Cara Beli Saham untuk Pemula Online di HP 2026, Ini Panduannya

Kholida QothrunnadaKholida QothrunnadaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Cara Beli Saham untuk Pemula Online di HP 2026, Ini Panduannya

Ringkasan Gotrade

  • Cara beli saham online untuk pemula secara umum mengikuti alur yang sama: buka akun, verifikasi KYC, setor dana, pilih saham, lalu konfirmasi order.

  • Umumnya, terbagi dua jenis order utama yang perlu dipahami pemula yaitu market order (eksekusi di harga pasar saat itu) dan limit order (eksekusi hanya saat harga mencapai batas tertentu).

  • Modal minimum untuk mulai beli saham bervariasi, tergantung harga saham, mekanisme lot, dan kebijakan masing-masing platform.

Beli saham di era ini bisa dilakukan hanya lewat HP dengan mudah secara online. Jadi, calon investor nggak perlu datang ke kantor maupun isi formulir kertas.

Dengan mudahnya, membeli saham bisa cuma menekan tombol "Buy" di aplikasi. Namun, nggak sedikit pemula yang masih bingung dengan hal-hal dasar. Misalnya, mulai dari aplikasi apa yang dipakai, berapa modal yang dibutuhkan, dan istilah-istilah dasar seputar investasi trading. Simak panduan lengkapnya di bawah ini.

Bagaimana Cara Beli Saham untuk Pemula?

Saat ini, sebagian besar platform investasi berbasis aplikasi mobile, sehingga seluruh proses, dari buka akun sampai order bisa dilakukan lewat HP. Sederhananya, cara membeli saham saham online bagi pemula umumnya punya alur dan pola yang sama (baik untuk saham Indonesia maupun saham AS).

Baca juga: Indeks S&P 500: Karakteristik hingga Cara Investasinya

Berikut adalah alur beli saham online di HP 2026 secara umum:

Langkah-langkah di atas cukuplah sederhana, namun setiap langkah juga beberapa detail yang kerap membuat pemula bisa salah eksekusi. Bagian-bagian berikut membahas masing-masing langkah lebih dalam.

Hal-hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Beli Saham Online

Sebelum membuka aplikasi investasi saham, berikut merupakan beberapa hal yang perlu dipersiapkan:

Baca juga: Saham Undervalued: Ini Ciri hingga Cara Ceknya, Apakah Bagus?
  • Identitas resmi ➔ KTP dan data diri yang valid untuk proses verifikasi.

  • Smartphone dan internet ➔ koneksi yang stabil untuk mengakses aplikasi.

  • Metode pembayaran ➔ untuk menyetor dana, seperti transfer bank atau virtual account.

  • Dana investasi yang memang dialokasikan untuk investasi, bukan dana kebutuhan harian.

  • Tujuan investasi ➔ pastikan apakah investasi tersebut untuk jangka panjang, untuk liburan, atau dana pendidikan.

  • Pemahaman dasar terkait istilah dan soal risiko ➔ nilai investasi bisa naik maupun turun dan tidak ada jaminan keuntungan.

Cara Memilih Saham Pertama yang Baik bagi Pemula

Bagi pemula, ada beberapa cara yang bisa dijadikan strategi dalam memilih saham:

  • Sebelumnya, kita telah memutuskan apa yang ingin mereka capai lewat portofolio dan mereka bertekad untuk tetap berpegang pada keputusan tersebut.

  • Selalu mengikuti berita harian, tren, dan peristiwa yang mendorong perekonomian dan setiap perusahaan di dalamnya.

  • Menggunakan tujuan dan pengetahuan tersebut untuk menginformasikan keputusan yang mereka buat untuk membeli atau menjual saham.

Setelah melalui proses riset, hasil pilihan saham bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Ada yang akhirnya hanya menemukan satu saham yang benar-benar sesuai, ada juga yang mendapatkan daftar beberapa perusahaan atau lebih sebagai kandidat.

Tidak menutup kemungkinan juga riset tersebut justru membawa pada kesimpulan bahwa sektor atau industri yang sedang dipelajari, ternyata kurang cocok dengan tujuan investasi sendiri (dan itu bukan masalah). Justru proses riset semacam ini yang bisa menyelamatkan pemula dari keputusan investasi yang kurang tepat.

Mengetahui kapan sebaiknya tidak melanjutkan sebuah rencana pembelian itu menjadi bagian penting dari kemampuan memilih saham. Sebagian orang mungkin sudah merasa cukup yakin untuk langsung mengambil keputusan, sementara sebagian lainnya lebih memilih mempelajari lebih dalam.

Market Order vs Limit Order dalam Beli Saham

Secara umum, ada dua jenis order yang paling sering ditemui pemula saat membeli saham yaitu market order dan limit order:

Jenis Order

Cara Kerja

Cocok Dipahami Sebagai

Market order

Dieksekusi di harga pasar yang tersedia saat itu juga.

"Beli sekarang, berapa pun harganya di pasar"

Limit order

Baru dieksekusi kalau harga mencapai batas yang ditentukan atau lebih baik.

"Beli cuma kalau harga sampai di angka yang saya mau"

Berapa Modal untuk Mulai Beli Saham?

Pada dasarnya, tidak ada nominal pasti yang berlaku untuk semua orang. Pasalnya, besaran modal awal beli saham yang tepat sangat bergantung pada kondisi keuangan, tujuan investasi, dan seberapa besar risiko yang sanggup ditanggung masing-masing individu.

Lalu, apakah ada minimumya? Tidak ada angka minimum yang berlaku universal. Minimum transaksi saham bergantung pada harga saham, mekanisme lot (untuk saham Indonesia), maupun dari platformnya. Contohnya, ada yang mulai dari $1 atau setara Rp 17.700 (asumsi kurs).

Ada Biaya Apa Saja Saat Membeli Saham?

Nominal yang disiapkan untuk membeli saham biasanya tidak sama persis dengan total biaya yang harus dibayar. Beberapa komponen biaya yang umum ditemui:

  • Biaya transaksi (trading fee) dikenakan setiap kali membeli atau menjual.

  • Spread, kalau relevan dengan mekanisme platform yang digunakan.

  • Biaya konversi mata uang, khusus untuk pembelian aset luar negeri seperti saham AS, karena melibatkan konversi rupiah ke dolar AS.

  • Biaya lain sesuai kebijakan masing-masing platform.

Perbedaan Saham Lokal (BEI) vs Saham AS

Selain saham perusahaan Indonesia yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), pemula jug abisa dengan mudah mengakses saham perusahaan Amerika Serikat lewat sejumlah aplikasi investasi.

Nah, supaya pemula nggak bingung berikut ada beberapa perbandingan dasar secara umum:

Aspek

Saham Lokal (BEI)

Saham AS

Regulator

OJK, tercatat langsung di BEI

OJK, umumnya lewat skema derivatif/PALN via pialang berjangka

Mata uang transaksi

Rupiah

Dolar AS (perlu konversi dari rupiah)

Jam bursa

09.00–15.49 WIB (hari bursa)

Malam hari waktu Indonesia (menyesuaikan jam bursa AS)

Satuan pembelian

Lot (1 lot = 100 lembar)

Bisa fractional share (sebagian lembar saham)

Contoh saham

BBCA, TLKM, ASII

AAPL, TSLA, NVDA

Catatan: tabel di atas yang membahas cara membeli dan membaca order maupun rasio keuangannya relatif sama antara keduanya. Perbedaanya lebih ke soal regulasi, mata uang, dan jam operasional bursa.

Cara Membaca Bid, Offer, dan Order Book

Salah satu hal yang sering bikin pemula bingung saat pertama kali membuka aplikasi saham adalah tampilan order book. Padahal, konsepnya cukup sederhana kalau kamu sudah tahu artinya. Berikut contoh ilustrasi order book sederhananya:

Bid (Harga Beli)

Volume

Offer (Harga Jual)

Volume

Rp4.000

500 lot

Rp4.010

300 lot

Rp3.990

800 lot

Rp4.020

450 lot

Rp3.980

1.200 lot

Rp4.030

600 lot

Dari tabel di atas, itu adalah gambaran kalau harga tertinggi yang mau dibayar pembeli (bid) saat ini Rp4.000, sementara harga terendah yang diminta penjual (offer) adalah Rp4.010. Selisih Rp10 di antara keduanya disebut spread.

Kalau investor memasang market order untuk membeli, transaksi akan langsung tereksekusi di harga offer terendah yang tersedia (dalam contoh ini Rp4.010).

Sebaliknya, kalau kamu memasang limit order di harga Rp3.990, transaksi baru akan tereksekusi kalau ada penjual yang bersedia melepas sahamnya di harga tersebut atau lebih rendah.

Catatan: angka di atas bersifat ilustratif, bukan data pasar riil.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula saat Beli Saham

Beberapa kesalahan yang paling sering terjadi pada transaksi pertama, secara umum:

  • Beli saham karena FOMO (tanpa mengetahui seluk beluk perusahaan atau alasan investasi).

  • Saham dibeli dari uang kebutuhan sehari-hari (bukan dana yang memang dialokasikan untuk investasi).

  • Tidak memperhitungkan biaya transaksi, jadi bisa kaget saat melihat total yang terpotong.

  • Salah memasukkan ticker atau kode saham (terutama untuk saham dengan nama mirip).

  • Tidak mengecek status order setelah transaksi dikirim.

  • Tidak melakukan diversifikasi dan hanya menaruh terlalu banyak modal di satu saham.

  • Mengira kalau harga saham yang murah artinya saham tersebut murah secara valuasi padahal keduanya adalah hal yang berbeda.

  • Mencampur tujuan investasi jangka panjang dengan kebiasaan trading jangka pendek, sehingga keputusan jadi tidak konsisten.

Kalda dkk. (2021) dalam working paper National Bureau of Economic Research (NBER), menemukan bahwa saat investor mulai bertransaksi lewat smartphone, mereka cenderung lebih sering membeli aset berisiko tinggi, saham 'lotre', dan aset yang sedang naik daun, pola yang mengindikasikan kemudahan akses lewat aplikasi bisa mendorong keputusan yang lebih impulsif.

Tips Memulai Investasi Membeli Saham untuk Pemula

Dikutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berikut adalah beberapa tips belajar investasi beli saham untuk pemula:

1. Pahami Profil Investasi Pribadi

Setiap orang punya profil investasi yang berbeda-beda yang dilihat dari tujuan keuangan, modal, toleransi risiko, jangka waktu investasi, hingga ekspektasi imbal hasil. Maka dari itu, mengenali profil diri sendiri menjadi langkah awal sebelum menentukan membeli produk investasi apa pun.

2. Sesuaikan Produk dengan Kebutuhan

Dari profil investasi yang sudah dikenali, sebaiknya pembelian bukan sekadar ikut tren atau rekomendasi orang lain. Jadi, pemula perlu memilih jenis dan produk investasi yang benar-benar sesuai dengan tujuan, jangka waktu, maupun kemampuan menanggung risiko.

3. Cek Legalitas Penyedia Produk Saham

Sebelum membeli, pastikan lembaga penyedia produk investasi sudah memiliki izin usaha yang sesuai dengan bidang kegiatannya. Jangan sampai kamu terjebak ke dalam aplikasi investasi ilegal.

4. Kenali Siapa Regulatornya

Pahami otoritas mana yang mengawasi lembaga penyedia produk investasi tersebut. Di Indonesia, pastikan seluruh operasionalnya sudah berizin dan diawasi oleh OJK. Informasi bisa dijadikan pegangan jika di kemudian hari muncul masalah atau sengketa terkait produk yang dibeli.

5. Baca Ketentuan Produk

Baca dan pelajari syarat dan ketentuan produk investasi secara saksama agar memahami hak, kewajiban, manfaat, biaya, dan risiko yang melekat sebelum benar-benar memutuskan untuk membeli saham.

Apakah Beli Saham Online Aman?

Ya beli saham online saat ini aman, dengan syarat selama kita bertransaksi lewat platform atau sekuritas resmi yang berizin dan diawasi OJK. Selalu cek status legalitas platform sebelum melakukan deporit, dan hindari aplikasi investasi yang tidak terdaftar resmi.

Cara Beli Saham Online di Aplikasi Gotrade: Step By Step

Tampilan aplikasi Gitrade untuk beli saham online.

Unduh aplikasi Gotrade melalui App Store atau Google Play. Setelah mendaftar menggunakan email atau nomor ponsel, lalu lengkapi data untuk proses verifikasi.

  1. Setor deposit awal kamu untuk membeli produk sahamnya.

  2. Pilih saham AS atau ETF yang ingin dibeli sesuai riset dan tujuan investasi.

  3. Cek detail transaksi. Jika sudah sesuai, lakukan pembayaran.

  4. Jika saham berhasil terbeli, jangan lupa untuk tinjau dan pantau portofolio kamu di aplikasi.

Kesimpulan

Membeli saham secara online kini memang jauh lebih mudah karena cukup lewat aplikasi di smartphone tanpa perlu datang ke kantor sekuritas. Namun, kemudahan ini juga membawa risiko tersendiri bagi pemula, terutama kecenderungan mengambil keputusan secara impulsif tanpa riset yang memadai.

Sebelum mulai bertransaksi, penting bagi pemula untuk memahami alur dasar pembelian saham, jenis order yang tersedia, komponen biaya yang perlu diperhitungkan, serta memastikan platform yang digunakan sudah berizin dan diawasi regulator resmi seperti OJK.

Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan rekomendasi investasi atau ajakan membeli saham tertentu. Setiap keputusan investasi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan serta toleransi risiko masing-masing.

Informasi mengenai biaya, minimum transaksi, dan fitur platform juga berubah sewaktu-waktu. Jadi, selalu cek sumber resmi sebelum bertransaksi.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Kholida Qothrunnada
Ditulis oleh
Kholida Qothrunnada
Kholida Qothrunnada adalah editor sekaligus konten strategis dengan latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi, konsentrasi Multimedia Jurnalistik. Memiliki pengalaman 4+ tahun sebagai reporter ekonomi-bisnis di media nasional. Fokus topik dan minat: keuangan, fintech, saham, dan kripto.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku