Bid and Ask dalam Saham: Cara Baca, Contoh, dan Mengapa Penting

Adelia VitaAdelia VitaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Bid and Ask dalam Saham: Cara Baca, Contoh, dan Mengapa Penting

Harga saham di layar terlihat US$50, tetapi saat kamu menekan tombol beli, preview order menunjukkan sekitar US$50,05. Selisih lima sen itu belum tentu berasal dari kesalahan aplikasi.

Angka US$50 kemungkinan merupakan harga transaksi terakhir atau last price.

Sementara itu, penjual yang masih memasang order saat ini meminta harga US$50,05.

Baca juga: Cara Analisis Teknikal Saham untuk Pemula: MA, RSI, dan MACD

Jadi, kalau kamu ingin membeli saat itu juga order kemungkinan bertemu dengan harga ask bukan last price.

Di sinilah harga bid dan ask perlu diperhatikan. Keduanya menunjukkan harga yang benar-benar tersedia di pasar sebelum kamu mengirim order.

Harga Saham di Layar Bukan Cuma Satu Angka

Pada waktu yang sama kamu bisa melihat beberapa harga sekaligus, yaitu:

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu
  • Last price adalah harga transaksi terakhir.

  • Bid merupakan harga tertinggi yang sedang ditawarkan pembeli.

  • Ask adalah harga terendah yang sedang diminta penjual.

Bid adalah harga tertinggi yang diajukan oleh pembeli sedangkan ask atau offer merupakan harga terendah yang bersedia diterima oleh penjual.

Jarak antara keduanya disebut bid-ask spread.Angka ini bisa berbeda dari last price.

Last price menunjukkan harga transaksi yang telah terjadi sementara bid dan ask adalah harga beli dan jual yang masih tersedia sampai saat ini.

Menurut Nasdaq, harga transaksi terakhir belum tentu bisa diperoleh dalam order berikutnya.

Karena itu sebelum membeli atau menjual kamu perlu melihat dengan teliti pada bagian bid, ask dan spread bukannya hanya berfokus pada angka terakhir yang kamu lihat di layar.

Cara Mudah Membaca Bid dan Ask di Pasar

Cara paling mudah memahami bid dan ask adalah dengan melihat siapa yang sedang menunggu di pasar. Bid berasal dari sisi pembeli dan ask berasal dari sisi penjual.

1. Bid Menunjukkan Antrean Pembeli

Bid adalah harga tertinggi yang sedang ditawarkan oleh pembeli.

Jika best bid berada di harga US$49,95, berarti pembeli dengan penawaran tertinggi saat itu bersedia membeli saham pada harga tersebut.

Bagi kamu yang ingin menjual secepat mungkin, bid menjadi harga yang memungkinkan akan diterima selama jumlah saham yang tersedia masih mencukupi.

2. Ask Menunjukkan Antrean Penjual

Ask adalah harga terendah yang sedang diminta oleh penjual.

Jika best ask berada di angka US$50,00, berarti penjual dengan harga paling rendah saat itu bersedia melepas sahamnya pada angka tersebut.

Bagi kamu yang ingin membelinya ask menjadi harga yang kemungkinan akan dibayar.

Perhatikan tabel berikut ini untuk informasi lebih lengkapnya:

Informasi

Artinya

Best bid

Harga beli tertinggi yang tersedia

Bid size

Jumlah saham yang ingin dibeli pada best bid

Best ask

Harga jual terendah yang tersedia

Ask size

Jumlah saham yang ditawarkan pada best ask

Last price

Harga transaksi terakhir yang sudah terjadi

Contoh Membaca Bid dan Ask

Misalnya pada saham XYZ menampilkan data berikut ini:

  • Last price: US$49,98

  • Best bid: US$49,95

  • Bid size: 300 saham

  • Best ask: US$50,00

  • Ask size: 200 saham

Jika kamu membeli 50 saham menggunakan market order, order tersebut kemungkinan bertemu dengan penjual di harga ask US$50,00, selama harga dan jumlah yang tersedia masih belum berubah.

Sebaliknya jika kamu menjual 50 saham menggunakan market order, order kemungkinan bisa bertemu dengan pembeli di harga bid US$49,95.

Kalau kamu memasang limit buy di US$49,95 maka order tidak akan langsung membeli pada harga US$50,00. Tetapi, kamu masuk ke dalam antrean pembeli dan menunggu penjual bersedia menjual pada harga tersebut.

Order juga bisa terisi, terisi sebagian atau tidak terisi sama sekali.

Coba Simulasikan Order di Order Book

Agar gambaran menjadi lebih jelas kamu bisa menggunakan simulasi berikut ini untuk melihat bagaimana ukuran order, bid-ask spread, dan jumlah saham pada setiap level bisa mempengaruhi harga eksekusi.

Spread Menunjukkan Jarak antara Pembeli dan Penjual

Spread bisa dihitung dengan rumus ini:

Spread = Ask − Bid

Berdasarkan contoh sebelumnya maka:

US$50,00 − US$49,95 = US$0,05

Artinya spread-nya adalah lima sen per saham.

Menurut Investor.gov sekuritas yang diperdagangkan oleh pasar memiliki dua harga yaitu bid dan ask.

Selisih keduanya menjadi friksi yang perlu diperhitungkan ketika membeli dan menjual.

Misalnya kamu membeli 100 saham pada ask US$50,00 lalu langsung menjualnya pada bid US$49,95.

Maka nilai pembelian:

100 × US$50,00 = US$5.000

Dan nilai penjualan:

100 × US$49,95 = US$4.995

Selisihnya menjadi US$5 sebelum biaya lain.

Harga sahamnya tidak perlu turun agar posisi langsung terlihat minus. Bisa juga terjadi karena kamu membeli di sisi ask dan menjual di sisi bid.

Spread Persentase

Untuk membandingkan saham dengan beberapa harga yang berbeda, spread dapat dilihat dalam bentuk persentase.

Salah satu pendekatan sederhananya adalah:

Spread (%) = (Ask − Bid) ÷ Harga Tengah × 100%

Harga tengah atau midpoint menjadi:

Midpoint = (Bid + Ask) ÷ 2

Semakin besar persentasenya maka semakin besar pula perubahan harga yang dibutuhkan untuk menutup friksi awal tersebut.

Spread Sempit Belum Tentu Berarti Saham Aman

Spread sempit biasanya menunjukkan bahwa pembeli dan penjual berada pada harga yang berdekatan.

Hal ini sering ditemukan pada saham yang aktif diperdagangkan dan memiliki banyak partisipan.

Spread yang lebih kecil juga sering berkaitan dengan likuiditas yang lebih tinggi. Tetapi, likuiditas tidaklah sama dengan keamanan.

Saham yang sangat likuid juga bisa untuk:

  • Turun setelah laporan earnings.

  • Bergerak tajam setelah berita.

  • Mengalami koreksi pasar.

  • Diperdagangkan pada valuasi yang terlalu tinggi.

Spread hanya membantu kamu memahami kondisi eksekusi. Angka tersebut tidak menilai fundamental atau potensi return saham.

Bid Size dan Ask Size Sama Pentingnya dengan Harga

Harga terbaik belum tentu tersedia untuk seluruh order yang kamu lakukan.

Sebagai contoh berikut ini:

  • Best ask: US$50,00 untuk 100 saham.

  • Ask berikutnya: US$50,05 untuk 400 saham.

  • Kamu mengirim market buy sebanyak 250 saham.

Jika kondisi order book tidak berubah maka akan terjadi 2 kemungkinan, yaitu:

  • 100 saham terisi pada US$50,00.

  • Sisa 150 saham terisi pada US$50,05.

Harga rata-rata transaksi kamu akhirnya lebih tinggi daripada harga best ask yang pertama terlihat.

Kondisi ini sering disebut slippage, yaitu sebuah perbedaan antara harga yang diharapkan dan harga eksekusi secara aktual.

Semakin besar order dibandingkan dengan jumlah saham yang tersedia maka semakin besar kemungkinan order menyentuh beberapa level harga.

Partial Fill Tidak Berarti Order Bermasalah

Partial fill bisa terjadi ketika hanya sebagian order yang berhasil dieksekusi.

Misalnya, kamu memasukkan limit buy 500 saham di harga US$20,00. Tetapi, hanya ada 150 saham yang dibuka pada harga tersebut oleh penjual.

Maka hasil yang akan diperoleh adalah 150 saham terisi, 350 saham masih menunggu untuk terisi dan sisa order dapat terisi nanti, kedaluwarsa atau bahkan dibatalkan sesuai dengan ketentuan order.

Karena itu kamu perlu mengecek juga masa berlaku order seperti:

  • Day order.

  • Good-till-canceled.

  • Immediate-or-cancel.

  • Ketentuan lainnya yang tersedia di platform.

Pilih Market Order atau Limit Order?

Setelah melihat bid dan ask kamu bisa memilih jenis order yang sesuai dengan prioritas kamu.

Market Order

Kamu bisa memilih Market order jika kamu mengutamakan order untuk segera dieksekusi.

Menurut Investor.gov, jenis order ini dirancang untuk membeli atau menjual secepat mungkin tetapi tidak menjamin harga akhirnya.

Saat membeli order biasanya kamu akan bertemu harga ask. Saat menjual order cenderung bertemu harga bid. Karena harga terus bergerak, last price yang terlihat di layar belum tentu akan menjadi harga transaksi kamu.

Kamu perlu lebih berhati-hati saat memilih untuk menggunakan market order ketika spread sedang lebar, harga bergerak cepat, saham kurang likuid atau melakukan transaksi di luar jam reguler.

Limit Order

Jika kamu memilih Limit order, kamu memiliki kendali penuh terhadap harga.

Buy limit hanya bisa terisi pada harga yang kamu tentukan atau dibawahnya sedangkan sell limit hanya bisa terisi pada harga tersebut atau lebih tinggi.

Misalnya, ask saham berada di US$50,05, tetapi kamu hanya mau membeli sampai harga US$50,00. Kamu bisa memasang buy limit di US$50,00. Order baru akan terisi jika ada penjual yang bersedia melepas saham pada harga itu atau lebih rendah.

Tetapi limit order juga memiliki risiko yaitu order bisa terisi sebagian atau tidak terisi sama sekali.

Kenapa Spread Bisa Melebar?

Spread bisa melebar ketika aktivitas transaksi sepi, harga bergerak cepat atau jumlah order dengan harga terbaik memiliki jumlah yang terbatas.

Kondisi ini sering terjadi pada

  • Saham yang kurang likuid

  • Setelah rilisnya earnings atau berita besar

  • Saat pre-market dan after-hours

  • Ketika order berukuran besar menyapu beberapa level harga.

Spread yang lebar bukan berarti sahamnya buruk. Tetapi, kamu perlu lebih teliti kembali karena harga eksekusi bisa saja lebih jauh dari angka yang terlihat di layar.

Cek Bid, Ask, dan Spread Sebelum Mengirim Order

Harga terakhir yang terlihat di layar belum tentu menjadi harga transaksi kamu.

Saat membeli order biasanya kamu akan bertemu dengan harga ask. Sedangkan saat menjual kamu akan bertemu dengan harga bid, bergantung pada jenis order dan jumlah saham yang tersedia.

Sebelum mengirim order periksa lagi bid, ask, spread dan ukuran antreannya.

Spread yang lebar atau ukuran order yang terlalu besar dibandingkan likuiditas bisa meningkatkan risiko slippage dan partial fill.

Melalui Gotrade, kamu dapat memantau harga bid dan ask saham AS serta memilih jenis order sesuai kebutuhan transaksimu.

Cek detail harga dan order di Gotrade sebelum melakukan transaksi.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Materi ini bersifat edukatif dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tertentu.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google
Adelia Vita
Ditulis oleh
Adelia Vita
Adelia adalah seorang penulis dengan pengalaman lebih dari satu tahun dalam membuat konten di bidang keuangan, akuntansi, bisnis, dan SaaS. Memiliki ketertarikan pada dunia keuangan dan bisnis, ia menggabungkan riset yang mendalam dengan praktik penulisan yang baik untuk menghasilkan konten yang akurat, informatif, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade