Saham Bagger: Cara Hitung, Risiko, dan Cara Screeningnya

Adelia VitaAdelia VitaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Saham Bagger: Cara Hitung, Risiko, dan Cara Screeningnya

Ringkasan Gotrade

  • Saham bagger adalah saham yang nilainya meningkat beberapa kali lipat dibanding harga beli investor, misalnya 2-bagger, 5-bagger, atau 10-bagger.
  • Jumlah bagger dipengaruhi oleh harga beli dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya. Saham yang sama bisa menghasilkan kelipatan berbeda bagi setiap investor.
  • Mencari calon saham bagger tetap membutuhkan analisis fundamental, termasuk growth, runway, kualitas pertumbuhan, balance sheet, competitive advantage, valuasi, dan risiko.

Kamu membeli saham di US$20 lalu beberapa tahun kemudian harganya naik menjadi US$100. Artinya, saham tersebut telah menjadi 5-bagger karena nilainya menjadi lima kali lipat dari harga beli.Tetapi, nilai capital gain-nya bukan 500% melainkan 400%.

Istilah saham bagger juga bukan kategori saham seperti growth stock, value stock atau blue chip. Istilah ini menggambarkan berapa kali harga saham meningkat dibandingkan dengan harga beli investor.

Karena itu, saham yang sama bisa menjadi 10-bagger bagi satu investor tetapi hanya 2-bagger bagi investor lainnya.

Baca juga: Passive Income Terbaik dari Investasi: 7 Pilihan yang Bisa Dipertimbangkan

Apa Itu Saham Bagger?

Saham bagger adalah istilah informal untuk menggambarkan saham yang nilainya meningkat beberapa kali lipat dari harga beli investor.

Misalnya, kamu membeli saham di US$25. Jika harganya naik menjadi US$50 maka saham tersebut menjadi 2-bagger. Jika naik menjadi US$125 berarti 5-bagger dan jika mencapai US$250 berarti 10-bagger.

Perbedaan Bagger dan Multibagger

Bagger digunakan untuk menunjukkan berapa kali nilai saham meningkat dibandingkan harga beli investor. Misalnya, saham yang naik menjadi tiga kali lipat disebut 3-bagger.

Baca juga: Apa Itu T+2? Ini Contoh Hitung Lengkap dengan Kalkulatornya

Sementara itu, multibagger adalah istilah umum untuk saham yang menghasilkan kenaikan beberapa kali lipat, seperti 2-bagger, 3-bagger, 5-bagger atau 10-bagger.

Menurut Morningstar Peter Lynch menggunakan istilah tenbagger untuk saham yang nilainya berkembang hingga sekitar 10 kali dari harga pembelian. Jadi, sederhananya: bagger menunjukkan kelipatan dan multibagger mencakup saham yang naik beberapa kali lipat sedangkan tenbagger berarti 10x nilai awal.

Apakah Bagger Dihitung dari Harga Saham atau Total Return?

Dalam penggunaan umum, istilah bagger biasanya dihitung dari kenaikan harga saham dibandingkan dengan harga beli bukannya dari total return.

Menurut Investor.gov, return saham dapat berasal dari capital appreciation dan dividen.

Misalnya, harga saham naik dari US$20 menjadi US$100. Berdasarkan harga maka saham tersebut menjadi 5-bagger atau menghasilkan capital gain 400%.

Jika investor juga menerima dan menginvestasikan kembali dividen maka total return bisa lebih tinggi. Karena itu, saat membandingkan performa historis perhatikan juga apakah data menggunakan price return, adjusted price atau total return.

Cara Menghitung Saham Bagger

Cara menghitung saham bagger cukup sederhana, yaitu:

Rumus Bagger Multiple:

Bagger Multiple = Harga Akhir ÷ Harga Beli

Misalnya, kamu membeli saham di US$20 lalu harganya naik menjadi US$100, maka:

US$100 ÷ US$20 = 5x

Artinya, saham tersebut telah menjadi 5-bagger dari harga beli US$20. Tetapi, angka bagger berbeda dengan persentase keuntungan. Sehingga perlu dihitung jumlah returnnya, yaitu:

Rumus return harga adalah:

Return = (Harga Akhir ÷ Harga Beli − 1) × 100%

Berdasarkan rumus tadi maka hasilnya:

(US$100 ÷ US$20 − 1) × 100% = 400%

Jadi, 5-bagger berarti nilai saham menjadi 5x sedangkan capital gain-nya menjadi sebesar 400%.

Selain itu, kamu juga bisa coba menggunakan kalkulator saham bagger berikut ini untuk perhitungan yang lebih mudah dan cepat:

Kalkulator Saham Bagger

Apa yang Menentukan Hasil Saham Bagger?

Jumlah bagger tidak hanya dipengaruhi oleh harga akhir saham tetapi juga harga beli dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kenaikan tersebut.

Dua faktor utama yang perlu diperhatikan adalah:

1. Harga Beli

Misalnya suatu saham akhirnya mencapai US$100. Investor yang membeli di US$10 akan mendapatkan 10-bagger sedangkan yang membeli di US$20 mendapatkan 5-bagger dan di US$50 hanya 2-bagger.

Artinya, perusahaan dan harga akhirnya bisa sama tetapi hasil setiap investor bisa berbeda karena entry price yang berbeda.

2. Waktu yang Dibutuhkan

Dua saham bisa sama-sama menjadi 10-bagger tetapi satu saham mencapainya dalam 5 tahun dan lainnya dalam 20 tahun. Kelipatannya sama, tetapi annualized return-nya akan berbeda.

Perhatikan tabel berikut ini:

Waktu

CAGR untuk Mencapai 10x

5 tahun

sekitar 58,5% per tahun

10 tahun

sekitar 25,9% per tahun

15 tahun

sekitar 16,6% per tahun

20 tahun

sekitar 12,2% per tahun

Karena itu, ketika menyebut sebuah saham sebagai multibagger maka penting untuk melihat dari harga berapa dan dalam berapa lama kelipatan tersebut tercapai.

Cara Screening Calon Saham Bagger

Beberapa hal yang bisa diperiksa saat melakukan screening saham bagger antara lain:

1. Pahami Bisnisnya

Cari tahu apa yang dijual perusahaan, siapa konsumennya, dari mana revenue berasal serta yang terpenting pahami risiko utama bisnisnya. Jika model bisnisnya belum dipahami, jangan mulai dari target harga.

2. Lihat Growth dan Runway

Perhatikan tren revenue, EPS, operating income, dan free cash flow dalam beberapa tahun. Lihat juga seberapa besar ruang ekspansi melalui market size, market share, produk baru atau ekspansi geografis.

3. Periksa Kualitas Pertumbuhan

Pertumbuhan tinggi belum tentu sehat. Perhatikan kembali apakah kenaikan revenue disertai dengan margin yang membaik, cash flow yang sehat serta kebutuhan modal yang masih terkendali.

4. Cek Balance Sheet

Perhatikan cash, debt, cash flow, maturity, dan kebutuhan pendanaan. Perusahaan yang mampu membiayai pertumbuhan dari bisnisnya sendiri memiliki profil risiko berbeda dari perusahaan yang terus membutuhkan tambahan modal.

5. Cari Competitive Advantage

Tanyakan apa yang membuat kompetitor sulit mengambil pelanggan atau profit perusahaan. Keunggulan tersebut bisa berasal dari brand, network effect, switching cost, teknologi, skala atau faktor lainnya.

6. Perhatikan Valuasi

Bisnis yang bagus belum tentu menarik pada semua harga. Investor perlu memahami ekspektasi pertumbuhan apa yang sudah tercermin dalam valuasi saham menggunakan metrik seperti P/E, PEG, Price-to-Sales, EV/EBITDA atau free-cash-flow yield sesuai karakter bisnis.

7. Buat Investment Thesis

Tuliskan alasan kenapa bisnis bisa berkembang, metrik apa yang perlu dipantau, dan kondisi apa yang membuat thesis tidak lagi berlaku.

Dengan begitu, keputusan mempertahankan saham didasarkan pada perkembangan bisnis dan thesis bukan hanya karena berharap saham tersebut suatu hari akan menjadi 10-bagger.

Risiko Mengejar Saham Bagger

Potensi return yang besar bisa membuat investor terlalu fokus pada upside dan mengabaikan risiko. Beberapa jebakan yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Terjebak Hindsight Bias dan FOMO

Setelah sebuah saham naik tinggi maka keberhasilannya sering terlihat seolah mudah diprediksi sejak awal. Padahal, kondisi awal biasanya masih penuh ketidakpastian. Karena itu, jangan menganggap kenaikan harga sebelumnya akan terus berlanjut.

2. Menganggap Harga Saham Murah Berarti Lebih Mudah Naik

Saham US$5 belum tentu lebih mudah menjadi 10-bagger daripada saham US$100. Potensi kenaikannya lebih baik dinilai dari market cap, valuasi, jumlah saham beredar, dan perkembangan bisnis perusahaan.

3. Menganggap Semua Small Cap Bisa Bertumbuh Besar

Perusahaan kecil memang bisa memiliki ruang pertumbuhan yang lebih luas tetapi risiko kegagalannya juga lebih tinggi karena tidak semua small cap akan berkembang menjadi perusahaan besar.

4. Membayar Valuasi Terlalu Tinggi

Perusahaan yang bagus tetap bisa menghasilkan return yang mengecewakan jika harga sahamnya sudah mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang terlalu optimistis diawal.

5. Terlalu Terkonsentrasi dan Terikat pada Thesis

Menempatkan terlalu banyak modal pada satu saham karena berharap menjadi 10-bagger bisa meningkatkan concentration risk. Menurut Investor.gov diversifikasi bisa membantu mengurangi ketergantungan pada satu investasi.

Investor juga harus mengevaluasi thesis jika growth melambat, utang meningkat, dilution membesar, kompetisi berubah atau kondisi industri memburuk. Target 10-bagger sebaiknya tidak membuat investor mengabaikan perubahan pada fundamental.

Pahami Bisnisnya Bukan Hanya Target Bagger-nya

Saham bagger menggambarkan hasil investasi bukan kategori saham tertentu atau jaminan bahwa sebuah perusahaan akan terus naik berkali-kali lipat.

Karena itu, daripada hanya mencari saham yang berpotensi menjadi 10-bagger investor perlu memperhatikan perkembangan bisnis, kualitas pertumbuhan, kondisi keuangan, competitive advantage, valuasi saham, serta perubahan pada investment thesis.

Untuk mengeksplorasi berbagai saham AS dan mempelajari perusahaan di balik setiap ticker, kamu bisa menggunakan Gotrade.

Download Gotrade untuk mulai mengeksplorasi saham AS sesuai strategi investasi kamu.

Referensi

Morningstar, “How to Build and Manage a Portfolio of Stocks.”

U.S. Securities and Exchange Commission, “Stocks.”

U.S. Securities and Exchange Commission, “Asset Allocation.”

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Adelia Vita
Ditulis oleh
Adelia Vita
Adelia adalah seorang penulis dengan pengalaman lebih dari satu tahun dalam membuat konten di bidang keuangan, akuntansi, bisnis, dan SaaS. Memiliki ketertarikan pada dunia keuangan dan bisnis, ia menggabungkan riset yang mendalam dengan praktik penulisan yang baik untuk menghasilkan konten yang akurat, informatif, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku