ETF atau exchange-traded fund adalah produk investasi yang menghimpun dana dari banyak investor untuk ditempatkan pada saham, obligasi, instrumen pasar uang atau aset lainnya. Unit ETF diperdagangkan di bursa dengan harga pasar sehingga bisa dibeli dan dijual selama jam perdagangan seperti saham.
Ada banyak jenis ETF yang diperdagangkan di berbagai negara. Tetapi artikel ini akan berfokus pada delapan kategori ETF populer yang tersedia di pasar AS, mulai dari ETF indeks luas, obligasi, sektor, dividen hingga ETF leveraged.
Cara ETF Diperdagangkan dan Dikenai Biaya
ETF diperdagangkan di bursa dengan harga pasar yang bisa berada di atas atau di bawah nilai aset bersihnya atau NAV.
Maka dari itu investor juga perlu memperhatikan bid-ask spread, yaitu selisih antara harga beli dan harga jual yang bisa menambah biaya transaksi.
Selain expense ratio kamu juga perlu periksa Bid-ask spread, biaya transaksi atau biaya platform, biaya konversi mata uang, pajak yang berlaku, dan perubahan harga ETF. Karena itu, ETF dengan expense ratio paling rendah belum tentu memiliki total biaya transaksi paling murah.
Perbandingan 8 Jenis ETF Populer
Tabel berikut menunjukkan perbedaan aset acuan, contoh produk, biaya dan risiko utama dari delapan kategori ETF atau produk yang diperdagangkan seperti ETF.
Dividen dapat berubah dan kinerja dapat tertinggal
ETF leveraged
TQQQ
Target tiga kali kinerja harian Nasdaq-100
0,82% net
Daily reset, derivatif, dan volatilitas tinggi
Catatan: Data biaya diperiksa melalui halaman resmi penerbit pada 19 Juli 2026 dan dapat berubah. TQQQ memiliki gross expense ratio 0,97% dan net expense ratio 0,82%.
8 Jenis ETF Populer dan Cara Kerjanya
Berikut ini adalah delapan jenis ETF yang umum diperdagangkan, lengkap dengan contoh produk dan faktor utama yang mempengaruhi pergerakannya:
1. ETF Indeks Saham Luas
ETF indeks saham luas mengikuti indeks yang berisi perusahaan dari beberapa sektor. Salah satu contohnya adalah SPY yang mengikuti S&P 500 dan mencakup perusahaan berkapitalisasi besar dari sebelas sektor.
S&P 500 menggunakan pembobotan berdasarkan kapitalisasi pasar. Artinya, perusahaan dengan nilai pasar terbesar memiliki pengaruh lebih besar terhadap pergerakan indeks dan SPY.
ETF jenis ini bisa memberikan cakupan pasar yang lebih luas daripada ETF sektor. Tetapi ETF ini nilainya tetap bisa turun ketika pasar saham AS melemah. Konsentrasi bobot pada beberapa perusahaan besar juga perlu untuk kamu perhatikan.
2. ETF Obligasi
ETF obligasi berisi surat utang pemerintah atau perusahaan dengan karakteristik tertentu. Sebagai contoh adalah TLT. TLT mengikuti indeks obligasi pemerintah AS dengan sisa jatuh tempo lebih dari 20 tahun.
Meskipun asetnya berupa US Treasury durasi yang panjang mampu membuat harga TLT sensitif terhadap perubahan yield dan ekspektasi suku bunga. Ketika yield naik maka harga obligasi jangka panjang bisa mengalami penurunan.
Sebelum kamu memilih ETF obligasi periksa kembali tentang jenis penerbit, kualitas kredit, durasi, jatuh tempo dan sensitivitas terhadap suku bunga.
Label “obligasi” bukan berarti nilai ETF selalu stabil. ETF obligasi jangka pendek dan jangka panjang bisa bergerak berbeda ketika kondisi suku bunga berubah.
3. ETF Sektor
ETF sektor berfokus pada perusahaan dari satu industri. Sebagai contoh adalah XLK yang mengikuti perusahaan sektor teknologi dan termasuk dalam S&P 500.
Jenis ETF ini memudahkan investor memperoleh eksposur ke suatu sektor tanpa harus memilih saham perusahaan satu per satu.
Ketika sektor teknologi melemah, XLK bisa mengalami tekanan meskipun sektor lain dalam pasar saham sedang naik. Konsentrasi pada satu industri membuat pergerakannya lebih bergantung pada kondisi sektor tersebut.
4. Produk Berbasis Emas
Produk berbasis emas memberikan eksposur terhadap perubahan harga emas tanpa mengharuskan investor menyimpan emas fisik secara langsung. GLD merupakan trust yang bertujuan mencerminkan pergerakan harga emas bullion setelah dikurangi biaya operasional.
Karena tidak berisi saham perusahaan tambang, GLD tidak menghadapi risiko operasional perusahaan seperti kenaikan biaya produksi, utang perusahaan atau gangguan tambang.
Tetapi perlu kamu ketahui bahwa GLD tidak menghasilkan bunga. Nilainya dipengaruhi oleh harga emas, biaya trust serta perbedaan antara harga pasar dan nilai emas yang mewakili setiap unit.
5. ETF Saham Internasional
ETF saham internasional berisi saham perusahaan dari negara-negara di luar Amerika Serikat. Seperti IXUS yang mencakup perusahaan berkapitalisasi besar, menengah dan kecil dari berbagai negara maju serta berkembang di luar AS.
Jenis ETF ini bisa membantu kamu untuk memperluas cakupan geografis portofolio. Tetapi jika kamu memilih jenis ETF ini. Kamu akan menghadapi sejumlah risiko, seperti perubahan nilai tukar, kondisi ekonomi tiap negara, kebijakan pemerintah, perbedaan aturan pasar dan ketegangan geopolitik.
Maka dari itu kamu perlu periksa juga komposisi negara dan sektor karena pembobotan ETF internasional belum tentu tersebar merata di seluruh wilayah.
6. ETF Tematik
ETF tematik berisi perusahaan yang dipilih berdasarkan tema-tema tertentu seperti robotika, kecerdasan buatan, energi bersih atau keamanan siber. Sebagai contoh, BOTZ berfokus pada perusahaan robotika dan AI dari berbagai negara. Per 7 Agustus 2026, ETF ini memiliki 61 holdings dengan total expense ratio sebesar 0,68%.
Meski jumlah sahamnya cukup banyak, portofolio BOTZ masih terkonsentrasi pada beberapa perusahaan besar. Empat posisi terbesarnya adalah Keyence sebesar 10,69%, NVIDIA 9,43%, ABB 9,17%, dan FANUC 8,05%. Jika digabungkan keempatnya mencakup sekitar 37,3% portofolio.
Dari sisi sektor data terbaru per 31 Juli 2026 menunjukkan sekitar 45,2% portofolio BOTZ berada di sektor industri dan 37,1% di teknologi informasi. Artinya, sebagian besar eksposure ETF ini masih berpusat pada dua sektor tersebut.
7. ETF Dividen
ETF dividen berisi perusahaan yang dipilih berdasarkan kebijakan atau riwayat pembayaran dividennya. VIG biasanya mengikuti indeks perusahaan AS yang memiliki catatan meningkatkan dividen dari waktu ke waktu. Strategi ini berbeda dari ETF yang hanya memilih saham dengan dividend yield tertinggi.
Meski memiliki riwayat pertumbuhan pembayaran dividen tetaplah tidak dijamin. Perusahaan bisa saja mengurangi atau menghentikannya ketika kondisi bisnis berubah. ETF dividen juga bisa tertinggal saat pasar lebih banyak didorong oleh saham pertumbuhan.
8. ETF Leveraged
ETF leveraged menggunakan derivatif untuk menargetkan kelipatan tertentu dari pergerakan harian indeks. TQQQ menargetkan tiga kali kinerja harian Nasdaq-100 sebelum biaya. Jika indeks naik 1% dalam sehari maka TQQQ akan menargetkan kenaikan sekitar 3%.
Tetapi, target ini hanya berlaku untuk satu hari perdagangan. Hasil untuk periode yang lebih panjang bisa berbeda karena dipengaruhi oleh daily reset, volatilitas, biaya, penggunaan derivatif, urutan pergerakan indeks dan lamanya periode kepemilikan.
Kelebihan dan Kekurangan 8 Jenis ETF
Gambar berikut ini merangkum manfaat dan keterbatasan setiap kategori agar lebih mudah untuk kamu bandingkan:
Cara Membandingkan ETF Sebelum Memilih
Sebelum memilih ETF, jangan hanya melihat ticker atau return terakhir. Dua ETF yang terlihat mirip dapat memiliki aset acuan, tingkat konsentrasi, biaya, dan faktor risiko yang berbeda. Gunakan beberapa langkah berikut agar perbandingannya lebih menyeluruh.
1. Periksa Aset Acuannya
Cari tahu apa yang sebenarnya dimiliki atau diikuti oleh ETF tersebut. Periksa indeks acuan, sektor, negara, jenis obligasi, komoditas, atau derivatif yang digunakan karena nama ETF belum tentu menggambarkan seluruh isi portofolionya.
2. Lihat Konsentrasi Portofolionya
Perhatikan jumlah posisi serta bobot sepuluh holdings terbesar. ETF dapat memiliki puluhan atau ratusan saham, tetapi kinerjanya tetap bergantung pada beberapa perusahaan apabila bobot posisi terbesarnya sangat dominan.
3. Bandingkan Seluruh Biaya
Expense ratio hanya salah satu komponen biaya. Periksa juga bid-ask spread, biaya platform, biaya transaksi, dan konversi mata uang karena seluruh komponen tersebut dapat mempengaruhi hasil bersih investasimu.
4. Pahami Faktor yang Menggerakkan Harga
Setiap kategori ETF memiliki faktor penggerak yang berbeda. SPY, misalnya, banyak dipengaruhi kondisi pasar saham AS, sedangkan TLT lebih sensitif terhadap perubahan yield obligasi jangka panjang. XLK bergantung pada kinerja sektor teknologi, sementara GLD mengikuti pergerakan harga emas setelah memperhitungkan biaya produk.
ETF lain memiliki sumber risiko yang berbeda pula. IXUS dipengaruhi pasar dan pergerakan mata uang di luar AS, BOTZ bergantung pada perusahaan robotika dan AI, sedangkan VIG mengikuti perusahaan dengan riwayat pertumbuhan dividen. TQQQ memiliki karakter yang berbeda karena menggunakan leverage dan menargetkan hasil harian, bukan kelipatan return untuk periode panjang.
5. Sesuaikan dengan Periode Penggunaan
ETF indeks luas, obligasi, tematik, dan leveraged tidak memiliki cara kerja yang sama. Periksa apakah strategi produk dirancang untuk eksposur jangka panjang, pendapatan, diversifikasi, atau pergerakan harian, lalu sesuaikan dengan tujuan dan periode penggunaanmu.
Pilih ETF Berdasarkan Tujuan dan Risikonya
Setiap jenis ETF memiliki aset acuan, biaya, dan faktor penggerak yang berbeda. SPY mengikuti saham perusahaan besar AS, TLT sensitif terhadap perubahan suku bunga, GLD mengikuti harga emas, sedangkan TQQQ menargetkan tiga kali kinerja harian Nasdaq-100. Karena itu, kita perlu memahami waktu terbaik memilih saham. Dalam hal ini, jangan memilih ETF hanya berdasarkan ticker atau return terakhirnya.
Sebelum membuat keputusan, periksa komposisi portofolio, tingkat konsentrasi, expense ratio, bid-ask spread, serta jangka waktu penggunaan produk. Melalui Gotrade Indonesia, kamu dapat mempelajari dan mengakses ETF AS yang tersedia secara fraksional.
Melalui Gotrade Indonesia, kamu bisa mempelajari dan mengakses ETF AS yang tersedia secara fraksional. Jelajahi ETF di aplikasi Gotrade Sekarang!
Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil pada masa depan. Materi ini bersifat umum dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual ETF tertentu.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Adelia adalah seorang penulis dengan pengalaman lebih dari satu tahun dalam membuat konten di bidang keuangan, akuntansi, bisnis, dan SaaS. Memiliki ketertarikan pada dunia keuangan dan bisnis, ia menggabungkan riset yang mendalam dengan praktik penulisan yang baik untuk menghasilkan konten yang akurat, informatif, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.