Apa Itu Market Order?
Market order adalah instruksi untuk membeli atau menjual aset secepat mungkin pada harga terbaik yang tersedia di pasar.
Jenis order ini memprioritaskan eksekusi bukannya pada harga tertentu. Selama pasar dan likuiditas tersedia, market order biasanya dapat diproses dengan cepat biasanya harga akhir dapat berbeda dengan harga terakhir yang terlihat ketika order dikirim.
Sedangkan market buy order biasanya dieksekusi di sekitar harga ask dan market sell order di sekitar harga bid.
Jika jumlah saham pada harga ask terbaik tidak mencukupi maka order dapat tereksekusi pada beberapa tingkatan harga.
Contoh Market Buy Order
Misalnya adalah kuotasi saham menunjukkan:
Bid: US$99,90
Ask: US$100,00
Last price: US$99,95
Jika kamu mulai mengirim market buy order. Transaksi tidak langsung dilakukan pada last price US$99,95.
Order akan mencari penjual dari harga ask terbaik yang tersedia, yaitu di sekitar harga US$100,00.
Jika jumlah saham yang tersedia pada harga US$100,00 tidak mencukupi maka sebagian order dapat diisi pada harga berikutnya, misalnya US$100,05 atau US$100,10.
Contoh market sell order
Jika kamu telah mengirimkan market sell order transaksi akan mencari pembeli dengan harga bid terbaik yang tersedia.
Misalnya dengan harga bid US$99,90, order jual kemungkinan diproses di sekitar harga tersebut. Tetapi harga akhirnya dapat berubah jika pasar bergerak atau jumlah pembeli pada harga itu tidak mencukupi.
Apa Itu Limit Order?
Limit order adalah instruksi untuk membeli atau menjual aset pada harga yang ditentukan atau harga yang lebih baik.
Aturannya berbeda untuk order beli dan jual:
Sebagai contoh, buy limit order di US$95 berarti kamu tidak bersedia membeli di atas US$95.
Sell limit order di US$110 berarti kamu tidak bersedia menjual di bawah US$110.
Limit order memberikan kendali lebih besar terhadap harga yang ada.
Namun order tetap tidak dijamin akan tereksekusi meskipun harga pasar sempat mencapai harga limit.
Contoh buy limit order
Harga saham saat ini berada di sekitar US$100. Jika kamu memasang buy limit order di US$97.
Order tersebut baru dapat tereksekusi jika tersedia penjual pada harga US$97 atau lebih rendah.
Jika harga terendah hanya mencapai US$97,50, order ini tidak akan terisi.
Contoh sell limit order
Kamu memiliki saham yang diperdagangkan di sekitar US$100 dan memasang sell limit order di US$108.
Order hanya dapat tereksekusi jika tersedia pembeli pada harga US$108 atau lebih tinggi. Jika harga tertinggi hanya mencapai US$107,50, order tetap terbuka hingga kedaluwarsa atau akan dibatalkan nantinya.
Market Order vs Limit Order, Mana yang Lebih Sesuai?
Market order dan limit order memiliki prioritas serta risiko eksekusi yang berbeda-beda.
Gambar berikut ini merangkum hal-hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memilih jenis order:

Apa Itu Bid, Ask, dan Bid-Ask Spread?
Untuk memahami eksekusi market order kamu harus mengenali terlebih dahulu apa itu bid, ask, dan bid-ask spread.
Apa Itu Bid?
Bid adalah harga tertinggi yang sedang ditawarkan oleh pembeli. Market sell order umumnya akan diproses pada harga bid terbaik yang telah tersedia.
Apa Itu Ask?
Ask adalah harga terendah yang sedang diminta penjual. Market buy order umumnya akan diproses pada harga ask terbaik yang tersedia.
Apa Itu Bid-Ask Spread?
Bid-ask spread adalah selisih antara harga bid dan ask.
Sebagai contoh:
Bid: US$49,90
Ask: US$50,00
Spread: US$0,10
Spread yang sempit menunjukkan bahwa harga beli dan jual berdekatan.
Sebaliknya, spread yang lebar dapat membuat harga transaksi berbeda lebih jauh dari harga yang terlihat.
Apa yang Bisa Mempengaruhi Bid-Ask Spread?
Besarnya spread dapat berubah karena:
Likuiditas
Volume perdagangan
Volatilitas
Ukuran order
Waktu perdagangan
Kondisi pasar
Karena itu, last price tidak selalu menjadi harga yang kamu dapatkan ketika mengirim market order. Market buy biasanya akan bertemu dengan harga ask, sedangkan market sell akan bertemu dengan harga bid.
Apa Itu Slippage?
Slippage adalah perbedaan antara harga yang diperkirakan ketika order dikirim dan harga eksekusi sebenarnya.
Misalnya, kamu melihat harga saham US$100 lalu mengirim market buy order. Ketika order diproses, harga ask terbaik telah berubah menjadi US$100,20. Selisih US$0,20 ini adalah slippage.
Slippage lebih mungkin terjadi ketika:
Harga bergerak cepat.
Spread melebar.
Volume perdagangan rendah.
Ukuran order lebih besar daripada jumlah yang tersedia pada harga terbaik.
Order dikirim saat terjadi berita atau rilis data penting.
Perdagangan dilakukan di luar jam utama.
Limit order juga dapat membatasi harga terburuk yang bersedia kamu terima. Tetapi, konsekuensinya adalah order mungkin tidak bisa tereksekusi.
Mengapa Limit Order Bisa Tidak Terisi Meski Harga Sudah Tersentuh?
Harga pasar yang menyentuh harga limit tidak berarti seluruh order akan terisi. Berikut ini beberapa penyebabnya:
1. Tidak ada cukup jumlah yang tersedia
Harga transaksi mungkin mencapai harga limit tetapi jumlah saham yang tersedia lebih kecil daripada ukuran order yang kamu lakukan.
2. Ada order lain di depan antrean
Order dengan harga yang sama dapat diproses berdasarkan prioritas waktu atau aturan tempat perdagangan. Order yang masuk lebih dahulu bisa memperoleh eksekusi lebih dahulu.
3. Harga hanya bergerak sebentar
Harga dapat menyentuh level tertentu lalu bisa langsung berbalik sebelum order kamu memperoleh eksekusi.
4. Order hanya terisi sebagian
Sebagian order dapat tereksekusi sedangkan sisanya tetap terbuka karena tidak tersedia cukup lawan transaksi.
Karena itu, limit order memberikan batas harga, bukan jaminan transaksi.
Jika jumlah saham pada harga limit tidak mencukupi sebagian order dapat tereksekusi dan sisanya tetap terbuka hingga tersedia lawan transaksi, dibatalkan atau mungkin kedaluwarsa.
Masa Berlaku Order dan Sesi Perdagangan
Selain memilih market atau limit order kamu juga perlu memperhatikan masa berlaku order dan sesi perdagangan yang akan digunakan, seperti:
1. Day Order
Day order hanya berlaku selama satu hari dalam perdagangan. Jika belum tereksekusi hingga sesi berakhir makan order akan kadaluwarsa.
2. Good-Til-Cancelled
Good-til-cancelled atau GTC tetap terbuka hingga:
Masa berlaku GTC dapat berbeda pada setiap broker. Karena itu, periksa pending order secara berkala agar order lama tidak tereksekusi setelah rencana transaksi berubah.
3. Extended Hours dan Perdagangan 24/5
Di luar jam perdagangan utama likuiditas bisa jadi lebih rendah sedangkan spread dan volatilitas dapat lebih tinggi.
Limit order juga tidak menjamin eksekusi. Harga masih bisa bergerak menjauh dari batas yang ditentukan atau tidak tersedia cukup lawan transaksi.
Contoh Perbandingan Market Order dan Limit Order
Sebagai contoh suatu saham memiliki kuotasi, sebagai berikut:
1. Market Order
Jika kamu memilih menggunakan market order transaksi akan mencari penjual mulai dari harga ask terbaik.
Jika tersedia cukup saham pada US$150,00 nilai transaksi sebelum biaya sekitar US$1.500.
Tetapi, jika harga berubah atau jumlah saham tidak mencukupi maka sebagian order dapat terisi pada harga yang lebih tinggi.
2. Buy Limit Order di US$148
Order hanya dapat terisi pada US$148 atau lebih rendah. Jika harga tidak turun ke level tersebut maka order tidak akan tereksekusi.
3. Buy Limit Order di US$150
Karena harga limit sama dengan ask saat ini maka order dapat langsung terisi pada US$150 atau lebih rendah jika tersedia cukup penjual. Harga eksekusi tidak boleh lebih dari US$150.
Hal yang Perlu Dihindari saat Membuat Market dan Limit Order
Berikut hal-hal yang perlu kamu pahami saat menggunakan market order dan limit order:
1. Menganggap Market Order Pasti Mendapat Last Price
Last price adalah harga transaksi terakhir dan bukan harga yang dijamin untuk order berikutnya.
Market buy akan tetap mencari harga ask terbaik sedangkan market sell akan mencari harga bid terbaik saat order akan diproses.
2. Menganggap Limit Order Menjamin Harga dan Eksekusi
Limit order menetapkan harga maksimum untuk membeli atau harga minimum untuk menjual.
Order dapat terisi pada harga limit atau lebih baik tetapi tetap tidak akan menjamin transaksi akan terjadi.
3. Menganggap Harga yang Tersentuh Pasti Membuat Order Terisi
Harga pasar dapat menyentuh batas yang kamu tentukan tanpa mengisi order.
Hal ini bisa terjadi karena ada order lain di depan antrean atau jumlah saham yang tersedia tidak mencukupi.
4. Mengabaikan Bid-Ask Spread dan Slippage
Spread yang lebar mampu membuat harga transaksi berbeda dari harga yang terlihat.
Risiko slippage juga bisa meningkat ketika pasar bergerak cepat, likuiditas rendah atau terjadi ukuran order yang cukup besar.
5. Membiarkan Pending Order Tanpa Diperiksa
Limit order yang masih aktif bisa tereksekusi ketika harga telah mencapai batasnya meskipun rencana transaksimu telah berubah.
Karena itu, periksa kembali pending order secara berkala dan batalkan order yang sudah tidak dibutuhkan.
6. Menetapkan Harga Limit Terlalu Jauh
Buy limit yang terlalu rendah atau sell limit yang terlalu tinggi dapat membuat order tetap terbuka dan tidak akan pernah terisi maka dari itu kembali sesuaikan harga limit dengan kondisi pasar dan tujuan transaksimu.
7. Menganggap Market Order Selalu Lebih Mahal
Market order tidak selalu menghasilkan harga yang lebih buruk. Hasil eksekusinya tetap bergantung pada spread, likuiditas, jumlah yang tersedia, ukuran order dan juga perubahan harga saat transaksi diproses.
Pilih Jenis Order Sesuai dengan Prioritasmu
Gunakan market order jika kamu lebih mengutamakan kecepatan transaksi.
Order biasanya lebih mudah tereksekusi tetapi harga akhirnya bisa berbeda dari yang terlihat saat kamu menekan tombol beli atau jual.
Kalau kamu ingin menentukan batas harga maka gunakan limit order tetapi isikonya, order bisa tidak terisi atau hanya terisi sebagian.
Sebelum mengirim order kammu harus cek kembali harga bid dan ask, lebar spread, sesi perdagangan, masa berlaku serta order yang masih berstatus pending.
Melalui Gotrade Indonesia, kamu dapat menggunakan market order dan limit order pada aset yang tersedia serta memeriksa estimasi harga dan biaya sebelum mengkonfirmasi transaksi.
Pelajari cara menggunakan market order dan limit order di aplikasi Gotrade.
Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Materi ini bersifat umum dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tertentu.