Apa Itu Balance Sheet? Ini Komponen, Contoh, dan Manfaatnya

Ringkasan Gotrade
- Balance sheet adalah laporan yang memberikan gambaran sekilas keuangan perusahaan pada suatu waktu tertentu.
- Komponen balance sheet secara umum terdiri dari tiga bagian, yakni aset (lancar dan tidak lancar), kewajiban (jangka pendek dan jangka panjang), dan ekuitas pemegang saham.
- Investor bisa menggunakan balance sheet untuk menghitung rasio fundamental seperti DER, PBV, dan ROE sebagai dasar penilaian kelayakan saham.
Balance sheet adalah laporan keuangan yang memungkinkan investor dan pemangku kepentingan. Nama lain dari balance sheet yaitu neraca keuangan.
Neraca ini biasanya ditulis dari sudut pandang akuntan atau pemilik bisnis, namun hal ini juga berguna bagi seorang investor. Bagi investor, balance sheet ini menjadi salah satu sumber data utama dalam analisis fundamental yang sering dipakai untuk menilai kelayakan sebuah saham sebelum dibeli.
Apa Itu Balance Sheet (Neraca Keuangan)?
Balance sheet adalah laporan posisi keuangan yang menunjukkan aset, liabilitas (utang), dan ekuitas perusahaan pada satu waktu tertentu. Balance sheet juga dikenal dengan neraca keuangan, berguna untuk kita dalam melihat hal apa yang harus ditanggungnya pada suatu titik waktu.
Balance sheet berakar pada sistem pencatatan berpasangan (double-entry bookkeeping) dan persamaan akuntansi yang pertama kali dijelaskan secara tertulis oleh Luca Pacioli dalam bukunya Summa de Arithmetica (1494).
Cara Kerja Balance Sheet
Selain balance sheet, laporan laba rugi dan laporan arus kas juga berguna dalam memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kondisi keuangan perusahaan. Selain itu, investor juga bisa melihat catatan tambahan dalam laporan keuangan yang terkadang berisi informasi terkait balance sheet.
Mengapa? Karena balance sheet tidak bisa memberikan gambaran tentang tren keuangan yang terjadi dalam perusahaan. Jadi, balance sheet perlu dibandingkan dengan laporan dan catatan keuangan lainnya dari periode sebelumnya.
Manfaat Balance Sheet
1. Dasar Perhitungan Rasio Fundamental
Dalam analisis fundamental, ada beberapa rasio yang paling sering dipakai yang asalnya langsung dari balance sheet, seperti Price to Book Value (PBV), Debt to Equity Ratio (DER), dan Return on Equity (ROE).
Sebagai gambaran, kamu bisa mencoba widget di bawah ini untuk mengambil data balance sheet (harga saham, ekuitas, liabilitas, jumlah saham beredar) dan langsung mengubahnya menjadi dua rasio fundamental kunci dengan PBV dan DER secara sederhana.
2. Melihat Struktur Permodalan
Balance sheet bermanfaat untuk membantu investor dalam mengetahui apakah sebuah perusahaan lebih banyak dibiayai oleh utang atau oleh modal sendiri. Struktur ini akan memengaruhi seberapa besar risiko keuangan.
3. Menilai Solvabilitas
Solvabilitas yaitu kemampuan perusahaan memenuhi seluruh kewajibannya. Perusahaan dengan solvabilitas yang baik, biasanya lebih tahan menghadapi tekanan.
4. Menilai Likuiditas
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendeknya. Dengan membandingkan aset lancar terhadap liabilitas jangka pendek, investor bisa memperkirakan seberapa aman posisi kas perusahaan dalam menghadapi kewajiban yang segera jatuh tempo.
Apa Saja yang Ada di Balance Sheet?
Berikut adalah beberapa komponen balance sheet:
1. Aset (Aktiva)
Komponen utama dalam neraca ini adalah aset yang dibagi menjadi dua, yaitu aset lancar (yang mudah dicairkan atau digunakan dalam waktu satu tahun) dan aset tidak lancar (digunakan atau dimiliki dalam jangka panjang).
Jenis Aset | Contoh | Penjelasan |
Kas dan setara kas | Uang tunai, deposito jangka pendek | Aset yang paling mudah dipakai atau dicairkan menjadi uang tunai. |
Sekuritas yang bisa diperdagangkan | Saham, surat utang | Investasi yang mudah diperjualbelikan di pasar. |
Piutang usaha | Tagihan kepada pelanggan | Uang yang masih harus dibayar pelanggan kepada perusahaan. |
Persediaan | Barang dagangan | Barang yang tersedia untuk dijual kepada pelanggan. |
Beban dibayar di muka | Sewa, asuransi | Biaya yang sudah dibayar untuk manfaat yang akan diterima di masa depan. |
Investasi jangka panjang | Saham atau surat utang | Investasi yang direncanakan untuk dimiliki dalam jangka panjang. |
Aset tetap | Tanah, bangunan, mesin | Aset fisik yang digunakan untuk menjalankan kegiatan bisnis. |
Aset tak berwujud | Paten, merek, goodwill | Aset yang tidak memiliki bentuk fisik, tetapi tetap memiliki nilai bagi perusahaan. |
2. Kewajiban
Kewajiban adalah tanggungan yang harus dibayar perusahaan kepada pihak lain. Asalnya bisa dari utang kepada pemasok, pinjaman bank, gaji karyawan, pajak, ataupun pembayaran yang diterima dari pelanggan sebelum barang atau jasa diberikan.
Kewajiban dibagi menjadi kewajiban lancar (harus dibayar dalam waktu satu tahun atau kurang), dan kewajiban jangka panjang (jatuh tempo lebih dari satu tahun).
Jenis Kewajiban | Contoh | Penjelasan |
Utang dagang | Tagihan dari pemasok | Utang perusahaan untuk barang atau jasa yang sudah diterima dan biasanya harus dibayar dalam waktu dekat. |
Bagian lancar utang jangka panjang | Cicilan pinjaman tahun depan | Bagian dari pinjaman jangka panjang yang harus dibayar dalam 12 bulan ke depan. |
Bunga terutang | Bunga pinjaman | Bunga yang jadi kewajiban perusahaan tetapi belum dibayar. |
Gaji yang harus dibayar | Gaji karyawan | Gaji, upah, atau tunjangan atau hak karyawan tetapi belum dibayarkan. |
Pembayaran di muka pelanggan | Uang muka pembelian | Uang yang sudah diterima dari pelanggan sebelum barang atau jasa diberikan. |
Dividen yang harus dibayar | Dividen kepada pemegang saham | Dividen yang sudah disetujui tetapi belum dibayarkan kepada pemegang saham. |
Utang jangka panjang | Pinjaman bank, obligasi | Utang yang pembayarannya baru jatuh tempo lebih dari satu tahun. |
Kewajiban pensiun | Dana pensiun karyawan | Dana yang menjadi tanggung jawab perusahaan untuk dibayarkan ke program pensiun karyawan. |
Pajak tangguhan | Pajak yang belum jatuh tempo | Pajak yang sudah tercatat sebagai kewajiban tetapi pembayarannya dilakukan di periode berikutnya. |
3. Ekuitas Pemegang Saham
Ekuitas pemegang saham merupakan nilai yang menjadi hak pemilik atau pemegang saham setelah seluruh kewajiban perusahaan dikurangi dari aset. Dalam hal ini, semakin besar ekuitas, maka nilai bersih yang jadi hal pemegang saham semakin besar.
Komponen | Penjelasan Singkat |
Laba ditahan | Keuntungan perusahaan yang tidak dibagikan sebagai dividen dan digunakan kembali untuk bisnis. |
Saham treasuri | Saham perusahaan yang dibeli kembali oleh perusahaan. |
Saham biasa & preferen | Saham yang diterbitkan perusahaan dan dimiliki oleh investor. |
Modal disetor tambahan | Dana yang diberikan investor kepada perusahaan melebihi nilai nominal saham. |
Cara Membuat Balance Sheet
Studi oleh Nissim dan Penman (2001) di Review of Accounting Studies, menyebut bahwa menyusun kerangka analisis rasio laporan keuangan untuk menilai saham, yang memisahkan profitabilitas operasional dari pengaruh pendanaan/leverage, dan mendokumentasikan tingkat rasio yang umum ditemui.
Berikut adalah panduan dasar membuat balance sheet secara umum:
Tentukan tanggal pelaporan: balance sheet selalu dibuat untuk satu titik waktu tertentu.
Kumpulkan dan catat seluruh aset: Mulai dari aset lancar (kas, piutang, persediaan) sampai aset tidak lancar (properti, peralatan, aset tak berwujud), lalu jumlahkan menjadi total aset.
Kumpulkan dan catat seluruh liabilitas: Pisahkan liabilitas jangka pendek dan jangka panjang, lalu jumlahkan menjadi total liabilitas.
Hitung ekuitas: Modal saham ditambah laba ditahan dan cadangan lain, atau bisa juga dihitung sebagai total aset dikurangi total liabilitas.
Verifikasi keseimbangan: Pastikan total aset benar-benar sama dengan total liabilitas ditambah ekuitas. Jika tidak seimbang, berarti ada pencatatan yang keliru.
Susun dalam format laporan: Buat aset di satu sisi, dan liabilitas + ekuitas di sisi lainnya (atau tersusun ke bawah), sesuai standar pelaporan yang berlaku.
Untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan, investor bisa menggunakan berbagai rasio yang dihitung dari balance sheet, seperti rasio utang terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio (DER) dan rasio uji asam (acid test ratio).
Kita tahu, kalau balance sheet menunjukkan apa yang dimiliki perusahaan (aset) dan dari mana aset tersebut berasal, yakni dari utang atau modal investor.
Jadi, hubungan antara ketiganya disebut persamaan akuntansi. Di mana:
Aset = Kewajiban + Ekuitas Pemegang Saham
Misalnya: Sebuah perusahaan rintisan (startup) membutuhkan dana untuk menjalankan bisnisnya dan memperoleh Rp500 juta dari investor dan mengambil pinjaman bank sebesar Rp300 juta. Uang itu kemudian digunakan untuk membeli kebutuhan operasional, peralatan, dan persediaan.
Dengan begitu, perhitunganya: Rp800 juta = Rp300 juta + Rp500 juta. Artinya, Rp800 juta aset perusahaan berasal dari Rp300 juta utang dan Rp500 juta modal dari investor. Karena persamaan ini harus selalu "seimbang" (balance), maka itulah alasan laporan ini disebut balance sheet.
Kalkulator Rasio dari Balance Sheet
Untuk gambaran, kamu bisa coba widget ini dan mengisi angka aset, liabilitas, dan ekuitas mereka sendiri. Nanti, secara otomatis kamu bisa cek apakah totalnya seimbang atau tidak.
Balance Sheet vs Laporan Laba Rugi vs Laporan Arus Kas
Balance sheet menjadi bagian satu dari tiga laporan keuangan utama dengan laporan laba rugi dan arus kas. Di mana, ketiganya saling melengkapi, tapi tidak bisa dibaca sendiri-sendiri untuk mendapat gambaran yang utuh tentang kondisi sebuah perusahaan.
Laporan | Hal diukur | Cakupan waktu | Pertanyaan yang dijawab |
Balance sheet | Posisi aset, liabilitas, dan ekuitas | Satu titik waktu (snapshot) | "Berapa besar kekayaan bersih perusahaan saat ini?" |
Laporan laba rugi | Pendapatan, beban, dan laba bersih | Satu periode (misal setahun) | "Apakah perusahaan menghasilkan laba selama periode ini?" |
Laporan arus kas | Aliran kas masuk dan keluar | Satu periode (misal setahun) | "Dari mana kas perusahaan berasal, dan ke mana kas tersebut dipakai? |
Contoh gambaran:
Bisa saja sebuah perusahaan terlihat mencatat laba yang bagus di laporan laba rugi, namun punya liabilitas yang sangat besar di balance sheet-nya. Kasus lain, bisa saja justru kekurangan kas di laporan arus kas (meski labanya positif di atas kertas). Makanya, idealnya ketiga laporan ini dibaca bersama-sama, bukan satu-satu secara terpisah.
Cara Membaca Balance Sheet untuk Menilai Saham
Sebelum memutuskan membeli sahamnya, berikut merupakan langkah singkat untuk membaca balance sheet sebuah emiten untuk investor:
Cek kecukupan aset lancar: Bandingkan aset lancar dengan liabilitas jangka pendek. Aset lancar yang jauh lebih kecil dari liabilitas jangka pendek bisa menjadi sinyal potensi kesulitan likuiditas.
Bandingkan proporsi liabilitas terhadap ekuitas (DER): Semakin tinggi rasio ini, maka semakin besar pula risiko keuangan yang ditanggung perusahaan.
Cek tren ekuitas dari tahun ke tahun : ekuitas yang terus tumbuh biasanya menandakan perusahaan konsisten menghasilkan dan menahan laba untuk berkembang.
Kombinasikan dengan laporan lain: kombinasikan balance sheet dengan laporan laba rugi dan arus kas untuk melihat gambaran yang benar-benar utuh.
Di Mana Bisa Menemukan Balance Sheet Perusahaan Publik?
Untuk saham Indonesia, maka balance sheet bisa diakses lewat laman Bursa Efek Indonesia (IDX). Baik itu sebagai bagian dari laporan keuangan tahunan maupun triwulanan.
Untuk saham Amerika Serikat (AS), bisa diakses publik melalui Electronic Data Gathering, Analysis, and Retrieval (EDGAR), sistem basis data milik Securities and Exchange Commission (SEC). Di AS, balance sheet sendiri menjadi salah satu bagian wajib dalam laporan 10-K (laporan tahunan) dan 10-Q (laporan triwulanan).
Kesimpulan
Balance sheet berfungsi sebagai laporan keuangan yang menggambarkan posisi aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada satu titik waktu tertentu. Bagi investor, balance sheet bukan sekadar dokumen akuntansi, tapi juga alat analisis fundamental untuk menilai kesehatan keuangan, likuiditas, dan struktur permodalan sebuah perusahaan. Buka akun Gotrade sekarang dan mulai investasi saham AS dari $1.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














