7 Rekomendasi Investasi Jangka Panjang dan Cara Memilihnya

Adelia VitaAdelia VitaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

7 Rekomendasi Investasi Jangka Panjang dan Cara Memilihnya

Ringkasan Gotrade

  • Tidak ada satu investasi jangka panjang yang cocok untuk semua orang. Pilihannya perlu disesuaikan dengan tujuan, time horizon, toleransi risiko, dan kebutuhan likuiditas.
  • Saham, ETF, obligasi, reksa dana, emas, deposito, dan properti memiliki karakter yang berbeda, baik dari sisi potensi return, risiko, biaya, maupun likuiditas.
  • Investasi jangka panjang tetap perlu dievaluasi secara berkala, terutama ketika tujuan keuangan, kondisi finansial, atau waktu penggunaan dana semakin dekat.

Saham, ETF, emas, obligasi, reksa dana, properti atau deposito. Mana yang cocok untuk investasi 10 tahun ke depan?

Jawabannya berbeda untuk setiap orang karena tujuan, jangka waktu, dan toleransi risikonya juga berbeda.

Karena itu, rekomendasi investasi jangka panjang sebaiknya tidak hanya melihat return saja tetapi juga kapan dana akan digunakan, risiko yang mampu ditanggung, dan kebutuhan likuiditasnya. Setelah itu, barulah berbagai instrumen investasi bisa dibandingkan dengan lebih relevan.

Baca juga: 7 Aplikasi Analisa Saham Terbaik untuk Investor dan Trader

Apa yang Dimaksud Investasi Jangka Panjang?

Investasi jangka panjang adalah menempatkan dana untuk tujuan yang baru akan digunakan beberapa tahun hingga puluhan tahun ke depan seperti dana pensiun, pendidikan anak, membeli rumah atau membangun aset.

Tetapi, tidak ada satu batas waktu yang pasti untuk menentukan investasi sebagai jangka panjang.

Menurut Investor.gov time horizon adalah jangka waktu yang tersedia untuk mencapai tujuan keuangan. Jadi, panjang atau pendeknya horizon investasi bergantung pada kapan dana tersebut akan digunakan.

Baca juga: Saham Bagger: Cara Hitung, Risiko, dan Cara Screeningnya

Rekomendasi Investasi Jangka Panjang yang Bisa Dipertimbangkan

Setiap instrumen memiliki karakter risiko, return, dan likuiditas yang berbeda. Karena itu, pilihan investasi jangka panjang sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.

7 Instrumen Investasi Jangka Panjang dan Karakternya

Berikut ini adalah beberapa rekomendasinya:

1. Saham

Saham memberikan kepemilikan pada suatu perusahaan. Dalam jangka panjang, return bisa berasal dari pertumbuhan bisnis, kenaikan harga saham, dan dividen.

Tetapi, memegang saham lebih lama tidak membuat semua saham menjadi investasi yang baik. Perusahaan tetap bisa kehilangan competitive advantage, mengalami penurunan laba, terkena disrupsi atau memiliki utang berlebihan.

Menurut Investor.gov saham memiliki potensi pertumbuhan dalam jangka panjang tetapi harga saham tetap bisa naik maupun turun dan tidak ada jaminan perusahaan akan terus berkembang. Risiko memiliki saham individual juga bisa dikurangi melalui diversifikasi ke beberapa saham.

Saham bisa dipertimbangkan jika kamu memiliki horizon panjang, mampu menerima volatilitas, memahami bisnis yang dibeli, dan bersedia melakukan analisis fundamental.

2. ETF

ETF atau Exchange-Traded Fund adalah produk investasi yang diperdagangkan di bursa dan bisa berisi kumpulan saham, obligasi atau aset lainnya.

Salah satu keunggulannya untuk investasi jangka panjang adalah investor bisa memperoleh exposure ke banyak securities melalui satu produk. Menurut investor.gov tidak semua ETF memiliki diversifikasi yang luas. ETF yang hanya fokus pada satu sektor atau tema tertentu tetap bisa memiliki konsentrasi tinggi.

Karena itu, perhatikan indeks yang diikuti, jumlah dan komposisi holdings, expense ratio, liquidity serta tracking performance. ETF bisa dipertimbangkan jika kamu ingin diversifikasi lebih praktis atau tidak ingin memilih setiap saham secara individual.

3. Obligasi

Obligasi merupakan instrumen utang yang memberikan pembayaran sesuai ketentuan penerbitannya. Return bisa berasal dari kupon, pembayaran pokok, dan perubahan harga obligasi.

Meski umumnya memiliki volatilitas lebih rendah dibanding saham obligasi tetap memiliki risiko seperti interest-rate risk, credit risk, inflation risk, reinvestment risk, dan liquidity risk.

Obligasi bisa dipertimbangkan untuk menyeimbangkan exposure saham, memperoleh cash flow tertentu atau ketika horizon investasi mulai mendekati target.

4. Reksa Dana

Reksa dana menghimpun dana investor untuk dikelola oleh Manajer Investasi dalam portofolio tertentu seperti pasar uang, pendapatan tetap, campuran atau saham.

Karena underlying-nya berbeda tingkat risikonya juga berbeda. Misalnya reksa dana saham biasanya lebih volatil dibandingkan reksa dana pasar uang.

Sebelum memilih perhatikan tujuan investasi, komposisi aset, fee, benchmark, liquidity, dan track record pengelolaannya. Reksa dana bisa dipertimbangkan jika kamu ingin pengelolaan investasi dilakukan oleh Manajer Investasi dan tidak ingin memilih securities satu per satu.

5. Emas

Emas sering digunakan sebagai store of value dan diversifier karena karakter pergerakannya bisa berbeda dari saham.

Tetapi, harga emas tetap bisa naik, turun atau bergerak sideways dalam waktu lama. Emas juga tidak menghasilkan cash flow seperti dividen, kupon atau rental income. CFA menjelaskan emas lebih kuat untuk mendukung fungsi emas sebagai diversifier karena berbasis penelitian mengenai hubungan return precious metals dengan saham.

Emas bisa dipertimbangkan sebagai bagian diversifikasi jika kamu ingin exposure ke aset dengan karakter return berbeda dari saham dan obligasi.

6. Deposito

Deposito merupakan simpanan berjangka dengan tingkat bunga dan tenor tertentu. Fungsinya lebih dekat pada capital preservation dan predictability dibandingkan dengan mengejar pertumbuhan modal secara agresif.

Tetapi, investor tetap perlu memperhatikan return setelah pajak dan inflasi karena keduanya mempengaruhi pertumbuhan daya beli secara riil. Deposito bisa kamu pertimbangkan jika kamu lebih memprioritaskan stabilitas nilai nominal dan memiliki toleransi risiko yang lebih rendah.

7. Properti

Properti bisa menghasilkan return dari apresiasi nilai dan rental income. Tetapi, modal awal dan biaya pengelolaannya biasanya lebih besar dibandingkan securities. Investor juga perlu memperhitungkan pajak, maintenance, renovasi, vacancy, biaya transaksi, dan likuiditas yang relatif rendah.

Properti bisa untuk dipertimbangkan jika kamu memiliki horizon panjang, modal memadai, memahami kondisi lokasi dan aset serta tidak membutuhkan likuiditas cepat.

Baca Juga: Risiko Investasi: Jenis, Cara Mengukur, dan Strategi Mengelolanya

Apakah Harus Langsung Investasi dalam Jumlah Besar?

Tidak harus. Investor bisa membangun investasi secara bertahap dengan menyisihkan dana secara berkala sesuai kemampuan cash flow.

Pendekatan seperti Dollar-Cost Averaging (DCA) bisa membantu kamu menjaga konsistensi investasi tanpa harus terus menunggu “harga terbaik”. Dalam jangka panjang, kontribusi rutin juga bisa memanfaatkan efek compounding jika investasi menghasilkan return.

Tetapi, DCA bukan berarti semua aset akan menjadi investasi yang baik. Pemilihan aset, risiko dan fundamentalnya tetap perlu untuk diperhatikan lebih lanjut.

Kapan Komposisi Investasi Perlu Diubah?

Komposisi portofolio jangka panjang tidak harus tetap sama selamanya. Salah satu alasan untuk menyesuaikannya adalah perubahan time horizon.

Ketika tujuan investasi semakin dekat maka investor perlu mempertimbangkan kembali apakah tingkat risiko portofolio masih sesuai. Risiko yang masih bisa ditoleransi saat dana baru digunakan 20–25 tahun lagi bisa terasa jauh lebih besar ketika dana akan dipakai dalam satu atau dua tahun.

Karena itu, strategi saat fase accumulation belum tentu sama dengan strategi ketika sudah mendekati waktu penggunaan dana.

Baca Juga: Investasi Warren Buffett: Prinsip, Contoh, dan Tipsnya

Pilih Investasi Jangka Panjang Sesuai Tujuan Kamu

Investasi jangka panjang bukan hanya soal mencari instrumen dengan return tertinggi. Pertimbangkan juga kapan dana akan digunakan, risiko yang mampu ditanggung, likuiditas, biaya, serta fungsi setiap aset dalam portofolio.

Saham dan ETF, misalnya, bisa digunakan untuk mendapatkan exposure ke pertumbuhan perusahaan dan market. Sementara obligasi, deposito, emas, reksa dana, dan properti memiliki karakter serta peran yang berbeda.

Jika ingin mengeksplorasi investasi di pasar AS, kamu bisa mempelajari berbagai saham AS dan ETF AS melalui Gotrade.

Download Gotrade untuk mulai mengeksplorasi saham dan ETF AS sesuai strategi investasi jangka panjang kamu.

Referensi

U.S. Securities and Exchange Commission, “Time Horizon.”

U.S. Securities and Exchange Commission, “Stocks.”

Hillier, D., Draper, P., & Faff, R., “Do Precious Metals Shine? An Investment Perspective. Financial Analysts Journal.”

Otoritas Jasa Keuangan, “Deposito Berjangka.”

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Adelia Vita
Ditulis oleh
Adelia Vita
Adelia adalah seorang penulis dengan pengalaman lebih dari satu tahun dalam membuat konten di bidang keuangan, akuntansi, bisnis, dan SaaS. Memiliki ketertarikan pada dunia keuangan dan bisnis, ia menggabungkan riset yang mendalam dengan praktik penulisan yang baik untuk menghasilkan konten yang akurat, informatif, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku