Aplikasi saham luar negeri adalah platform yang memungkinkan investor Indonesia bertransaksi saham AS hanya lewat HP. Pastikan aplikasinya legal dan aman yang berizin dan diawasi oleh OJK.
Kriteria memilih aplikasi saham amerika yang tepat meliputi legalitas resmi, transparansi biaya, kesesuaian modal, kemudahan KYC, hingga perlindungan dana investor.
Investasi saham luar negeri tetap memiliki risiko seperti fluktuasi nilai tukar, gejolak politik, keterbatasan informasi, dan volatilitas pasar yang lebih tinggi.
Saat ini, penggunaan aplikasi investasi saham luar negeri terutama saham Amerika Serikat (AS) bisa diakses langsung dari smartphone. Kemudahan akses tersebut membuat siapa saja bisa memulai untuk beli saham global.
Namun, kita juga perlu tahu sebenarnya bagaimana aplikasi-aplikasi ini bekerja, apa yang membuatnya legal untuk digunakan di Indonesia, dan risiko apa saja yang perlu diperhitungkan sebelum menyetor dana.
Apa Itu Aplikasi Saham Luar Negeri?
Aplikasi saham luar negeri merupakan platform yang memungkinkan investor untuk bertransaksi saham perusahaan yang tercatat di bursa asing (yang umum AS). Ini membuat investor tak perlu membuka rekening langsung di broker luar negeri.
Sebagian besar platform ini mengandalkan fitur fractional share, yaitu kepemilikan saham pecahan, sehingga saham perusahaan besar yang harganya ratusan dolar AS per lembar tetap bisa dijangkau investor dengan modal kecil.
Legalitas Aplikasi Saham Luar Negeri di Indonesia
Legalitas merupakan hal penting yang perlu diketahui investor pemula dalam mempertimbangkan menggunakan aplikasi saham luar negeri. Di Indonesia, akses ke saham asing umumnya diberikan melalui produk derivatif keuangan. Ini dilakukan melalui skema pialang berjangka.
Dalam struktur ini, kamu memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga saham yang menjadi aset dasar. Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 1 Tahun 2025, produk derivatif dengan aset dasar berupa efek dalam maupun luar negeri termasuk indeks dan saham asing, kini diatur dan diawasi oleh OJK.
Peraturan ini juga menandai peralihan pengawasan produk aset luar negeri dengan aset dasar berupa efek, yang sebelumnya berada di bawah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), kini sepenuhnya berpindah ke OJK sejak 10 Januari 2025.
Tips Memilih Aplikasi Saham Luar Negeri
Tidak hanya asal pilih, ada panduan yang perlu diperhatikan untuk memilihnya. Beberapa kriterianya bisa dilihat dari:
Legalitas: Pastikan terdaftar dan diawasi OJK. Bukan sekadar legalitas umum perusahaan, tapi juga perlu mencakup produk saham luar negeri secara spesifik.
Transparansi biaya: Informasi biaya diketahui pengguna, mulai dari biaya transaksi, biaya penarikan dana, maupun potensi biaya tersembunyinya dijelaskan.
Kesesuaian modal: Adanya fractional share sehingga kita bisa mulai dari modal kecil.
Kemudahan verifikasi atau Know Your Customer (KYC): Proses daftar akun jelas dan tidak ribet.
Perlindungan dana investor dan jalur pengaduan kalau terjadi masalah.
Spesifikasi produk dan mekanisme kerjanya.
Dukungan fitur dan edukasi: Tersedia materi atau fitur pendukung yang memudahkan pengguna melakukan dan mendapat informasi seputar perdagangan saham. Hal ini juga membantu investor pemula memahami risiko sebelum bertransaksi.
Diversifikasi: jangan menempatkan seluruh dana pada satu saham atau satu aplikasi saja, mengingat volatilitas pasar saham AS bisa lebih tinggi dibanding pasar lokal.
Daftar Aplikasi Investasi Luar Negeri (Saham Amerika) yang Terdaftar OJK
Berikut adalah aplikasi investasi saham AS yang legal di Indonesia dengan izin resmi dari OJK:
Gotrade
Gotrade adalah aplikasi saham amerika yang didirikan tahun 2019 dan beroperasi melalui PT Valbury Asia Futures, pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK. Seluruh transaksinya akan tercatat di Bursa Berjangka Jakarta (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI).
Sahamnya mengacu pada kontrak derivatif Penyaluran Amanat Luar Negeri (PALN) dan mendukung fractional share dengan modal mulai dari $1. Gotrade menyediakan 500+ saham AS dan terintegrasi dengan data dari Nasdaq dan TradingView dengan klaim tanpa biaya tersembunyi.
2. Ajaib
Didirikan pada tahun 2019, Ajaib (PT Ajaib Sekuritas Asia) telah berizin dan diawasi OJK. Di sini, ada 600+ saham AS yang tersedia dengan modal investasi bisa mulai dari 1$. Biaya transaksinya sekitar 0,15% untuk beli dan 0,25% untuk jual (tergantung volume transaksi).
3. Pluang
Aplikasi investasi saham amerika selanjutnya yaitu Pluang yang berdiri tahun 2019 dan dikembangkan oleh PT Bumi Santosa Cemerlang. Ada 650+ saham perusahaan AS di Pluang dengan kapitalisasi pasar lebih dari $150T. Mulai dengan 0% biaya transaksi (S&K berlaku).
saham AS, ETF, dan options Pluang difasilitasi oleh PT PG Berjangka sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan dan berizin OJK. Transaksi dicatat pada JFX dan KBI. Transaksinya dilakukan melalui mekanisme PALN (Penyaluran Amanat Luar Negeri), yang diteruskan ke bursa luar negeri bukan Contract for Difference (CFD).
4. Reku
Reku (PT Rekeningku Dotcom Indonesia) berdiri tahun 2018. Reku sudah terlisensi oleh OJK dan Bappebti, di mana investasi pengguna dijamin oleh KBI dan JFX. Dilansir laman resminya, Reku menyediakan 600+ pilihan saham negeri yang bisa dibeli mulai dengan modal $1. Platform ini memiliki fitur unggulan yang membantu berinvestasi saham luar negeri dengan Reku Insights. Biaya transaksinya mulai dari 0,25% untuk saham AS.
5. Nanovest
Nanovest (PT Tumbuh Bersama Nano) berdiri pada 2021. Aplikasi ini menawarkan akses ke lebih dari 2.000 saham dan ETF Amerika. Dilansir laman resminya, Nanovest mengklaim kalau pengguna bisa membeli saham dengan bebas biaya transaksi di sini. Modalnya bisa mulai dari Rp5.000 lewat fractional share.
Ringkasan Perbandingan Aplikasi Investasi Saham Amerika
Aplikasi
Berdiri
Entitas Resmi
Modal Minimum
Jumlah Saham AS
Biaya Transaksi
Basis Legalitas
Gotrade
2019
PT Valbury Asia Futures
$1
500+
Mulai dari 0.2% x total jumlah transaksi (minimal $0.1)
OJK, tercatat di JFX & KBI, mekanisme PALN
Ajaib
2019
PT Ajaib Sekuritas Asia
$1
600+
Mulai dari 0,15%( beli) dan 0,25%( jual) dan tergantung volume transaks.
OJK
Pluang
2019
PT Bumi Santosa Cemerlang, difasilitasi PT PG Berjangka
$1
650+
0% (S&K berlaku)
OJK, tercatat di JFX & KBI, mekanisme PALN (bukan CFD)
Reku
2018
PT Rekeningku Dotcom Indonesia
$1
600+
Mulai 0,25%
OJK & Bappebti, dijamin KBI & JFX
Nanovest
2021
PT Tumbuh Bersama Nano
Rp5.000
2.000+
Bebas biaya (klaim resmi)
OJK
Risiko Investasi di Pasar Saham Luar Negeri
Meski membuat peluang pertumbuhan yang menarik, investasi saham luar negeri juga punya sejumlah risiko yang perlu dipahami. Berikut rangkumannya:
Jenis Risiko
Penjelasan
1
Nilai tukar mata uang
Perubahan kurs terhadap mata uang negara asal investor akan memengaruhi hasil investasi. Baik menguntungkan maupun merugikan.
2
Risiko politik
Gejolak politik di suatu negara bisa berdampak tiba-tiba hingga signifikan, terhadap kondisi ekonomi dan nilai investasi di sana.
3
Keterbatasan informasi
Walaupun berita global kini mudah diakses, tapi jarak geografis dan perbedaan konteks lokal juga memungkinkan investor kesulitan memahami situasi pasar secara utuh.
4
Volatilitas lebih tinggi
Pasar negara berkembang cenderung lebih fluktuatif dan bisa mengalami perubahan nilai yang drastis dalam waktu singkat.
Cara Memulai Beli Saham Luar di Negeri di Aplikasi
Buat kamu yang mau mulai investasi ke pasar AS, beli saham luar negeri bisa di Gotrade. Saham-saham raksasa seperti Meta, Apple, Nvidia, hingga Tesla bisa kamu beli di aplikasi ini.
Aplikasi Gotrade memiliki izin operasional dari OJK, artinya legal dan aman untuk digunakan masyarakat Indonesia . Aplikasi Gotrade juga cocok untuk pemula karena bisa mulai beli saham luar negeri dari $1. Simak langkah-langkahnya di bawah ini.
Unduh aplikasi Gotrade di App Store atau Google Play.
Buat akun dengan daftar melalui email atau nomor ponsel. Ikuti proses pembuatan dan lengkapi data untuk verifikasi.
Setelah akun terdaftar, masukkan modal untuk mulai investasi
Pilih saham AS atau ETF apa yang ingin kamu beli
Cek detail transaksi pastikan sesuai, kemudian lakukan pembayaran.
Contoh simulasi transaksi: Misalnya investor membeli saham Apple (AAPL) secara fractional share sebesar $10 ketika harga saham berada di kisaran $314 per lembar. Investor akan memperoleh kepemilikan sekitar:
$10 ÷ $314 = 0,0318 lembar saham AAPL
Jika terdapat biaya transaksi, biaya tersebut dihitung berdasarkan nilai transaksi sesuai ketentuan platform. Setelah transaksi berhasil, kepemilikan saham fraksional akan tercatat di akun investor.
Apakah legal beli saham AS di Indonesia? Ya legal, selama dilakukan melalui aplikasi pelaksananya berizin dan diawasi OJK.
Kesimpulan
Investasi saham AS kini semakin mudah diakses lewat berbagai aplikasi yang telah mengantongi izin resmi dari OJK. Ini membuka peluang bagi investor pemula untuk terjun ke saham perusahaan global dan mengakses saham-saham ternama seperti Meta, Apple, Tesla, hingga Nvidia.
Namun, tetap risiko yang melekat pada investasi di pasar global, mulai dari fluktuasi kurs hingga volatilitas yang lebih tinggi dibanding pasar lokal. Sebelum memutuskan platform mana yang dipakai pastikan aplikasinya diawasi OJK, tercatat resmi di JFX dan KBI.
Disclaimer, penting untuk diingat kalau artikel ini bersifat edukasi umum. Pilihan aplikasi juga tetap kembali pada kebutuhan dan riset masing-masing investor.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Kholida Qothrunnada adalah editor sekaligus konten strategis dengan latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi, konsentrasi Multimedia Jurnalistik. Memiliki pengalaman 4+ tahun sebagai reporter ekonomi-bisnis di media nasional. Fokus topik dan minat: keuangan, fintech, saham, dan kripto.
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.