Perhatikan beberapa tahap berikut:
Bookbuilding
Offering
Allotment
Distribution
Listing
4. Baca prospektus
Sebelum memasukkan pesanan, periksa beberapa bagian berikut:
Model bisnis. Pahami sumber pendapatan perusahaan.
Kondisi finansial. Periksa pendapatan, laba, utang, dan arus kas.
Penggunaan dana IPO. Periksa apakah dana digunakan untuk ekspansi, modal kerja, pembayaran utang, atau tujuan lain.
Struktur kepemilikan. Pertimbangkan perubahan kepemilikan sebelum dan sesudah IPO.
Faktor risiko. Kenali risiko terkait industri dan perusahaan yang dijelaskan dalam prospektus.
5. Masukkan pesanan
Investor dapat menunjukkan minat untuk membeli pada kisaran harga yang tersedia selama masa bookbuilding.
Setelah harga final ditentukan dan masa penawaran umum dimulai, investor dapat melakukan atau mengonfirmasi pesanan sesuai ketentuan platform.
6. Siapkan dana
Pastikan dana tersedia sebelum tenggat waktu.
Nilai pesanan dapat dihitung dengan cara:
Harga akhir × jumlah saham yang dipesan
Namun, jika kamu tidak mendapatkan seluruh jumlah saham yang dipesan, nilai akhirnya dapat lebih rendah.
7. Tunggu penjatahan dan listing
Setelah periode penawaran selesai, masuk ke proses penjatahan.
Hasilnya dapat berupa:
Pesanan terpenuhi sepenuhnya. Kamu mendapatkan seluruh saham yang dipesan.
Pesanan terpenuhi sebagian. Kamu hanya mendapatkan sebagian saham karena permintaan yang tinggi.
Pesanan tidak mendapatkan penjatahan. Dalam kondisi tertentu, investor bisa tidak menerima saham.
Saham mulai diperdagangkan secara reguler di Bursa Efek Indonesia setelah distribusi selesai dan tanggal listing tiba.
Cara beli saham IPO Amerika dan luar negeri
Ada perbedaan antara cara membeli saham IPO Amerika dengan Indonesia. Hal itu disebabkan karena tidak ada satu sistem seperti e-IPO Indonesia yang dapat digunakan untuk semua investor ritel.
Langkah pertama adalah menentukan apakah kamu ingin membeli saham sebelum atau setelah listing.
1. Jika ingin ikut IPO sebelum listing
Kamu membutuhkan broker yang memiliki akses ke allocation IPO.
Sebelum membuka akun, periksa beberapa hal berikut:
Apakah broker menerima investor Indonesia? Tidak semua broker AS dapat melayani investor Indonesia.
Apakah kamu memenuhi kriteria? Beberapa platform menetapkan persyaratan berdasarkan aset, tipe akun, atau negara tempat tinggal.
Apakah broker mendapatkan allocation IPO? Broker tidak otomatis mendapatkan saham dari seluruh IPO.
Apakah ada minimum aset atau saldo? Beberapa IPO hanya dapat diakses oleh akun yang memenuhi persyaratan tertentu.
Bagaimana mekanisme penjatahannya? Mengirim pesanan tidak menjamin kamu akan mendapatkan saham.
Apakah ada aturan setelah allocation? Beberapa broker memiliki kebijakan khusus terkait saham IPO yang baru diterima.
Akibatnya, mengikuti IPO saham luar negeri biasanya lebih kompleks daripada membeli saham setelah listing.
2. Jika ingin membeli setelah listing
Pilihan ini biasanya lebih mudah.
Setelah perusahaan resmi listing di bursa AS:
Cari ticker perusahaan.
Pastikan saham sudah tersedia di platform.
Lihat harga pasar saat itu.
Tentukan nilai investasi.
Pilih jenis order.
Masukkan pesanan seperti membeli saham AS lainnya.
Selama saham yang dicari tersedia, investor Indonesia dapat menggunakan platform seperti Gotrade.
Namun, transaksi ini terjadi setelah IPO. Artinya, kamu membeli saham di pasar sekunder, bukan melalui proses penjatahan IPO.
Prinsipnya serupa untuk IPO di pasar selain Amerika Serikat. Kamu perlu mempertimbangkan:
Negara dan bursa yang digunakan
Broker yang menyediakan akses
Persyaratan untuk investor asing
Mata uang yang digunakan dalam transaksi
Regulasi yang berlaku
Apakah pembelian dilakukan sebelum atau setelah listing
Aplikasi yang paling sesuai bergantung pada pasar yang ingin kamu akses serta apakah kamu ingin ikut IPO sebelum listing atau membeli saham setelah mulai diperdagangkan.
Platform | Pasar | Sebelum listing | Setelah listing |
e-IPO | Indonesia | Ya | Bukan fungsi utama |
Ajaib | Indonesia | Ya | Ya |
Stockbit | Indonesia | Ya | Ya |
IPOT | Indonesia | Ya | Ya |
Gotrade | AS | Bukan untuk IPO allocation | Ya, jika ticker tersedia |
1. e-IPO
Sistem elektronik yang digunakan untuk proses penawaran umum saham di Indonesia disebut e-IPO. Tidak seperti aplikasi sekuritas, platform ini menjadi salah satu sarana bagi investor ritel yang ingin mengikuti IPO saham Indonesia.
Melalui e-IPO, investor dapat:
Melihat perusahaan yang sedang IPO. Kamu dapat melihat apakah perusahaan sedang dalam tahap bookbuilding, penawaran umum, atau penjatahan.
Membaca informasi IPO. Investor dapat melihat prospektus dan informasi tentang harga penawaran, jumlah saham, jadwal, dan penggunaan dana.
Menyampaikan minat. Investor dapat menunjukkan minat untuk membeli pada kisaran harga yang tersedia selama masa bookbuilding.
Melakukan pemesanan. Investor dapat memesan pada periode penawaran umum setelah harga akhir ditetapkan.
Menunggu penjatahan. Jumlah saham yang diterima dapat sama atau lebih sedikit dari yang dipesan.
Untuk menggunakan sistem ini, kamu harus memiliki SID dan rekening efek pada perusahaan efek yang berpartisipasi dalam sistem e-IPO.
2. Ajaib
Ajaib menawarkan fitur pemesanan e-IPO langsung melalui aplikasinya. Dengan menggunakan akun sekuritas yang sama dengan akun untuk transaksi saham, investor dapat mengikuti proses penawaran saham perdana.
Secara umum, prosesnya mencakup:
Membuka daftar IPO yang tersedia.
Mempelajari detail perusahaan dan penawaran.
Memasukkan jumlah pesanan.
Mengonfirmasi pesanan setelah harga akhir ditetapkan.
Menyediakan dana sesuai jumlah pesanan.
Menunggu hasil penjatahan.
Jumlah saham yang dipesan tidak selalu sama dengan yang diperoleh. Jika IPO mengalami oversubscription atau permintaan saham lebih besar daripada jumlah saham yang tersedia, investor hanya dapat menerima sebagian dari pesanannya.
3. Stockbit
Aplikasi Stockbit juga menawarkan akses ke e-IPO. Investor dapat melihat IPO berdasarkan tahapannya, seperti upcoming, ongoing, atau IPO yang sudah selesai.
Secara umum, prosesnya meliputi:
Pilih saham IPO yang ingin dipelajari.
Lihat jadwal bookbuilding dan offering.
Baca detail penawaran dan masukkan jumlah pemesanan.
Konfirmasi pesanan jika diperlukan setelah harga akhir ditetapkan.
Pantau hasil penjatahan.
Karena dapat dilakukan melalui akun yang sama dengan yang digunakan untuk transaksi saham biasa, fitur ini memudahkan investor mengikuti proses IPO.
4. IPOT
IPOT dari Indo Premier Sekuritas memiliki fitur e-IPO yang memungkinkan investor mengikuti penawaran saham perdana melalui aplikasi.
Melalui fitur tersebut, investor dapat:
Melihat saham yang sedang dalam proses IPO.
Memeriksa jadwal dan harga penawaran.
Memasukkan jumlah saham yang ingin dibeli.
Mengikuti proses konfirmasi pesanan.
Memantau hasil penjatahan.
Seperti pada platform e-IPO lainnya, pemesanan tidak otomatis menjamin kamu akan mendapatkan seluruh saham yang diminta.
5. Gotrade
Gotrade memiliki fungsi yang berbeda dibandingkan e-IPO dan aplikasi sekuritas Indonesia.
Gotrade menyediakan akses dari Indonesia ke ratusan saham AS, termasuk saham fraksional. Namun, untuk perusahaan yang baru melakukan IPO, ada perbedaan antara mengikuti penawaran sebelum listing dan membeli saham setelah perusahaan resmi diperdagangkan.
Pada Gotrade:
Gotrade bukan platform untuk mendapatkan IPO allocation sebelum listing.
Saham perusahaan yang baru IPO dapat dibeli setelah resmi listing, selama ticker tersedia di Gotrade.
Harga pasar setelah listing menentukan harga pembelian, bukan harga penawaran IPO.
Jika ticker belum tersedia, pengguna dapat meminta saham melalui aplikasi.
Sebagai contoh, jika perusahaan menetapkan harga IPO sebesar US$25 tetapi saham mulai diperdagangkan pada US$32, investor yang membeli saham setelah listing akan mengikuti harga pasar yang berlaku.
Oleh karena itu, Gotrade lebih cocok untuk investor yang ingin memiliki akses ke saham AS setelah perusahaan resmi listing, bukan untuk mendapatkan penjatahan IPO sebelum listing.
Apa perbedaan antara membeli saham setelah listing dan ikut IPO?
Istilah “beli saham IPO” dapat merujuk pada dua aktivitas yang sebenarnya berbeda.
1. Ikut IPO sebelum listing
Ikut IPO berarti memasukkan pesanan saat saham masih dalam proses penawaran umum.
Pada tahap ini:
Harga saham belum sepenuhnya terbentuk di pasar. Sebelum harga akhir ditetapkan, perusahaan dan penjamin emisi menentukan kisaran harga.
Investor memasukkan pesanan. Kamu menentukan berapa banyak saham yang ingin dibeli.
Ada proses penjatahan. Jika permintaan lebih besar daripada saham yang tersedia, pesanan belum tentu terpenuhi seluruhnya.
Saham belum diperdagangkan di bursa. Perdagangan reguler baru dimulai setelah tanggal listing.
Investor yang menerima allocation dapat memperoleh saham pada harga penawaran IPO. Namun, beberapa investor mungkin tidak menerima jumlah saham sesuai pesanan, terutama pada IPO yang ramai.
2. Membeli saham setelah listing
Saham mulai diperdagangkan di pasar sekunder setelah perusahaan resmi listing.
Pada tahap ini:
Harga ditentukan oleh pasar. Harga saham bergerak sesuai penawaran dan permintaan.
Tidak ada lagi proses penjatahan IPO. Investor dapat memasukkan order seperti pada saham lainnya.
Harga bisa berbeda dari harga IPO. Saham dapat diperdagangkan dengan harga lebih tinggi atau lebih rendah daripada harga penawaran.
Sebagai contoh:
Harga IPO sebesar US$30.
Saham mulai diperdagangkan pada US$38.
Investor yang menerima allocation IPO membeli berdasarkan harga penawaran.
Investor yang baru membeli setelah listing mengikuti harga pasar yang tersedia.
Akibatnya, aplikasi yang memberikan akses ke saham AS belum tentu memberikan akses untuk mengikuti IPO sebelum listing di Amerika Serikat.
Apa yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih aplikasi beli saham IPO?
Jangan memilih aplikasi hanya karena nama perusahaan yang sedang IPO muncul di dalamnya. Beberapa hal perlu diperiksa terlebih dahulu.
1. Pasar yang tersedia
Pastikan aplikasi memiliki akses ke pasar yang kamu incar.
Sebagai contoh:
Indonesia: Saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Amerika Serikat: Saham yang diperdagangkan di bursa AS.
Negara lain: Membutuhkan broker yang mendukung pasar tersebut.
Tidak semua pasar dapat diakses melalui satu aplikasi.
2. Jenis akses IPO
Perhatikan apakah platform menawarkan akses IPO sebelum listing atau hanya pembelian saham setelah listing.
Ini menjadi salah satu perbedaan paling penting saat membandingkan aplikasi beli saham IPO.
3. Eligibility investor
Untuk IPO luar negeri, periksa apakah kamu memenuhi persyaratan seperti:
Negara tempat tinggal
Jenis akun
Minimum saldo
Minimum aset
Dokumen pajak
Jangan menganggap broker luar negeri otomatis menerima investor Indonesia.
4. Mekanisme penjatahan
Jumlah saham yang diterima dan dipesan tidak selalu sama.
Ada tiga kemungkinan hasil penjatahan:
Full allocation, seluruh pesanan terpenuhi.
Partial allocation, hanya sebagian pesanan terpenuhi.
No allocation, investor tidak menerima saham.
Ketika IPO sangat diminati, kemungkinan mendapatkan allocation yang lebih kecil biasanya meningkat.
Rock (1986) di Journal of Financial Economics menjelaskan fenomena "winner's curse": pada IPO yang paling diminati, permintaan tinggi membuat saham dijatah, sehingga investor cenderung hanya memperoleh sebagian kecil dari pesanannya.
Sebelum membeli, periksa kondisi perusahaan dan informasi IPO.
Setidaknya, perhatikan:
Model bisnis
Pendapatan dan pertumbuhan
Profitabilitas
Utang
Penggunaan dana IPO
Valuasi
Risiko bisnis
Perusahaan yang sedang IPO tidak selalu memiliki kondisi keuangan atau valuasi yang sesuai dengan tujuan investasimu.
6. Biaya dan minimum pembelian
Periksa juga struktur biaya platform, termasuk:
Biaya transaksi
Minimum pemesanan
Biaya konversi mata uang
Spread
Biaya lain yang berlaku
Untuk saham luar negeri, perubahan kurs juga dapat memengaruhi nilai investasi ketika dihitung kembali dalam rupiah.
7. Risiko setelah listing
Harga saham IPO tidak selalu naik setelah mulai diperdagangkan.
Ada tiga skenario yang mungkin terjadi:
Harga naik di atas harga IPO.
Harga bergerak relatif datar.
Harga turun di bawah harga IPO.
Karena itu, status “baru IPO” sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya alasan untuk membeli saham. IPO lebih baik digunakan sebagai titik awal untuk menganalisis perusahaan.
Ritter (1991) di The Journal of Finance menemukan saham IPO rata-rata memberi imbal hasil lebih rendah dibanding saham pembanding dalam tiga tahun setelah listing, sehingga status "baru IPO" bukan jaminan kinerja yang baik.
Di mana bisa membeli saham IPO?
Jenis saham dan waktu pembelian yang kamu inginkan menentukan pilihan platform.
Jika ingin ikut IPO Indonesia sebelum listing, gunakan e-IPO atau aplikasi sekuritas yang memberikan akses ke e-IPO seperti Ajaib, Stockbit, atau IPOT.
Jika ingin ikut IPO Amerika sebelum listing, cari broker yang benar-benar menyediakan IPO access. Setelah itu, periksa apakah investor Indonesia dapat membuka akun dan memenuhi persyaratannya.
Jika ingin membeli saham AS setelah IPO, tunggu sampai saham resmi listing, kemudian periksa apakah ticker tersedia di platform saham AS yang kamu gunakan.
Jika perusahaan yang baru listing tersedia di Gotrade, kamu dapat membelinya seperti saham AS lainnya karena Gotrade menyediakan akses ke ratusan saham AS.
Pantau saham AS yang tersedia dan perusahaan yang baru listing melalui aplikasi Gotrade.