Analisis Dow Jones: Apa Itu DJIA, Cara Kerja, dan Contohnya

Ringkasan Gotrade
- Dow Jones Industrial Average (DJIA) adalah indeks price-weighted yang berisi 30 perusahaan blue-chip AS. Bobot setiap saham ditentukan oleh harga sahamnya, bukan kapitalisasi pasar.
- Saat menganalisis Dow Jones, jangan hanya melihat perubahan poin. Perhatikan juga persentase pergerakan, saham penyumbang terbesar, breadth, sektor, dan indeks AS lainnya.
- DJIA berguna untuk melihat kinerja perusahaan besar AS, tetapi karena hanya memiliki 30 komponen dan menggunakan price weighting, indeks ini tidak dapat mewakili seluruh pasar saham AS.
Dow Jones naik 500 poin hari ini. Apakah itu berarti pasar saham AS sedang menguat?
Belum tentu.
Kamu tetap perlu melihat persentase saham yang paling banyak mendorong pergerakan, jumlah komponen yang naik, serta apakah S&P 500 dan Nasdaq bergerak searah.
Hal ini penting karena DJIA menggunakan metode price-weighted sehingga saham dengan harga per lembar lebih tinggi bisa memberi pengaruh lebih besar terhadap indeks.
Karena itu, membaca Dow Jones tidak cukup hanya melihat apakah indeks sedang naik atau turun. Cara indeks tersebut bergerak juga perlu dipahami agar analisisnya lebih bermakna.
Apa Itu Dow Jones Industrial Average?
Dow Jones Industrial Average (DJIA) atau The Dow adalah indeks price-weighted yang mengukur kinerja 30 perusahaan blue-chip AS.
Menurut S&P Dow Jones Indices, DJIA telah mencakup berbagai industri kecuali transportasi dan utilities yang memiliki indeks Dow Jones tersendiri.
Jadi, Dow Jones bukanlah bursa saham atau kumpulan seluruh saham AS. DJIA merupakan indeks yang digunakan untuk melacak pergerakan kelompok perusahaan besar tertentu.
Indeks ini pertama kali dihitung pada tahun 1896 dengan 12 saham dan berkembang menjadi 30 komponen pada tahun 1928. Meski masih menggunakan nama “Industrial” komposisinya saat ini tidak hanya terdiri dari perusahaan industri.
Bagaimana Cara Kerja Dow Jones?
Untuk memahami Dow Jones ada beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan, yaitu:
1. Komponen Dipilih oleh Committee
Perusahaan tidak bisa masuk DJIA hanya karena memiliki kapitalisasi pasar besar. Averages Committee perlu mempertimbangkan beberapa faktor seperti reputasi perusahaan, pertumbuhan, minat investor, dan representasi sektor.
Karena itu, komposisi Dow tidak selalu berisi 30 perusahaan terbesar di AS dan perubahannya relatif jarang.
2. Dow Jones Menggunakan Price Weighting
DJIA menggunakan metode price-weighted yang dimana saham dengan harga per lembar lebih tinggi memiliki pengaruh lebih besar terhadap indeks.
Rumusnya adalah
DJIA = Total Harga Saham Komponen ÷ Dow Divisor
Sebagai contoh saham seharga US$400 dan US$100 sama-sama naik 2%. Lalu saham pertama naik US$8 sedangkan saham kedua hanya US$2.
Karena itu, saham pertama bisa memberikan dampak poin yang lebih besar terhadap Dow.
3. Fungsi Dow Divisor
Dow Divisor digunakan untuk menjaga kontinuitas indeks ketika terjadi stock split perubahan komponen atau corporate action lainnya.
Menurut S&P Dow Jones Indices divisor bisa disesuaikan agar perubahan tersebut tidak membuat indeks bergerak drastis hanya karena faktor teknis. Jadi, harga saham per lembar mampu mempengaruhi bobot di DJIA bukannya besar kecilnya kapitalisasi pasar perusahaan.
Cara Melakukan Analisis Dow Jones
Untuk melakukan analisis Dow Jones kamu jangan hanya melihat apakah indeks naik atau turun. Perhatikan juga apa yang sebenarnya mendorong pergerakannya, seperti:
1. Lihat Persentase Pergerakan
Perubahan 500 poin bisa memiliki arti berbeda tergantung level indeksnya. Karena itu, persentase perubahan biasanya lebih berguna untuk membandingkan pergerakan dari waktu ke waktu.
2. Cari Saham yang Paling Berkontribusi
Karena DJIA menggunakan price weighting beberapa saham dengan harga tinggi bisa memberi pengaruh besar terhadap pergerakan indeks. Karena itu perhatikan saham mana yang menjadi pendorong terbesar dan mana yang justru menahan indeks.
3. Periksa Market Breadth
Lihat berapa banyak dari 30 komponen yang naik dan turun. Dow yang naik karena 25 saham menguat memberikan konteks berbeda dari kenaikan yang hanya didorong oleh beberapa saham.
4. Lihat Sektor dan Indeks Lain
Perhatikan sektor yang memimpin lalu bandingkan DJIA dengan S&P 500 dan Nasdaq. Perbedaan arah antara indeks bisa membantu kamu menunjukkan apakah pergerakan pasar cukup luas atau terkonsentrasi pada kelompok tertentu saja.
5. Hubungkan dengan Katalis
Setelah memahami pergerakan harga kamu juga harus melihat faktor yang mungkin mempengaruhinya seperti earnings, inflasi, data tenaga kerja, kebijakan The Fed, yield obligasi, atau geopolitik.
Tetapi, katalis yang sama tidak selalu menghasilkan reaksi pasar yang sama karena investor juga akan mempertimbangkan apakah informasi tersebut sesuai atau berbeda dari ekspektasi.
Contoh Analisis Dow Jones
Coba kamu bayangkan Dow Jones naik 400 poin atau 0,8% dalam sehari. Sekilas akan terlihat kuat tetapi setelah diperiksa:
13 dari 30 komponen naik
17 turun
dua saham berharga tinggi menyumbang sebagian besar kenaikan
sektor industrial dan finansial menguat
S&P 500 hanya naik 0,2%
Nasdaq turun 0,3%
Artinya kenaikan Dow bukan berarti seluruh pasar AS sedang menguat. Pergerakan tersebut bisa saja terkonsentrasi pada beberapa saham atau sektor tertentu saja.
Contoh ini bukanlah prediksi tetapi menunjukkan kenapa analisis indeks perlu melihat faktor apa saja yang sebenarnya mendorong pergerakannya bukannya hanya berfokus pada angka headlinenya saja.
Coba ubah harga dan pergerakan beberapa komponen pada simulator berikut ini untuk melihat bagaimana saham dengan harga lebih tinggi mampu memberikan dampak lebih besar terhadap pergerakan Dow Jones.
Perbedaan Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq
Ketiga indeks ini sama-sama digunakan untuk membaca pasar saham AS tetapi cakupan dan metode pembobotannya berbeda. Perhatikan tabel berikut ini:
Indeks | Cakupan | Pembobotan |
Dow Jones | 30 perusahaan blue-chip | Price-weighted |
S&P 500 | Sekitar 500 perusahaan besar AS | Market cap-weighted |
Nasdaq Composite | Ribuan saham di Nasdaq banyak dari sektor teknologi | Market cap-weighted |
Karena strukturnya yang berbeda, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq bisa bergerak dengan arah atau kekuatan yang berbeda pada hari yang sama.
Dengan membandingkan ketiganya akan membantu kamu melihat apakah pergerakan pasar cukup luas atau hanya terkonsentrasi pada kelompok saham tertentu saja.
Bisakah Dow Jones Dibeli Langsung?
Tidak.
Dow Jones adalah indeks bukannya saham atau ETF yang bisa dibeli secara langsung.
Investor biasanya akan memperoleh eksposure melalui produk yang mengikuti DJIA salah satunya adalah SPDR Dow Jones Industrial Average ETF Trust (DIA).
Tetapi, ETF tetap berbeda dari indeks yang diikutinya karena memiliki biaya, bid-ask spread, dan kemungkinan tracking difference. Karena itu, hasil ETF tidak selalu sama persis dengan pergerakan indeks Dow Jones.
Baca Dow Jones Lebih dari Angka Poin
Dow Jones Industrial Average adalah indeks price-weighted yang melacak 30 perusahaan blue-chip AS. Karena itu, pergerakannya tidak selalu mencerminkan seluruh pasar saham AS.
Saat melakukan analisis Dow Jones kamu jangan hanya melihat perubahan poin. Perhatikan juga persentase pergerakan, saham yang paling berkontribusi, market breadth, sektor yang memimpin, pergerakan indeks lain, dan katalis pasar.
Pendekatan ini membantu kamu memahami apa yang sebenarnya mendorong pergerakan DJIA, bukan hanya apakah indeks sedang naik atau turun.
Kamu bisa mulai untuk menggunakan Gotrade untuk memantau saham dan ETF AS yang kamu pelajari lalu kamu bisa mulai bandingkan pergerakannya dengan indeks pasar sebelum mengambil keputusan. Buka akun Gotrade sekarang dan mulai investasi saham AS dari $1!
Referensi
S&P Dow Jones Indices, “Index Mathematics Methodology.”
S&P Dow Jones Indices, “Dow Jones Industrial Average.”
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














