Trading Saham: Cara Kerja, Strategi dan Risikonya

Adelia VitaAdelia VitaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Trading Saham: Cara Kerja, Strategi dan Risikonya

Ringkasan Gotrade

  • Trading saham adalah aktivitas membeli dan menjual saham dengan memanfaatkan perubahan harga dalam periode tertentu.

  • Trading berbeda dari investasi terutama dari sisi horizon waktu, frekuensi transaksi, dan cara mengambil keputusan.

  • Trader sebaiknya memiliki rencana sebelum membuka posisi, termasuk alasan masuk, target, batas risiko, dan kondisi untuk keluar.

Trading saham sering dikaitkan dengan aktivitas membeli saham lalu menjualnya kembali ketika harga naik. Namun, praktiknya tidak sesederhana mencari saham yang sedang bergerak cepat.

Trader perlu menentukan alasan untuk masuk, harga yang dianggap menarik, kondisi yang membuat analisisnya salah hingga memprediksi kapan posisi akan ditutup. Tanpa rencana tersebut, trading bisa menjadi sebuah keputusan spontan tanpa adanya strategi yang matang.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja trading saham dan apa saja yang perlu diperhatikan sebelum mencobanya? Simak selengkapnya dalam artikel ini

Baca juga: Cara & Aplikasi Beli Saham IPO: Pilihan IPO di Indonesia dan Amerika

Apa Itu Trading Saham?

Trading saham adalah aktivitas membeli dan menjual saham dengan tujuan memanfaatkan perubahan harga dalam periode tertentu.

Sebagai contoh adalah saat seorang trader membeli saham pada harga US$100 karena melihat harga sedang bergerak dalam tren naik. Beberapa hari kemudian, saham tersebut naik menjadi US$106 dan trader memutuskan untuk menjualnya.

Hal ini berbeda dengan investor yang mungkin mempertahankan suatu saham selama bertahun-tahun karena percaya pada pertumbuhan bisnis suatu perusahaan, trader biasanya lebih memperhatikan pergerakan harga dalam jangka waktu yang lebih pendek.

Baca juga: Belajar Beli Saham untuk Pemula: Panduan dari Nol sampai Pembelian Pertama

Menurut Fidelity perbedaan utama keduanya berada pada horizon waktu. Investasi biasanya dilakukan dalam periode bertahun-tahun sedangkan trading hanya melibatkan transaksi dalam hitungan hari, minggu atau bulan.

Tetapi, trading tidak selalu berarti membeli dan menjual saham pada hari yang sama. Ada juga trader yang mempertahankan posisi selama beberapa hari atau bahkan beberapa minggu sebelum menjualnya lagi bergantung pada strategi yang digunakan.

Bagaimana Cara Kerja Trading Saham?

Cara kerja kerja trading saham memiliki alur seperti berikut ini:

1. Mencari saham

Trader biasanya memulai dengan menyaring saham berdasarkan kriteria tertentu.

Ada yang ingin mencari saham dengan volume tinggi, saham yang sedang berada dalam tren kuat, saham yang mendekati area support atau resistance hingga saham yang sedang mendapat katalis dari laporan keuangan atau berita perusahaan.

Tujuannya bukanlah mencari saham yang "akan naik" melainkan mencari situasi yang tepat dengan strategi yang sudah ditentukan.

2. Menentukan alasan masuk

Sebelum membeli suatu saham biasanya trader perlu mengetahui kenapa posisi tersebut dibuka, seperti:

  • Harga menembus resistance dengan kenaikan volume

  • Harga kembali menguji support setelah mengalami kenaikan

  • Tren jangka pendek masih terus naik

  • Adanya perubahan fundamental atau katalis yang dianggap relevan terhadap pergerakan harga

Menurut Investor.gov kemudahan dalam online trading bukan berarti menghilangkan kebutuhan untuk melakukan riset. Investor tetap perlu memahami alasan membeli atau menjual serta risiko dari transaksi yang dilakukan.

Dengan begitu, keputusan tidak hanya muncul karena melihat harga sedang naik atau karena saham tertentu ramai dibicarakan.

3. Menentukan harga dan jenis order

Setelah menemukan setup yang sesuai trader biasanya akan menentukan bagaimana order akan dimasukkan. Dua jenis order yang paling umum adalah market order dan limit order.

Limit order memungkinkan trader menentukan batas harga tertentu sementara Market order memprioritaskan eksekusi pada harga terbaik yang tersedia saat order masuk.

Pilihan ini penting karena harga yang terlihat di layar belum tentu sama dengan harga akhir ketika transaksi selesai dieksekusi.

4. Mengelola posisi

Setelah order terisi trader akan mulai memantau apakah pergerakan harga masih sesuai dengan skenario awal.

Posisi tidak harus langsung ditutup hanya karena harga turun sedikit begitu juga sebaliknya posisi tidak seharusnya terus dipertahankan jika alasan awal membuka transaksi sudah tidak berlaku. Karena itu, trader biasanya menentukan level invalidasi sebelum masuk.

5. Menutup posisi

Posisi bisa ditutup karena beberapa alasan, seperti berikut ini:

  • Target harga tercapai

  • Skenario trading tidak lagi valid

  • Risiko berubah menjadi terlalu besar

  • Kondisi pasar berubah

  • Trader ingin mengurangi eksposur menjelang suatu peristiwa

  • Profit maupun kerugian baru terealisasi ketika posisi dijual.

Contoh Trading Saham

Bayangkan saham ABC diperdagangkan di harga US$100. Setelah melakukan analisis, kamu membeli 10 saham dengan harga tersebut.

Total nilai posisi:

10 × US$100 = US$1.000

Lalu beberapa hari kemudian harga naik menjadi US$106 dan kamu menjual seluruh posisi yang kamu punya, maka:

Nilai penjualan:

10 × US$106 = US$1.060

Keuntungan kotor dari perubahan harga menjadi:

US$1.060 - US$1.000 = US$60

Tetapi, hasil bersih bisa berbeda setelah memperhitungkan biaya transaksi, pajak yang berlaku atau faktor lainnya.

Skenario sebaliknya juga bisa terjadi. Jika harga turun menjadi US$96 dan kamu menutup posisi. Maka kerugian kotornya akan menjadi:

(US$96 - US$100) × 10 = -US$40

Dari contoh ini menunjukkan bahwa trading tidak hanya membahas berapa besar harga bisa naik. Tetapi trader juga perlu mengetahui seberapa besar kerugian yang trader siap untuk diterima jika skenarionya tidak berjalan sesuai dengan rencana.

Trading Saham vs Investasi Saham

Trading dan investasi sama-sama melibatkan kepemilikan saham tetapi memiliki pendekatan yang berbeda, perhatikan tabel berikut ini:

Aspek

Trading Saham

Investasi Saham

Horizon waktu

Relatif pendek

Relatif panjang

Frekuensi transaksi

Cenderung lebih sering

Cenderung lebih jarang

Fokus utama

Pergerakan harga dan kondisi pasar

Pertumbuhan bisnis dan nilai perusahaan

Analisis

Banyak menggunakan harga, volume, teknikal, dan katalis

Lebih banyak mempertimbangkan fundamental dan valuasi

Pengelolaan posisi

Lebih aktif

Biasanya lebih pasif

Risiko

Sangat dipengaruhi volatilitas jangka pendek

Lebih terpapar perubahan fundamental jangka panjang

Berdasarkan tabel diatas perbedaan antara keduanya ada pada tujuan penggunaannya. Trader bisa melihat fundamental sebagai katalis sedangkan investor tetap mempertimbangkan harga dan valuasi saat akan membeli saham.

Analisis yang Digunakan dalam Trading Saham

Tidak ada satu metode analisis yang harus digunakan semua trader. Pendekatannya biasanya disesuaikan dengan strategi, horizon dan kondisi pasar. Berikut ini beberapa metode yang biasa digunakan dalam trading saham:

1. Analisis Teknikal

Analisis teknikal berfokus dalam pergerakan harga dan aktivitas pasar seperti tren, support dan resistance, volume, momentum, volatilitas serta pola harga.

Indikator seperti moving average, RSI, MACD atau stochastic bisa digunakan sebagai alat bantu. Tetapi, indikator sebaiknya digunakan untuk membaca konteks pasar bukan sebagai sinyal beli atau jual yang berdiri sendiri.

2. Analisis Fundamental

Analisis fundamental bisa digunakan oleh trader untuk menganalisa laporan keuangan, pertumbuhan pendapatan, margin, perubahan proyeksi hingga melihat valuasi yang mempengaruhi bagaimana pasar menilai sebuah saham.

Meski horizon trader lebih pendek daripada investor jangka panjang perubahan fundamental tetap bisa menjadi pemicu pergerakan harga.

3. Katalis

Katalis adalah peristiwa yang mampu meningkatkan perhatian pasar terhadap sebuah saham. Contohnya seperti laporan keuangan, perubahan proyeksi manajemen, peluncuran produk, akuisisi, regulasi baru, data ekonomi atau keputusan suku bunga.

Tetapi, katalis tidak menjamin harga akan bergerak ke arah tertentu. Berita positif sekalipun bisa saja direspons negatif jika hasilnya masih di bawah ekspektasi pasar.

Strategi Trading Saham yang Umum Digunakan Oleh Trader

Strategi trading pada dasarnya adalah seperangkat kondisi yang menentukan kapan trader mempertimbangkan masuk, kapan menunggu dan kapan keluar. Berikut ini beberapa pendekatan yang biasa ditemukan:

1. Trend Following

Strategi ini adalah strategi saat trader mencoba mengikuti arah tren yang sudah terbentuk. Jika harga terus membuat higher high dan higher low, trader bisa mencari kesempatan untuk masuk selama struktur tren tersebut belum berubah.

2. Breakout Trading

Strategi pendekatan ini mencari saham yang bergerak melewati area penting seperti resistance atau rentang konsolidasi. Trader biasanya tidak hanya melihat harga tetapi juga memperhatikan volume dan melihat apakah breakout mampu bertahan setelah level tersebut dilewati.

3. Pullback trading

Pada strategi ini alih-alih membeli ketika harga sedang melonjak, trader justru menunggu koreksi sementara dalam tren yang masih dianggap valid. Area seperti support, moving average atau bekas resistance bisa digunakan sebagai bagian dari analisis.

4. Mean reversion

Strategi ini berawal dari asumsi bahwa pergerakan harga yang terlalu jauh dari kondisi normalnya terkadang dapat kembali mendekati rata-rata. Tetapi, harga yang terlihat "terlalu murah" masih mampu untuk turun lebih jauh. Karena itu, mean reversion tetap membutuhkan level invalidasi.

Risiko Trading Saham

Trading saham memang memiliki potensi keuntungan tetapi tetap ada risiko kerugian didalamnya, seperti berikut ini:

1. Harga bergerak berlawanan

Analisis yang dilakukan bisa saja salah. Perusahaan yang terlihat kuat sekalipun bisa mengalami penurunan harga karena ekspektasi pasar berubah, berita baru muncul atau kondisi pasar secara keseluruhan memburuk.

2. Volatilitas

Harga saham bisa saja berubah dengan cepat. Semakin tinggi volatilitas maka semakin besar jarak pergerakan harga dalam waktu singkat. Sehingga kondisi ini bisa meningkatkan potensi pergerakan sekaligus memperbesar risiko.

3. Slippage

Slippage terjadi ketika transaksi dieksekusi pada harga yang berbeda dari harga yang diharapkan. Risiko ini cenderung lebih terasa ketika volatilitas tinggi atau likuiditas rendah.

4. Spread

Dalam perdagangan saham terdapat bid adalah harga tertinggi yang bersedia dibayar oleh pembeli,dan ask adalah harga terendah yang ditawarkan oleh penjual.

Selisih keduanya disebut bid-ask spread. Spread yang semakin lebar bisa membuat trader membutuhkan pergerakan harga yang lebih besar hanya untuk menutup selisih harga masuk dan keluar.

5. Overtrading

Kemudahan membuka aplikasi dan memasukkan order bisa membuat trader merasa harus selalu memiliki posisi. Padahal, semakin banyak transaksi belum tentu menghasilkan kinerja yang lebih baik.

Menurut FINRA, kemudahan online trading mampu mendorong sebagian orang melakukan overtrading aktivitas seperti ini mampu berdampak pada performa dan menambah biaya transaksi.

6. Margin dan leverage

Margin dan leverage memungkinkan kamu membuka eksposure yang lebih besar dengan modal yang lebih kecil.

Tetapi, efeknya juga berlaku dua arah. Potensi keuntungan bisa meningkat tetapi kerugian juga bisa membesar lebih cepat. Karena itu, leverage sebaiknya dipahami sebagai alat untuk memperbesar eksposure bukannya cheat untuk meningkatkan profit.

Cara Memulai Trading Saham untuk Pemula

Bagi investor pemula kamu tidak perlu langsung menggunakan strategi yang rumit. Lebih penting bagi kamu untuk membangun proses trading yang jelas dan bisa dievaluasi dari waktu ke waktu, perhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Tentukan dana khusus trading

Pisahkan modal trading dari uang untuk kebutuhan sehari-hari dan dana darurat. Trading selalu memiliki risiko kerugian sehingga modal yang digunakan sebaiknya tidak bergantung pada kebutuhan keuangan jangka pendek.

2. Pilih Saham yang Kamu Pahami

Sebelum trading kamu perlu memperhatikan karakter saham seperti likuiditas, volume, volatilitas, spread dan katalis yang sedang berlangsung.

Saham yang bergerak cepat belum tentu lebih mudah ditradingkan. Pergerakan yang tajam juga bisa membuat harga masuk dan keluar berbeda dari rencana.

3. Buat trading plan

Sebelum membuka posisi kamu harus bisa menjawab beberapa pertanyaan berikut:

  • Kenapa saham ini menarik?

  • Di harga berapa kamu mempertimbangkan masuk?

  • Apa yang membuat analisis tersebut salah?

  • Berapa kerugian maksimal yang dapat diterima?

  • Di kondisi apa posisi akan ditutup?

Trading plan membantu kamu mengambil keputusan berdasarkan rencana, bukan sekadar bereaksi setelah harga bergerak.

4. Atur Ukuran Posisi

Jangan hanya menghitung potensi profit. Perkirakan juga kerugian jika harga mencapai level invalidasi lalu sesuaikan jumlah saham dengan batas risiko yang sudah ditentukan.

5. Pilih Jenis Order yang Sesuai

Pahami perbedaan market order, limit order dan jenis order lainnya. Setiap order memiliki karakter berbeda dalam hal kecepatan eksekusi dan kontrol terhadap harga.

6. Catat dan Evaluasi Hasil Trading

Gunakan trading journal untuk mencatat saham, harga masuk dan keluar, alasan membuka posisi, level invalidasi, hasil transaksi serta kesalahan apa saja yang terjadi.

Tujuannya bukan hanya untuk menghitung profit dan rugi tetapi untuk melihat apakah strategi dan proses yang kamu gunakan mampu dijalankan secara konsisten.

Jangan Lupakan Risiko Portofolio

Walaupun trading sering berfokus pada satu posisi risiko tetap perlu dilihat dari keseluruhan portofolio. Memiliki beberapa saham belum tentu risiko sudah tersebar jika semuanya berasal dari sektor yang sama atau dipengaruhi faktor yang serupa.

Investor.gov menjelaskan bahwa diversifikasi dilakukan dengan menyebarkan investasi untuk membantu mengurangi risiko. Namun, alokasi yang sesuai tetap bergantung pada horizon dan toleransi risikonya masing-masing.

Karena itu, jangan hanya menghitung risiko per transaksi. Perhatikan juga seberapa besar portofolio kamu terekspos pada satu saham, sektor atau tema tertentu.

Mulai Trading Saham dengan Rencana yang Jelas

Saat memulai trading saham kamu perlu mengetahui alasan masuk, menentukan batas risiko, memilih ukuran posisi dan memahami kapan sebuah posisi sebaiknya ditutup.

Karena kondisi pasar bisa berubah dengan cepat hindari mengambil keputusan hanya karena harga sedang bergerak atau saham tertentu sedang ramai dibicarakan.

Gunakan strategi yang kamu pahami dan evaluasi hasil trading secara berkala untuk melihat apakah proses yang digunakan sudah konsisten.

Kalau kamu ingin trading saham AS, kamu bisa melakukannya melalui Gotrade. Sebelum membuka posisi, tetap perhatikan kondisi pasar, jenis order yang digunakan serta risiko dari setiap transaksi yang kamu lakukan.

Pantau saham AS dan mulai susun trading plan kamu di Gotrade.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Adelia Vita
Ditulis oleh
Adelia Vita
Adelia adalah seorang penulis dengan pengalaman lebih dari satu tahun dalam membuat konten di bidang keuangan, akuntansi, bisnis, dan SaaS. Memiliki ketertarikan pada dunia keuangan dan bisnis, ia menggabungkan riset yang mendalam dengan praktik penulisan yang baik untuk menghasilkan konten yang akurat, informatif, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku