8 Apk Trading Terbaik untuk Pemula: Aman & Mudah Digunakan

Ringkasan Gotrade
-
Memilih apk trading perlu mempertimbangkan legalitas, biaya, fitur, aset, dan gaya trading.
-
Terdapat 8 pilihan apk trading dengan fokus aset dan karakteristik yang berbeda.
-
Sebelum trading, siapkan dana, pahami saham, tentukan batas risiko, hindari FOMO, dan buat rencana transaksi.
Mau mulai trading, tapi malah bingung memilih aplikasinya? Aplikasi trading yang tersedia di app store cukup beragam, sehingga pilihannya bisa bikin tambah pusing. Ada aplikasi yang fokus pada saham Indonesia, ada yang menyediakan saham Amerika Serikat, dan ada juga yang menawarkan beberapa jenis aset sekaligus. Fitur yang tersedia pun berbeda-beda, mulai dari charting, screener, hingga informasi pasar.
Jadi, jangan hanya memilih berdasarkan aplikasi yang paling sering kamu dengar. Kamu juga perlu melihat legalitas, biaya, aset yang tersedia, dan fitur yang benar-benar kamu butuhkan. Supaya nggak perlu membandingkan semuanya sendirian, berikut 8 aplikasi trading yang bisa kamu pertimbangkan sebelum mulai bertransaksi.
Bagaimana Memilih Apk Trading yang Tepat?
Sebelum menentukan pilihan, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu cek. Dengan begitu, kamu nggak sekadar memilih aplikasi karena populer atau punya tampilan yang menarik.
Cek Legalitas dan Keamanan
Sebelum melihat fiturnya, cek dulu siapa yang berada di balik platform tersebut. Menurut OJK, calon investor perlu memastikan lembaga yang menawarkan produk investasi memiliki izin sesuai bidang usahanya. OJK juga menyarankan masyarakat memahami siapa regulator yang mengawasi perusahaan serta membaca ketentuan produk, termasuk manfaat, biaya, dan risikonya.
Karena itu, jangan hanya mengandalkan rating atau jumlah pengguna. Untuk produk pasar modal Indonesia, kamu bisa memeriksa informasi perusahaan efek melalui sumber resmi OJK. Hal ini penting terutama saat memilih aplikasi trading Indonesia, karena legalitas dan pihak yang mengawasi platform perlu diketahui sebelum kamu mulai bertransaksi. Kalau sebuah platform menawarkan keuntungan yang pasti atau terasa terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, jangan buru-buru memasukkan dana.
Bandingkan Biaya dan Fitur
Biaya transaksi bisa berbeda di setiap platform. Selain melihat komisi beli dan jual, perhatikan juga biaya lain yang mungkin dikenakan agar kamu tahu berapa biaya sebenarnya setiap kali bertransaksi.
Fitur juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Chart, informasi keuangan perusahaan, watchlist, screener, dan berita pasar bisa membantu proses riset. Tapi, semakin banyak fitur bukan berarti semakin cocok. Kalau kamu baru mulai, aplikasi dengan tampilan yang mudah dipahami justru bisa lebih membantu.
Sesuaikan dengan Aset dan Gaya Trading
Tidak semua aplikasi menyediakan aset yang sama. Kalau kamu ingin fokus pada saham Indonesia, cari aplikasi yang mendukung kebutuhan tersebut. Begitu juga kalau kamu ingin mengakses saham atau ETF Amerika Serikat.
Gaya trading juga ikut menentukan. Pengguna yang aktif mungkin membutuhkan data pasar dan charting yang lebih lengkap, sedangkan trading untuk pemula bisa dimulai dari aplikasi dengan fitur yang sederhana dan mudah dipelajari.
8 Apk Trading yang Bisa Dipilih Pemula untuk Mulai Trading
Setiap aplikasi punya fokus dan keunggulannya sendiri. Jadi, anggap daftar ini sebagai bahan perbandingan, bukan urutan bahwa satu aplikasi pasti cocok untuk semua orang.Supaya nggak perlu membandingkan semuanya sendirian, berikut 8 aplikasi trading terbaik yang bisa kamu pertimbangkan sebelum mulai bertransaksi.
1. Gotrade
Gotrade cocok untuk kamu yang ingin mengakses saham dan ETF Amerika Serikat. Gotrade menyediakan pembelian saham fraksional, sehingga kamu bisa membeli sebagian saham tanpa harus memiliki satu lembar saham penuh. Platform ini juga menyediakan fitur seperti Advanced Mode, charting, Analyst Signals, dan One-Page Trading. Untuk kamu yang ingin mengenal pasar AS tanpa harus menggunakan platform yang rumit, Gotrade bisa menjadi salah satu pilihan.
2. Stockbit
Stockbit berfokus pada saham Indonesia dan menyediakan berbagai fitur untuk membantu pengguna memantau pasar. Selain transaksi saham, tersedia charting, screener, informasi laporan keuangan, keystats, dan komunitas investor. Kehadiran komunitas juga membuat Stockbit cukup menarik untuk kamu yang ingin berdiskusi dan melihat sudut pandang investor lain sebelum mengambil keputusan.
3. Ajaib
Ajaib menyediakan berbagai produk dalam satu platform, termasuk saham, reksa dana, ETF, obligasi, aset kripto, dan saham AS. Untuk saham, tersedia fitur seperti grafik, informasi performa, financial highlights, dan berita. Pilihan aset yang cukup beragam membuat Ajaib bisa dipertimbangkan kalau kamu ingin mengelola beberapa kebutuhan investasi dari satu aplikasi.
4. Pluang
Pluang menawarkan akses ke beberapa kelas aset, seperti saham Indonesia, saham AS, ETF, reksa dana, emas, dan aset kripto. Karakteristik utamanya adalah pilihan aset yang luas dalam satu platform. Buat kamu yang ingin mengeksplorasi beberapa jenis aset tanpa berpindah-pindah aplikasi, Pluang bisa menjadi salah satu alternatif.
5. Reku
Reku menyediakan akses ke saham Amerika Serikat dan aset kripto dalam satu platform. Untuk saham AS, pengguna dapat mengakses berbagai saham dan ETF. Platform ini bisa dipertimbangkan oleh kamu yang ingin mengenal pasar AS sekaligus memiliki akses ke aset digital melalui satu aplikasi.
6. Bibit
Bibit dikenal sebagai platform investasi yang menyediakan berbagai produk, termasuk reksa dana dan saham. Melalui Bibit Plus, pengguna dapat mengakses saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tampilannya yang sederhana bisa membantu kamu yang baru mulai mengenal investasi dan ingin mempelajari beberapa jenis aset secara bertahap.
7. IPOT
IPOT merupakan platform dari Indo Premier Sekuritas yang menyediakan akses ke saham, reksa dana, dan ETF. IPOT juga memiliki berbagai fitur analisis untuk membantu pengguna memantau pasar. Karena tools yang tersedia cukup beragam, platform ini bisa dipertimbangkan oleh kamu yang ingin lebih banyak mengeksplorasi data dan analisis pasar.
8. BIONS
BIONS merupakan platform dari BNI Sekuritas yang menyediakan akses ke saham, reksa dana, obligasi, dan beberapa produk pasar modal lainnya. BIONS juga memiliki materi edukasi, market update, webinar, dan tutorial. Fitur tersebut bisa membantu kamu yang masih ingin belajar memahami pasar sebelum semakin aktif melakukan transaksi.
Apk Trading | Fokus Aset | Cocok untuk |
Gotrade | Saham & ETF AS | Pemula yang ingin mengakses pasar AS |
Stockbit | Saham Indonesia | Investor dan trader saham |
Ajaib | Saham & berbagai aset | Pemula yang ingin mengakses beberapa produk |
Pluang | Multi-aset | Pengguna yang ingin diversifikasi |
Reku | Saham AS & aset kripto | Pengguna yang ingin mengakses pasar AS dan aset digital |
Bibit | Saham & produk investasi | Pemula yang ingin mulai bertahap |
IPOT | Saham, reksa dana & ETF | Pengguna yang membutuhkan tools analisis |
BIONS | Saham, reksa dana & obligasi | Investor yang ingin menggunakan platform sekuritas |
Catatan: fitur, biaya, dan ketersediaan aset dapat berubah. Cari tahu informasi terkini melalui situs resmi masing-masing aplikasi sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi.
Perbandingan tersebut bisa menjadi titik awal untuk menemukan aplikasi trading terbaik di Indonesia sesuai aset, fitur, dan kebutuhan masing-masing pengguna.
Tips Memulai Trading untuk Pemula
Sudah menemukan aplikasi trading terbaik untuk pemula? Jangan langsung buru-buru membeli saham. Pahami dulu aset yang dipilih, siapkan dana, dan kenali risikonya agar nggak mudah panik saat harga bergerak. Jika masih pemula, sebaiknya pahami dulu apa itu saham, bagaimana menentukan batas risiko dan menyusun perencanaan finansial sebelum akhirnya melakukan transaksi. Dengan begitu, kamu bisa melakukan trading lebih disiplin dan terarah.
Gunakan Uang yang Sudah Disiapkan Sebelumnya
Trading sebaiknya menggunakan dana yang memang sudah kamu sisihkan untuk tujuan tersebut. Jangan sampai modal trading berasal dari uang yang masih dibutuhkan untuk membayar kebutuhan sehari-hari, cicilan, atau dana darurat. Dengan begitu, kamu nggak berada dalam tekanan untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu cepat.
Kamu juga nggak harus langsung memasukkan modal besar. Saat masih belajar, nominal yang lebih kecil bisa memberi ruang untuk mengenali cara kerja pasar dan membiasakan diri menggunakan aplikasi tanpa mempertaruhkan terlalu banyak dana sekaligus.
Pelajari Saham Sebelum Membeli
Jangan menjadikan saham yang sedang ramai sebagai alasan utama untuk membeli. Cari tahu dulu perusahaan yang kamu incar, mulai dari bisnisnya, kondisi keuangan, industrinya, sampai faktor yang berpotensi memengaruhi harga saham. Dengan memahami alasan di balik pilihanmu, keputusan membeli nggak hanya didasarkan pada tren sesaat.
Manfaatkan informasi yang tersedia di apk trading sebagai bahan riset awal. Financial highlights, laporan keuangan, chart, watchlist, dan berita pasar bisa membantu kamu melihat saham dari beberapa sudut sebelum mengambil keputusan.
Tentukan Batas Risiko
Salah satu kesalahan yang sering terjadi ketika baru mulai trading adalah terlalu fokus pada potensi keuntungan. Padahal, sebelum membeli saham, kamu juga perlu memikirkan skenario ketika harga bergerak berlawanan dengan perkiraan.
Tentukan dari awal berapa besar kerugian yang masih bisa kamu terima. Batas ini akan membantu kamu menentukan ukuran transaksi dan kapan perlu mengevaluasi posisi, sehingga keputusan tidak sepenuhnya bergantung pada kepanikan ketika harga mulai turun.
Hindari Keputusan karena FOMO
Melihat saham naik cepat atau ramai dibicarakan di media sosial memang gampang membuat kamu ingin ikut masuk. Apalagi kalau beberapa orang mulai membagikan keuntungan mereka. Tapi, harga yang sudah naik belum tentu masih memberikan peluang yang sama ketika kamu membelinya.
FOMO juga bisa membuat kamu mengabaikan alasan awal melakukan transaksi. Kalau keputusan membeli hanya muncul karena takut ketinggalan, coba berhenti sebentar dan tanyakan kembali: apa alasan saya membeli saham ini? Kalau nggak punya jawaban yang jelas, nggak ada salahnya menunggu sampai kamu punya dasar yang lebih kuat.
Buat Rencana Sebelum Transaksi
Sebelum membeli, tentukan alasan kamu memilih saham tersebut, risiko yang siap kamu terima, dan kondisi yang membuat kamu perlu mengevaluasi posisi. Kamu juga bisa menentukan target atau kriteria tertentu yang menjadi pertimbangan untuk keluar dari transaksi.
Menurut Investopedia, memiliki trading plan membantu trader menentukan tujuan, toleransi risiko, strategi, serta aturan masuk dan keluar sebelum melakukan transaksi. Rencana yang dibuat sebelumnya juga membantu trader tetap disiplin ketika kondisi pasar mulai berubah.
Dengan adanya rencana, kamu nggak perlu terus mengubah keputusan hanya karena melihat harga bergerak dalam hitungan menit. Justru, kamu punya acuan untuk menentukan apakah kondisi yang terjadi masih sesuai dengan alasan awal atau sudah berbeda.
Catat dan Evaluasi Transaksi
Jangan berhenti belajar setelah transaksi selesai. Catat alasan kamu membeli atau menjual, harga saat transaksi, apa yang terjadi setelahnya, dan bagaimana keputusan tersebut akhirnya menghasilkan keuntungan atau kerugian. Catatan sederhana ini bisa menjadi trading journal yang membantu kamu melihat perjalanan transaksi dengan lebih objektif.
Setelah beberapa kali transaksi, coba lihat kembali catatan tersebut. Apakah kamu terlalu sering masuk karena FOMO? Apakah kamu cenderung menjual terlalu cepat? Atau justru menahan posisi terlalu lama? Dari evaluasi seperti ini, kamu bisa mengetahui kebiasaan yang perlu dipertahankan maupun diperbaiki.
Pilih Aplikasi Trading yang Sesuai dengan Kebutuhanmu
Nggak ada satu apk trading yang paling cocok untuk semua orang. Saat memilih aplikasi trading untuk pemula, pertimbangkan aset yang ingin kamu akses, fitur yang memang kamu perlukan, biaya transaksi, dan seberapa nyaman kamu menggunakan platform tersebut.
Kalau kamu ingin mulai mengakses saham dan ETF Amerika Serikat dengan pembelian saham fraksional, kamu bisa mencoba Gotrade. Download aplikasi Gotrade dan mulai trading sesuai rencana yang sudah kamu buat.
Referensi:
Investopedia. “10 Day Trading Tips for Beginners Getting Started”
Otoritas Jasa Keuangan. “Tips Investasi Secara Aman”
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














