Belajar Analisis Teknikal Saham: Cara Baca Grafik & Indikator

Rendy AndriyantoRendy Andriyanto
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Bagikan artikel

Belajar Analisis Teknikal Saham: Cara Baca Grafik & Indikator

Bisa membingungkan membuka chart saham untuk pertama kalinya. Candle merah dan hijau memiliki garis yang berpotongan, dan kemudian ada indikator dengan angka yang berubah-ubah.

Masalahnya, lebih banyak informasi di layar tidak selalu membuat keputusan lebih mudah dipahami.

Analisis teknikal membantu kamu memprediksi pergerakan harga dengan urutan yang lebih akurat. Sebelum membuka posisi, lihat tren, area penting, momentum, dan batas risiko daripada meramal harga.

Baca juga: Cara Analisis Teknikal Saham untuk Pemula: MA, RSI, dan MACD

Selain itu, tidak ada kebutuhan untuk memasang banyak indikator. Untuk memulai, pelajari tren, support dan resistance, volume, candlestick, dan timeframe. Setelah gambar besar terlihat, indikator baru digunakan.

Apa Itu Analisis Teknikal?

Analisis teknikal adalah cara untuk melihat perilaku pasar dengan menggunakan data harga dan volume transaksi. Tujuannya adalah untuk menemukan tren, momentum, dan area harga yang mungkin membuat pembeli atau penjual bertindak.

Metode ini menggunakan probabilitas daripada kepastian. Pola harga sebelumnya dapat memberikan konteks, tetapi tidak menjamin bahwa pergerakan harga berikutnya akan sama. (Fidelity)

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu

Analisis teknikal juga berbeda dari analisis fundamental.

Aspek

Analisis Fundamental

Analisis Teknikal

Fokus

Kondisi bisnis dan valuasi

Harga, volume, tren, dan momentum

Data utama

Pendapatan, laba, utang, arus kas

Pergerakan harga dan aktivitas transaksi

Penggunaan

Menilai kualitas perusahaan

Membantu timing dan mengelola posisi

Keterbatasan

Harga bisa lama tidak mengikuti nilai wajarnya

Sinyal dapat gagal atau muncul terlambat

Keduanya dapat digunakan bersama-sama. Fundamental meningkatkan pemahaman kamu tentang perusahaan yang dibeli. Teknik membantu memahami cara pasar memperlakukan saham.

Urutan Membaca Chart Saham

Jangan mencari sinyal beli segera. Mulailah dari konteks lebih luas.

1. Pilih Timeframe

Timeframe menunjukkan durasi yang diwakili oleh satu candle.

Satu candle pada chart harian merangkum satu hari perdagangan. Pada chart mingguan, satu candle mewakili satu minggu. Sementara chart 15 menit menunjukkan pergerakan yang jauh lebih pendek.

Pilih timeframe berdasarkan rencana posisi:

  • Chart harian untuk posisi beberapa hari hingga beberapa minggu.

  • Chart mingguan untuk melihat tren beberapa bulan.

  • Chart intraday untuk transaksi sangat pendek.

Timeframe trading yang terlalu pendek biasanya menghasilkan suara yang lebih keras. Harga dapat bergerak naik dan turun tanpa menunjukkan tren yang jelas.

2. Tentukan Arah Tren

Setelah memilih timeframe, perhatikan pola puncak dan titik rendahnya.

Uptrend terbentuk ketika harga membuat puncak yang makin tinggi dan titik rendah yang juga makin tinggi. Pola ini disebut higher high dan higher low.

Downtrend membentuk puncak yang makin rendah dan titik rendah yang juga makin rendah, atau lower high dan lower low.

Pasar sedang sideways jika harga selalu bergerak di rentang yang sama. Dalam diskusi tentang tren oleh CMT Association, uptrend didefinisikan sebagai rangkaian higher high dan higher lows. Tren harus dibaca sebelum indikator. Selama downtrend yang kuat, RSI yang rendah tidak secara otomatis menunjukkan bahwa harga akan segera naik.

3. Tandai Support dan Resistance

Support adalah tempat minat beli sebelumnya cukup besar untuk menahan atau memperlambat penurunan.

Resistance adalah tempat tekanan jual sebelumnya mampu menahan kenaikan. Sebaiknya dianggap sebagai area daripada angka pasti.

Keduanya sebaiknya dibaca sebagai area, bukan angka pasti. Jika harga beberapa kali memantul di sekitar US$98 hingga US$100, itu dianggap sebagai zona support. Harga masih dapat bergerak sedikit di bawah US$98 sebelum kembali naik.

Support dan resistance juga dapat bertukar fungsi. Resistance yang ditembus kadang menjadi support baru ketika harga mengujinya kembali. Namun, perubahan ini tetap perlu dikonfirmasi oleh pergerakan berikutnya.

Cara Membaca Candlestick

Empat data disimpan dalam satu candlestick.

  • Open: harga saat periode dimulai

  • High: harga tertinggi

  • Low: harga terendah

  • Close: harga saat periode berakhir

Jarak antara open dan close disebut body. Wick atau ekor adalah garis yang terletak di bagian atas dan bawah body.

Candle bearish menunjukkan harga ditutup rendah, sedangkan candle bullish menunjukkan harga ditutup lebih tinggi daripada harga pembukaan. Warna candle dapat berubah tergantung pada pengaturan platform, jadi perhatikan posisi open dan close.

Body panjang menunjukkan pergerakan yang relatif besar. Upper wick panjang berarti harga sempat naik, tetapi tidak bertahan di level tersebut. Lower wick panjang menunjukkan harga sempat turun, lalu kembali terdorong naik.

Pola Candlestick yang Sering Ditemui

  • Hammer memiliki body kecil dengan lower wick panjang. Jika muncul setelah penurunan dan berada di dekat support, pola ini dapat menunjukkan penolakan terhadap harga yang lebih rendah.

  • Shooting star memiliki upper wick panjang. Jika muncul setelah kenaikan dan berada di sekitar resistance, pola ini dapat menandakan tekanan jual mulai muncul.

  • Bullish engulfing terdiri dari candle bearish, lalu diikuti candle bullish dengan body yang menutupi body candle sebelumnya. Pola ini menunjukkan tekanan beli yang menguat.

  • Bearish engulfing terjadi ketika candle bullish diikuti candle bearish yang body-nya menutupi body sebelumnya. Pola ini menunjukkan tekanan jual yang menguat dan dapat menjadi tanda potensi penurunan.

  • Candlestick Doji terbentuk ketika open dan close berada sangat dekat. Pola ini menunjukkan keraguan sementara, bukan sinyal otomatis untuk membeli atau menjual.

Candlestick sebaiknya tidak dibaca sendirian. Hammer di dekat support mempunyai konteks yang lebih jelas daripada hammer yang muncul di tengah rentang harga acak.

Periksa Volume

Harga menunjukkan ke mana pasar bergerak, dan volume menunjukkan seberapa besar partisipasi dalam pergerakan itu.

Misalnya, harga menembus batas resistensi, tetapi volumenya masih rendah. Meskipun tidak selalu gagal, breakout ini memiliki dukungan yang lebih rendah daripada breakout yang disertai peningkatan volume.

Pertimbangkan volume terbaru dan periode sebelumnya. Sinyal tidak otomatis divalidasi oleh angka volume.

Tiga Indikator untuk Memulai

Indikator ini berasal dari perhitungan volume atau harga. Oleh karena itu, indikator tidak berfungsi sebagai alat untuk memprediksi masa depan. Fungsinya hanya membantu data menjadi lebih sederhana.

Moving Average

Moving Average atau MA menghitung rata-rata harga dalam periode tertentu.

MA 50 pada chart harian menunjukkan rata-rata harga dari 50 hari perdagangan terakhir. Jika garis MA menanjak, rata-rata harga sedang meningkat. Jika garisnya menurun, rata-rata harga sedang melemah.

Dua persilangan yang sering diperhatikan adalah:

  • Golden cross: MA jangka pendek memotong MA jangka panjang dari bawah ke atas.

  • Death cross: MA jangka pendek memotong MA jangka panjang dari atas ke bawah.

Warna garis tidak menentukan jenis persilangan karena pengguna dapat mengubah warna MA di setiap platform.

Golden cross dan death cross termasuk indikator tertinggal. Sinyal baru muncul setelah harga lebih dulu bergerak, sehingga tidak boleh dianggap sebagai jaminan tren akan berlanjut.

RSI

Relative Strength Index atau RSI mengukur kecepatan dan perubahan pergerakan harga pada skala 0 sampai 100.

Level di atas 70 sering disebut overbought, sedangkan level di bawah 30 disebut oversold.

Namun, overbought tidak berarti harga pasti turun. Oversold juga tidak berarti saham sudah murah atau aman dibeli. Dalam tren kuat, RSI bisa bertahan di level ekstrem cukup lama.

MACD

MACD terdiri dari MACD line, signal line, dan histogram. Indikator ini digunakan untuk membaca tren dan momentum.

Persilangan MACD line ke atas signal line dapat menunjukkan momentum mulai menguat. Persilangan ke bawah dapat menunjukkan momentum melemah.

MACD biasanya lebih berguna ketika harga sedang membentuk tren. Dalam kondisi sideways, garisnya dapat bolak-balik bersilangan dan menghasilkan banyak sinyal palsu.

Contoh Menyusun Trading Plan

Anggap sebuah saham diperdagangkan di sekitar US$198. Angka berikut hanya simulasi.

Pada chart harian, harga membentuk higher highs dan higher lows. MA 50 juga bergerak naik. Support terlihat di US$192 hingga US$194, sedangkan resistance berada di US$202 hingga US$204.

Harga kemudian ditutup di US$205 dengan volume lebih tinggi. Beberapa hari setelahnya, harga turun menguji US$203, lalu kembali naik.

Kondisi tersebut memberi beberapa informasi:

  1. Tren utama masih naik.

  2. Resistance berhasil ditembus.

  3. Volume mendukung breakout.

  4. Area resistance lama sedang diuji sebagai support.

  5. Level invalidasi lebih mudah ditentukan.

Misalnya, entry direncanakan di US$204 dengan invalidasi di bawah US$200. Risiko per saham berarti sekitar US$4.

Jika batas kerugian untuk setup tersebut adalah US$12:

Ukuran posisi = US$12 ÷ US$4 = 3 saham

Perhitungan ini membantu menyesuaikan ukuran posisi dengan risiko, bukan hanya berdasarkan keyakinan terhadap arah harga.

Perlu diingat, stop order tidak menjamin posisi akan terjual tepat di harga stop. Setelah terpicu, stop order berubah menjadi market order dan dapat tereksekusi pada harga berbeda ketika pasar bergerak cepat. Stop-limit memberi kontrol harga lebih besar, tetapi ordernya mungkin tidak terisi. (Investor)

Kesalahan yang Sering Terjadi

Berikut adalah beberapa kesalahan yang umum terjadi saat melakukan analisis teknikal.

  • Menganggap RSI rendah berarti saham murah.
    RSI membaca momentum, bukan kualitas atau valuasi perusahaan.

  • Memasang terlalu banyak indikator.
    Beberapa indikator menghitung data yang sama. Chart tampak penuh, tetapi tidak selalu mengandung informasi baru.

  • Mengubah timeframe saat posisi rugi.
    Jika entry dibuat pada chart harian, jangan tiba-tiba menggunakan chart mingguan untuk membenarkan posisi.

  • Mengabaikan earnings dan berita.
    Pengumuman perusahaan dapat membuat harga bergerak tajam dan melampaui batas teknikal.

  • Tidak menentukan invalidasi.
    Tentukan kondisi yang membuat analisismu dianggap salah sebelum masuk.

Kesimpulan

Analisis teknikal sebaiknya dimulai dari timeframe, tren, serta posisi harga terhadap support dan resistance. Setelah itu, candlestick, volume, MA, RSI, dan MACD dapat digunakan sebagai tambahan konfirmasi.

Tidak ada pola atau indikator yang selalu benar. Karena itu, trading plan perlu memuat level entry, invalidasi, ukuran posisi, dan batas kerugian.

Kamu dapat berlatih menggunakan chart TradingView yang terintegrasi dengan Gotrade untuk memantau saham AS, menggambar support dan resistance, serta mencoba beberapa indikator teknikal. Gunakan chart sebagai alat bantu mengambil keputusan, bukan sebagai jaminan keuntungan.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Rendy Andriyanto
Ditulis oleh
Rendy Andriyanto
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade