Support dan Resistance: Ciri-ciri, Fungsi, dan Strateginya

Adelia VitaAdelia VitaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Support dan Resistance: Ciri-ciri, Fungsi, dan Strateginya

Ringkasan Gotrade

  • Support adalah area yang sebelumnya menahan penurunan, sedangkan resistance merupakan area yang menahan kenaikan harga.
  • Support dan resistance lebih baik dibaca sebagai zona dan referensi, bukan sebagai sinyal buy atau sell.
  • Support dan resistance bisa berubah fungsi setelah ditembus, sehingga reaksi harga berikutnya tetap perlu diperhatikan.

Sebuah saham turun dari US$110 dan beberapa kali berhenti di sekitar US$100 sebelum kembali naik. Di sisi lain, setiap kali harga mendekati US$115 maka kenaikannya mulai tertahan.

Apakah US$100 pasti menjadi batas bawah dan US$115 menjadi batas atas? Belum tentu.

Tetapi, reaksi harga yang berulang membuat kedua area tersebut layak diperhatikan sebagai support dan resistance. Konsep inilah yang menjadi salah satu dasar analisis teknikal karena membantu trader memahami area harga tempat kekuatan pembeli dan penjual sebelumnya berubah.

Baca juga: Biaya Overhead: Arti, Jenis, Cara Hitung, hingga Strateginya

Apa Itu Support dan Resistance?

Support dan resistance adalah area harga yang sebelumnya menunjukkan perubahan tekanan pada beli dan jual.

Menurut Fidelity, support muncul ketika tekanan beli mulai menahan penurunan sedangkan resistance terjadi ketika tekanan jual menghambat kenaikan.

Sebagai contoh ketika harga beberapa kali memantul di sekitar US$99. Area tersebut dianggap sebagai potential support. Sebaliknya, jika harga berulang kali tertahan di sekitar US$115 maka area itu bisa dipantau sebagai potential resistance. Keduanya bukan batas pasti karena harga tetap bisa untuk menembus area tersebut.

Baca juga: Market Cap: Cara Menghitung, Jenis, dan Artinya Bagi Investor

Support dan Resistance Lebih Baik Dibaca sebagai Area

Support dan resistance sering digambarkan sebagai garis horizontal tetapi reaksi harga jarang terjadi tepat pada satu angka.

Misalnya, support berada di sekitar US$100. Harga bisa saja turun ke US$99,70 lalu kembali naik. Kondisi ini bukan berarti support sudah berhasil ditembus.

Menurut Investopedia support dan resistance bisa berbentuk area atau range bukan hanya satu titik harga saja.

Karena itu, lebih baik membaca support sebagai area US$98,80–US$100 daripada satu angka yang terlalu presisi. Tetapi, zona tersebut juga jangan dibuat terlalu lebar hingga kehilangan fungsinya sebagai referensi.

Cara Menentukan Support dan Resistance Trading

Kamu tidak perlu memakai banyak indikator kamu bisa mulai dari price action dan area harga yang sebelumnya memicu reaksi. Perhatikan hal berikut ini:

1. Tentukan Timeframe

Support pada chart 5 menit dan weekly memiliki konteks yang berbeda. Sesuaikan timeframe dengan gaya trading dan gunakanlah secara konsisten saat kamu mengevaluasi levelnya.

2. Cari Area Reaksi Harga

Perhatikan area tempat harga sebelumnya memantul, tertahan, bergerak sideways atau mengalami breakout dan breakdown. Kamu tidak perlu mencari satu harga yang sangat presisi.

Jika beberapa swing low muncul di sekitar US$98–US$99,20 akan lebih masuk akal jika kamu menandainya sebagai satu support zone.

3. Tandai Swing High dan Swing Low

Swing low bisa menjadi referensi potential support sedangkan swing high bisa membantu kamu untuk menemukan potential resistance. Prioritaskan kembali level yang menghasilkan reaksi harga cukup jelas agar chart tidak dipenuhi terlalu banyak garis.

4. Perhatikan Respons Harga

Saat harga telah kembali ke area tersebut lihatlah reaksinya. Harga bisa saja mengalami rejection, konsolidasi, breakout, breakdown, atau false breakout. Karena itu, fokus utamanya bukan hanya pada levelnya tetapi juga pada bagaimana harga bereaksi saat kembali ke area tersebut.

Ciri-Ciri Support dan Resistance yang Layak Diperhatikan

Tidak ada formula pasti untuk menentukan level yang “kuat”. Namun, beberapa karakter berikut ini bisa membantu kamu memilih area yang lebih relevan.

1. Memiliki Reaksi Harga yang Jelas

Area yang beberapa kali memicu pantulan atau penolakan harga biasanya lebih layak diperhatikan dibandingkan dengan level yang dipilih hanya karena berada pada angka bulat.

2. Sesuai dengan Timeframe

Level pada chart weekly lebih relevan untuk horizon beberapa minggu sedangkan level pada chart sangat pendek sehingga lebih cocok untuk trading intraday.

3. Pernah Menjadi Area Penting

Support dan resistance juga mampu mengalami role reversal. Resistance yang ditembus bisa menjadi support saat harga kembali mengujinya begitu pula sebaliknya.

4. Didukung Aktivitas Pasar

Volume saham bisa membantu memberi konteks pada breakout atau breakdown. Tetapi, volume tinggi tetaplah tidak menjamin harga akan melanjutkan pergerakannya.

5. Diuji Lebih dari Sekali

Reaksi berulang membuat suatu area lebih mudah dikenali sebagai level penting. Meski begitu, semakin sering diuji bukan berarti level tersebut pasti akan semakin kuat karena setiap pengujian tetap bisa berakhir dengan breakout.

Fungsi Support dan Resistance dalam Trading

Support dan resistance paling berguna untuk menyusun skenario trading bukannya untuk meramal pergerakan harga. Berikut ini adalah fungsinya:

1. Memberi Konteks Harga

Misalnya harga berada di US$109 dengan support di US$100–US$102 dan resistance di US$110–US$112. Artinya, harga sedang bergerak mendekati area resistance. Informasi ini memberikan konteks yang lebih jelas dibandingkan hanya dengan melihat saham naik 1% hari ini.

2. Membantu Merencanakan Entry

Trader bisa menunggu reaksi harga ketika kembali ke area tertentu sebelum mengambil keputusan. Misalnya, entry baru dipertimbangkan ketika harga kembali ke support dan menunjukkan rejection, bukan hanya karena menyentuh level tersebut.

3. Membantu Menentukan Invalidation

Jika suatu setup bergantung pada support US$98–US$100 maka breakdown yang jelas dan gagal kembali ke atas area tersebut dapat menjadi alasan untuk mengevaluasi thesis trading.

4. Menentukan Area yang Perlu Dipantau

Area resistance bisa digunakan untuk melihat perubahan momentum, mengevaluasi risk-reward atau mengamati apakah breakout benar-benar bertahan. Namun, resistance bukan berarti harga harus langsung dijual ketika mencapai area tersebut.

Coba gunakan widget berikut untuk memetakan area support dan resistance, lalu lihat bagaimana posisi harga saat ini terhadap level yang sedang kamu pantau.

Strategi Menggunakan Support dan Resistance

Ada tiga skenario umum yang bisa digunakan untuk membaca support dan resistance, yaitu:

1. Rejection dari Support atau Resistance

Misalnya support berada di US$98–US$100. Harga turun ke US$99 tetapi gagal melanjutkan penurunan dan kembali ditutup di atas US$100.

Reaksi tersebut bisa menjadi tanda bahwa area support masih diperhatikan pasar. Namun, jika harga kemudian kembali turun dan ditutup jauh di bawah zona maka setup perlu dievaluasi lagi.

2. Breakout dan Retest

Misalnya resistance berada di US$110–US$112 lalu harga ditutup di US$114. Untuk menilai breakout perhatikan juga apakah harga mampu bertahan di atas zona, bagaimana volumenya, dan apa yang terjadi ketika area tersebut diuji kembali.

Jika resistance lama kemudian menahan penurunan, kondisi ini bisa menunjukkan role reversal menjadi support. Namun, tidak semua breakout harus mengalami retest.

3. Trading dalam Range

Jika harga bergerak berulang kali antara support US$90–US$92 dan resistance US$100–US$102, kedua area tersebut bisa digunakan sebagai referensi untuk membaca posisi harga dan risk-reward.

Tetapi, range tidak akan bertahan selamanya. Ketika salah satu zona ditembus maka skenario yang mengandalkan pantulan perlu dievaluasi kembali.

Tips Menggunakan Support dan Resistance

Beberapa kesalahan bisa dihindari dengan aturan sederhana, seperti berikut ini:

1. Fokus pada Area yang Paling Relevan

Tidak perlu menandai setiap swing pada chart. Prioritaskan support dan resistance yang paling jelas dan sesuai dengan timeframe dan posisi harga saat ini.

Kamu juga bisa gunakan zona jika reaksi historis memang terjadi pada beberapa harga yang berdekatan.

2. Tunggu Reaksi Harga

Jangan langsung membeli ketika harga menyentuh support atau menjual ketika mencapai resistance. Perhatikan bagaimana harga bereaksi termasuk perbedaan antara wick yang menembus sesaat dan candle yang benar-benar ditutup di luar zona.

3. Baca Bersama Tren dan Volume

Support dalam downtrend kuat memiliki konteks yang berbeda dengan support dalam tren naik. Volume juga bisa membantu membaca kekuatan pergerakan tetapi bukanlah jaminan bahwa breakout atau reversal akan berhasil.

4. Tentukan Batas Setup Sejak Awal

Sebelum entry, tentukan kondisi yang membuat skenario tidak lagi valid. Dengan begitu, keputusan bukan dibuat setelah harga bergerak jauh melawan posisi.

Intinya, support dan resistance lebih berguna jika dibaca bersama reaksi harga, tren, volume, dan struktur pasar bukannya sebagai level yang harus selalu bertahan.

Gunakan Support dan Resistance Untuk Membaca Reaksi Harga

Support dan resistance membantu trader mengenali area harga yang sebelumnya memicu perubahan tekanan beli dan jual. Karena itu, keduanya lebih tepat digunakan sebagai referensi untuk membaca reaksi harga daripada dianggap sebagai batas yang pasti bertahan.

Harga bisa memantul, menembus area, mengalami false breakout atau membuat support dan resistance bertukar fungsi. Karena itu, kamu perlu melihat bagaimana harga bereaksi ketika kembali ke area tersebut.

Penggunaan support dan resistance juga sebaiknya disesuaikan dengan timeframe, tren, volume, dan struktur harga agar konteksnya lebih jelas.

Kamu bisa menggunakan Gotrade untuk memantau chart saham AS yang sedang kamu pelajari, lalu mengombinasikan support dan resistance dengan price action, volume, dan rencana trading kamu.

Buka akun Gotrade dan mulai pantau pergerakan saham AS yang ingin kamu analisis.

Referensi

Fidelity, “Support and Resistance.”

Investopedia, Support and Resistance Basics.”

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Adelia Vita
Ditulis oleh
Adelia Vita
Adelia adalah seorang penulis dengan pengalaman lebih dari satu tahun dalam membuat konten di bidang keuangan, akuntansi, bisnis, dan SaaS. Memiliki ketertarikan pada dunia keuangan dan bisnis, ia menggabungkan riset yang mendalam dengan praktik penulisan yang baik untuk menghasilkan konten yang akurat, informatif, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku