Baca juga: Analisis Fundamental Saham, Panduan Lengkap untuk Pemula
7 Saham Terbaik di Amerika Serikat untuk Dipertimbangkan pada 2026
Tidak semua saham dalam daftar ini memiliki karakter yang sama. Ada perusahaan yang terus berkembang dengan cepat, ada yang menarik karena recurring revenue, dan ada pula yang memiliki bisnis lebih matang tetapi relatif terdiversifikasi.
Karena itu, daftar saham AS terbaik berikut lebih sesuai digunakan untuk membandingkan kualitas dan karakteristik masing-masing perusahaan, bukan sebagai ranking dari saham terbaik hingga terburuk.
Saham | Sektor | Kinerja Terbaru | Karakter Bisnis | Kekuatan Utama | Risiko yang Perlu Diperhatikan |
Microsoft (MSFT) | Teknologi | Revenue Q4 FY2026 US$90 miliar, +18% YoY | Cloud, software, AI | Recurring revenue, Azure, ekosistem produk luas | Valuasi dan tingginya investasi infrastruktur AI |
Visa (V) | Financial services | Net revenue Q3 FY2026 US$11,6 miliar, +14% YoY | Jaringan pembayaran global | Network effect dan model bisnis asset-light | Regulasi, kompetisi, dan perubahan teknologi pembayaran |
Berkshire Hathaway (BRK.B) | Konglomerasi | Operating earnings Q2 2026 US$12,98 miliar, naik dari US$11,16 miliar | Asuransi, energi, kereta api, manufaktur, investasi | Diversifikasi dan fleksibilitas alokasi modal | Skala perusahaan dan efektivitas alokasi modal |
Costco (COST) | Consumer | Net sales Juli 2026 US$23,12 miliar, +10,7% YoY | Retail berbasis membership | Loyalitas pelanggan dan recurring membership fees | Valuasi premium |
Johnson & Johnson (JNJ) | Healthcare | Penjualan Q2 2026 US$25,31 miliar, +6,6% YoY | Innovative Medicine dan MedTech | Diversifikasi bisnis healthcare | Patent expiration, pipeline obat, regulasi, dan litigasi |
NextEra Energy (NEE) | Utilities & Energy | Adjusted EPS Q2 2026 US$1,15, naik dari US$1,05 | Listrik dan infrastruktur energi | Exposure ke pertumbuhan kebutuhan listrik dan renewable energy | Suku bunga, kebutuhan modal, regulasi, dan eksekusi proyek |
S&P Global (SPGI) | Financial data | GAAP revenue Q2 2026 US$4,15 miliar, +10% YoY | Rating, indeks, market intelligence, financial data | Posisi kuat dalam infrastruktur pasar keuangan | Sensitif terhadap aktivitas penerbitan surat utang dan pasar modal |
1. Microsoft (MSFT)
Microsoft menarik bukan hanya karena AI. Bisnisnya mencakup Microsoft 365, Azure, cybersecurity, LinkedIn, dan gaming. Diversifikasi ini membuat Microsoft memiliki beberapa sumber pendapatan sekaligus, sementara cloud dan AI menjadi salah satu mesin pertumbuhan terbesarnya saat ini.
Beberapa hal yang menarik dari Microsoft:
Pertumbuhan masih kuat. Microsoft mencatat revenue US$90 miliar pada Q4 FY2026, naik 18% secara tahunan. Operating income juga naik 18% menjadi US$40,6 miliar.
Cloud terus berkembang. Microsoft Cloud menghasilkan revenue US$59,3 miliar atau naik 27%, sementara Azure dan layanan cloud lainnya tumbuh 43% YoY.
Pendapatan cukup terdiversifikasi. Selain Azure, Microsoft masih memiliki Microsoft 365, Dynamics, LinkedIn, Windows, dan berbagai bisnis lainnya.
Risiko utamanya ada pada ekspektasi yang tinggi. Microsoft terus meningkatkan investasi untuk infrastruktur AI. Perusahaan juga menyebut investasi AI sebagai salah satu faktor yang menekan gross margin cloud, meskipun sebagian diimbangi oleh peningkatan efisiensi.
Microsoft bisa dipelajari jika kamu mencari saham quality growth dengan exposure besar terhadap cloud, software, dan AI.
2. Visa (V)
Visa memiliki model bisnis yang berbeda dari bank. Perusahaan tidak terutama menghasilkan uang dengan memberikan pinjaman kepada konsumen, tetapi menyediakan jaringan pembayaran yang menghubungkan konsumen, merchant, institusi keuangan, bisnis, dan pemerintah.
Skala jaringan tersebut menjadi salah satu kekuatan bisnis Visa.
Bisnisnya beroperasi secara global. Visa memfasilitasi pembayaran di lebih dari 200 negara dan wilayah.
Revenue masih tumbuh dua digit. Net revenue Visa mencapai US$11,6 miliar pada Q3 FY2026, meningkat 14% dibandingkan tahun sebelumnya.
Aktivitas pembayaran juga meningkat. Payment volume untuk tiga bulan yang berakhir Juni 2026 tumbuh 10% dalam basis constant dollar, sedangkan processed transactions mencapai 71,7 miliar atau naik 10% YoY.
Network effect menjadi salah satu kekuatannya. Semakin banyak konsumen, merchant, dan institusi yang terhubung ke jaringan Visa, semakin besar pula skala ekosistemnya.
Regulasi dan perubahan teknologi pembayaran tetap menjadi risiko. Perubahan biaya pembayaran, kompetisi, dan perkembangan metode pembayaran baru tetap perlu diperhatikan.
Jika kamu mencari bisnis asset-light dengan exposure terhadap pertumbuhan pembayaran digital global, Visa bisa menjadi saham yang menarik untuk dipelajari.
3. Berkshire Hathaway (BRK.B)
Berkshire Hathaway memiliki karakter yang cukup berbeda dari saham teknologi. Perusahaan ini memiliki berbagai bisnis, termasuk asuransi, energi, kereta api, manufaktur, jasa, dan retail. Selain itu, Berkshire juga memiliki portofolio investasi saham yang besar.
Dengan diversifikasi ini, kinerja Berkshire tidak hanya bergantung pada satu produk atau industri.
Operating earnings meningkat. Pada Q2 2026, operating earnings Berkshire mencapai US$12,98 miliar, naik dari US$11,16 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Memiliki berbagai sumber pendapatan. Operating earnings berasal dari insurance underwriting, investment income, BNSF, Berkshire Hathaway Energy, serta bisnis manufacturing, service, dan retail.
Net earnings bisa sangat fluktuatif. Berkshire menjelaskan bahwa perubahan nilai investasi yang masuk ke laporan laba dapat membuat angka net earnings per kuartal kurang mencerminkan kinerja bisnis operasionalnya.
Risikonya ada pada alokasi modal dan ukuran perusahaan. Semakin besar Berkshire, semakin besar pula investasi atau akuisisi yang diperlukan untuk memberikan dampak berarti terhadap pertumbuhan perusahaan.
Jika kamu mencari diversifikasi bisnis dan pendekatan alokasi modal jangka panjang dalam satu saham, BRK.B bisa dipelajari lebih lanjut.
4. Costco Wholesale (COST)
Sekilas, Costco terlihat seperti retailer pada umumnya. Namun, sistem membership merupakan salah satu ciri khas bisnisnya. Pelanggan membayar biaya keanggotaan untuk mendapatkan akses berbelanja sehingga Costco tidak hanya bergantung pada margin dari penjualan barang.
Model ini juga membantu perusahaan membangun hubungan yang lebih panjang dengan pelanggannya.
Penjualan masih meningkat kuat. Pada Juli 2026, Costco mencatat net sales US$23,12 miliar, naik 10,7% dari US$20,89 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penjualan digital berkembang lebih cepat. Digitally-enabled comparable sales meningkat 17,7% selama periode empat minggu yang berakhir pada 2 Agustus 2026.
Model membership menjadi pembeda. Selain memperoleh pendapatan dari penjualan barang, Costco juga mendapatkan recurring membership fees dari pelanggan.
Valuasi tetap penting. Perusahaan dengan kualitas bisnis dan loyalitas pelanggan tinggi dapat diperdagangkan pada valuasi premium. Artinya, perusahaan berkualitas tinggi belum tentu selalu tersedia pada harga yang menarik.
COST dapat dipelajari jika kamu mencari consumer business dengan model membership dan basis pelanggan yang loyal.
5. Johnson & Johnson (JNJ)
Tidak semua saham terbaik di Amerika Serikat harus mengalami pertumbuhan agresif. Bisnis Innovative Medicine dan MedTech membuat Johnson & Johnson memiliki karakter yang berbeda dari perusahaan teknologi atau consumer discretionary.
Beberapa hal yang bisa diperhatikan dari JNJ:
Penjualan terus meningkat. Johnson & Johnson mencatat penjualan US$25,31 miliar pada Q2 2026, naik 6,6% YoY.
Dua segmen utamanya sama-sama tumbuh. Innovative Medicine membukukan penjualan US$16,38 miliar atau naik 7,8%, sementara MedTech tumbuh 4,5% menjadi US$8,93 miliar.
Outlook 2026 dinaikkan. J&J meningkatkan midpoint estimasi reported sales menjadi US$101,1 miliar dan adjusted EPS menjadi US$11,68.
Sektor healthcare memiliki risiko yang khas. Investor tetap perlu memperhatikan patent expiration, hasil pipeline obat, regulasi, kompetisi, hingga risiko litigasi.
Jika kamu mencari perusahaan healthcare besar dengan bisnis yang cukup terdiversifikasi, JNJ dapat dipelajari lebih lanjut.
6. NextEra Energy (NEE)
NextEra Energy memiliki Florida Power & Light serta NextEra Energy Resources, yang berfokus pada energi dan infrastruktur. Perusahaan memberikan exposure ke sektor yang berbeda dari sebagian besar saham lain dalam daftar ini, yaitu listrik dan infrastruktur energi.
Ketika kebutuhan listrik meningkat, termasuk dari pembangunan data center dan elektrifikasi, bisnis seperti ini menarik untuk diperhatikan.
Adjusted earnings terus meningkat. Pada Q2 2026, adjusted earnings mencapai US$2,41 miliar atau US$1,15 per saham, dibandingkan dengan US$2,16 miliar atau US$1,05 per saham pada tahun sebelumnya.
Adjusted EPS tumbuh 9,5% YoY. Kenaikan ini menunjukkan pertumbuhan laba tetap berlanjut meskipun karakter bisnis utilities berbeda dari saham growth.
Pipeline proyek terus bertambah. NextEra Energy Resources menambahkan sekitar 3,6 GW proyek renewable dan storage ke backlog selama kuartal tersebut.
Bisnis ini membutuhkan modal besar. Perubahan suku bunga, biaya pendanaan, kebutuhan investasi, regulasi utilities, dan eksekusi proyek menjadi beberapa risiko yang perlu diperhatikan.
NEE bisa dipelajari jika kamu ingin mendapatkan exposure terhadap pertumbuhan kebutuhan listrik dan pembangunan infrastruktur energi.
7. S&P Global (SPGI)
S&P Global mungkin bukan perusahaan yang produknya digunakan langsung oleh konsumen. Namun, melalui credit ratings, financial data, market intelligence, commodity insights, dan indeks, perusahaan memainkan peran penting dalam infrastruktur pasar keuangan.
Indeks S&P 500 adalah salah satu produknya yang paling dikenal investor.
Bisnis terus berkembang. S&P Global mencatat GAAP revenue US$4,15 miliar pada Q2 2026, naik 10% YoY. Setelah memperhitungkan spin-off Mobility dalam basis pro forma, revenue tumbuh 11%.
Profitabilitas ikut meningkat. Pro forma operating profit meningkat 21% pada Q2 2026.
Adjusted diluted EPS tumbuh 23%. Angkanya mencapai US$4,83 pada Q2 2026 dibandingkan US$3,92 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Bisnis memiliki posisi penting di pasar keuangan. Berbagai institusi dan pelaku pasar menggunakan data, rating, dan indeks S&P Global.
Aktivitas pasar modal masih memengaruhi sebagian bisnisnya. Perlambatan aktivitas pasar atau penerbitan surat utang dapat memengaruhi permintaan terhadap layanan tertentu, terutama credit ratings.
SPGI dapat dipelajari jika kamu mencari perusahaan yang berada di balik data, benchmark, dan infrastruktur pasar keuangan global.
Baca juga: 10 Saham Amerika dengan Pertumbuhan Terbaik untuk Dibeli 2026
Saham AS Terbaik Mana yang Sesuai dengan Tujuanmu?
Hanya melihat perusahaan mana yang memiliki pertumbuhan pendapatan tertinggi akan membuat perbandingan antara ketujuh perusahaan ini kurang lengkap.
Karakter bisnis mereka berbeda.
Jika kamu mencari... | Saham yang bisa dipelajari |
Cloud dan AI | Microsoft |
Pembayaran digital | Visa |
Diversifikasi bisnis | Berkshire Hathaway |
Consumer defensive | Costco |
Healthcare | Johnson & Johnson |
Energi dan listrik | NextEra Energy |
Data dan infrastruktur pasar keuangan | S&P Global |
Tabel tersebut tidak menunjukkan bahwa satu saham otomatis lebih baik daripada saham lainnya.
Sebagai contoh, investor yang tertarik pada pertumbuhan teknologi mungkin lebih tertarik mempelajari Microsoft. Investor lain mungkin lebih tertarik pada karakter consumer Costco atau model bisnis Berkshire yang terdiversifikasi.
Tujuan investasi menentukan metrik mana yang paling relevan.
Jangan Membeli Hanya karena Masuk Daftar Saham Terbaik di Amerika Serikat
Perusahaan berkualitas tinggi dan saham yang menarik untuk dibeli tidak selalu menjadi hal yang sama.
Harga tetap relevan.
Sebelum membuat keputusan, setidaknya pertimbangkan beberapa hal berikut:
Valuasi saham. Bandingkan harga dengan laba, free cash flow, dan pertumbuhan bisnisnya.
Laporan keuangan terbaru. Lihat apakah pertumbuhan perusahaan masih sesuai dengan alasan awal kamu memilihnya.
Risiko khusus perusahaan. Risiko regulasi Visa tidak sama dengan risiko pipeline JNJ atau kebutuhan modal NextEra.
Struktur portofolio. Portofolio dengan beberapa saham berkualitas tetap bisa terlalu terkonsentrasi jika memiliki faktor risiko yang sama.
Horizon investasi. Pergerakan saham dalam beberapa bulan tidak selalu mewakili perkembangan bisnis dalam beberapa tahun.
Daftar saham terbaik lebih cocok digunakan sebagai dasar riset daripada sebagai daftar belanja.
Jadi, Apa Saham Terbaik di Amerika Serikat untuk 2026?
Microsoft, Visa, Berkshire Hathaway, Costco, Johnson & Johnson, NextEra Energy, dan S&P Global menunjukkan bahwa saham berkualitas tinggi di Amerika Serikat tidak hanya berasal dari satu sektor atau tema investasi.
Microsoft menawarkan cloud dan AI, sementara Visa memiliki network effect dalam pembayaran. Berkshire unggul dalam diversifikasi. Costco mengandalkan loyalitas member. JNJ berfokus pada healthcare, NextEra pada infrastruktur energi, sedangkan S&P Global berada di balik berbagai data dan benchmark pasar keuangan.
Kamu tidak perlu mencari saham yang “paling bagus” secara universal. Sebaliknya, cari perusahaan dengan kualitas bisnis, valuasi, risiko, dan prospek yang paling sesuai dengan strategi investasimu.
Melalui Gotrade, kamu dapat memantau saham AS dan mempelajari perusahaan yang ingin dibandingkan sebelum membuat keputusan investasi.