang lebih mendalam

Koyfin lebih cocok untuk pengguna yang membutuhkan data finansial dan dashboard riset yang lebih komprehensif.

Platform ini menyediakan financial analysis, graphing, equity screener, market dashboard, watchlist, dan company snapshots.

Berbeda dari Finviz, Koyfin tidak hanya dapat digunakan melalui web. Saat ini tersedia juga aplikasi mobile untuk membantu mengakses watchlist, portfolio, chart, dan data perusahaan.

Kelebihan:

  • Data fundamental cukup mendalam.

  • Banyak pilihan screening.

  • Bisa digunakan melalui web dan mobile.

  • Cocok untuk membandingkan beberapa perusahaan.

Perlu diperhatikan: tersedia paket gratis dan berbayar. Cakupan serta kecepatan data juga dapat berbeda berdasarkan market dan layanan yang digunakan.

Perbandingan Aplikasi Analisa Saham

Platform

Fungsi utama

Market utama

Akses

Model biaya

Cocok untuk

Gotrade

Screener, chart, heatmap, TradingView, trading

Saham AS

Mobile + web

Gratis, dengan fitur tertentu sesuai mode/layanan

Analisis dan trading saham AS

Finviz

Stock screening

Saham AS

Web

Gratis + premium

Mencari saham berdasarkan kriteria

Yahoo Finance

Fundamental, chart, berita

Global

Web + mobile

Gratis + layanan premium tertentu

Riset awal dan monitoring

Investing.com

Data market dan kalender ekonomi

Global

Web + mobile

Freemium

Monitoring market dan makro

Stockbit

Fundamental, screener, chart

Indonesia

Mobile + desktop

Gratis + premium

Analisis saham Indonesia

RTI Business

Data emiten dan laporan keuangan

Indonesia

Mobile

Gratis + fitur tertentu

Analisis fundamental

Koyfin

Fundamental dan financial research

Global

Web + mobile

Gratis + premium

Riset lebih mendalam

Istilah aplikasi analisa saham tidak selalu berarti seluruh tools tersedia sebagai aplikasi di App Store atau Play Store.

Finviz, misalnya, lebih berorientasi pada penggunaan melalui browser. Sebaliknya, Gotrade, Yahoo Finance, Investing.com, Stockbit, RTI Business, dan Koyfin memiliki akses melalui perangkat mobile.

Selain itu, jangan berasumsi semua harga yang muncul pada setiap platform selalu real-time. Untuk trader yang mengandalkan pergerakan intraday, status data ini perlu diperiksa sebelum menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan.

Cara Memilih Aplikasi Analisa Saham yang Tepat

1. Tentukan jenis analisis

Mulai dari jenis informasi yang ingin kamu gunakan.

Menurut CFA Institute, analisis teknikal menggunakan informasi seperti harga saham dan volume perdagangan, sedangkan analisis fundamental menggunakan informasi mengenai ekonomi, industri, serta perusahaan.

Artinya, tools yang dibutuhkan pun bisa berbeda.

Jika menggunakan analisis teknikal, prioritaskan aplikasi yang memiliki chart, timeframe, volume, dan indikator seperti Moving Average, RSI, atau MACD.

Kalau fokus pada fundamental, cari platform yang menyediakan laporan keuangan, rasio valuasi, pertumbuhan pendapatan, laba, dan cash flow.

2. Periksa apakah tersedia di mobile atau web

Kalau sering melakukan analisis melalui laptop, platform berbasis web seperti Finviz mungkin tidak menjadi masalah.

Sebaliknya, jika lebih sering memantau saham melalui smartphone, pilih tools yang memiliki aplikasi mobile resmi.

Hal ini juga penting dari sisi keamanan. Jangan langsung mengunduh aplikasi hanya karena namanya sama atau mirip dengan platform analisis tertentu. Periksa siapa pengembangnya dan pastikan berasal dari penyedia resmi.

3. Cek apakah datanya real-time atau delayed

Untuk investor jangka panjang, keterlambatan beberapa menit mungkin tidak selalu menjadi faktor utama.

Namun, untuk trader yang mengambil keputusan berdasarkan harga intraday, data yang terlambat dapat membuat informasi harga yang dilihat sudah berbeda dari kondisi market terkini.

Karena itu, cek apakah aplikasi menyediakan real-time quote, delayed quote, extended-hours data, dan apakah akses tersebut termasuk dalam versi gratis atau memerlukan layanan tertentu.

4. Sesuaikan dengan market

Pastikan aplikasi mendukung market yang ingin kamu analisis.

Stockbit dan RTI lebih relevan untuk saham Indonesia. Gotrade dan Finviz lebih berfokus pada kebutuhan saham AS, sedangkan Yahoo Finance, Investing.com, dan Koyfin memiliki cakupan yang lebih global.

5. Cek kebutuhan screening

Jika ingin mencari saham dari ratusan pilihan, stock screener menjadi fitur yang berguna.

Filter dapat membantu mempersempit daftar berdasarkan market cap, sektor, valuasi, performa harga, volume, atau indikator lainnya.

Namun, saham yang lolos screener belum otomatis layak dibeli.

Investor.gov menyebut riset investasi sebagai bagian dari due diligence. Informasi dan disclosure perusahaan tetap perlu diperiksa sebelum mengambil keputusan.

Dengan kata lain, screener sebaiknya dipakai untuk mempersempit kandidat, bukan menggantikan proses analisis.

6. Jangan hanya melihat satu angka fundamental

Tools fundamental dapat menampilkan banyak rasio, mulai dari P/E, revenue growth, EPS, margin, hingga free cash flow.

Namun, satu indikator saja tidak cukup untuk menggambarkan keseluruhan perusahaan.

CFA Institute menjelaskan bahwa analis sering menggunakan lebih dari satu model valuasi karena setiap model memiliki keterbatasan dan hasilnya dapat berubah ketika input atau asumsi yang digunakan berbeda.

Karena itu, jangan hanya mencari aplikasi dengan rasio paling banyak. Perhatikan juga apakah data tersebut membantu melihat perusahaan dari beberapa sudut.

7. Bandingkan biaya dengan fitur yang benar-benar digunakan

Gratis belum tentu selalu lebih baik, begitu pula paket premium belum tentu diperlukan.

Sebelum berlangganan, cek apakah fitur tambahannya memang relevan, misalnya:

  • real-time data,

  • advanced screener,

  • indikator tambahan,

  • historical financial data,

  • export data,

  • atau portfolio analytics.

Untuk pemula, fitur dasar sering kali sudah cukup untuk belajar. Paket berbayar menjadi lebih relevan ketika kebutuhan analisis semakin spesifik.

Gunakan Tools sebagai Bagian dari Proses Analisis

Memiliki banyak data tidak otomatis membuat analisis menjadi lebih baik.

Menurut CFA Institute, proses analisis keuangan secara umum dimulai dari menentukan tujuan, mengumpulkan data, memproses dan menginterpretasikannya, kemudian menarik kesimpulan.

Jadi, penggunaan aplikasi sebaiknya mengikuti tujuan yang jelas.

Contohnya:

Tujuan analisis → screening → kumpulkan data → analisis fundamental/teknikal → interpretasi → keputusan

Dengan workflow seperti ini, aplikasi berfungsi sebagai alat bantu untuk mengumpulkan dan mengolah informasi, bukan sebagai pengganti proses berpikir investor.

Waspadai Bias saat Memantau Saham

Semakin mudah saham dipantau melalui watchlist, chart, atau portfolio tracker, semakin penting pula menjaga proses analisis tetap objektif.

Sebuah studi oleh Quispe-Torreblanca, Gathergood, Loewenstein, dan Stewart yang diterbitkan di The Review of Economic Studies menemukan bahwa investor ritel lebih cenderung memberi perhatian pada saham yang baru menghasilkan keuntungan dibanding saham yang merugi. Pola perhatian tersebut juga berhubungan dengan aktivitas trading mereka.

Artinya, watchlist dan portfolio tracker memang membuat monitoring lebih mudah, tetapi investor tetap perlu berhati-hati agar tidak hanya memperhatikan informasi yang terasa menyenangkan atau mendukung pandangan sebelumnya.

Contoh Menggunakan Aplikasi untuk Analisis Saham AS

Misalnya kamu ingin menganalisis saham Apple (AAPL).

Pertama, gunakan stock screener untuk melihat AAPL dibanding saham lainnya berdasarkan market cap, valuasi, performa harga, atau kriteria tertentu.

Selanjutnya, periksa fundamental perusahaan, seperti pertumbuhan pendapatan, laba, EPS, cash flow, dan valuasi.

Setelah itu, lihat chart untuk membaca tren, support dan resistance, volume, Moving Average, RSI, atau indikator lain yang relevan.

Jika menggunakan Gotrade, proses tersebut dapat dilakukan mulai dari screening dan monitoring di dalam ekosistem Gotrade, kemudian dilanjutkan ke TradingView apabila membutuhkan analisis teknikal yang lebih dalam.

Setelah informasi terkumpul, kamu dapat menyusun trading plan sendiri, termasuk kondisi entry, level invalidasi, dan batas risiko.

Yang penting, aplikasi tidak menggantikan proses analisis itu sendiri. Tools hanya membantu menyediakan dan mengolah data yang kemudian perlu kamu interpretasikan.

Jadi, Mana Aplikasi Analisa Saham Terbaik?

Jawabannya tergantung kebutuhanmu.

Jika fokus pada saham AS dan ingin menggunakan screener, chart, market data, heatmap, serta integrasi TradingView dalam satu ekosistem, Gotrade bisa dipertimbangkan.

Untuk screening saham AS melalui browser, Finviz juga cukup kuat. Yahoo Finance cocok untuk riset awal dan monitoring, sementara Koyfin menawarkan financial research yang lebih mendalam.

Sementara itu, Stockbit dan RTI Business lebih relevan jika fokusmu adalah saham Indonesia.

Hal terpenting bukan menggunakan sebanyak mungkin aplikasi, tetapi memahami informasi yang kamu butuhkan dan memilih tools yang membantu mendapatkannya.

Jika tertarik menganalisis dan memperdagangkan saham AS, kamu dapat menggunakan Gotrade untuk melakukan screening, memantau market, menganalisis chart, dan melanjutkan analisis teknikal melalui integrasi TradingView.

Ditulis oleh Atalya Wian

Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Atalya Wian
Ditulis oleh
Atalya Wian
Atalya adalah content marketer dengan pengalaman lebih dari 3 tahun di industri SaaS, e-commerce, hingga keuangan. Spesialis dalam penulisan topik bisnis, teknologi, dan keuangan untuk audiens profesional.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku